
Sayatan dan teriakan dari prajurit, serta murid sekte yang tewas oleh pedang Cao Zhen Xin kembali terdengar. Jurus yang sangat mengerikan tersebut kini masih bergerak dan melakukan pembunuhan secara brutal. Wangzy yang telah menjauh mencari lawan diatas tingkat ranah Cao Zhen Xin juga kini kagum dengan jurus yang dikeluarkan oleh Cao Zhen Xin.
Cao Zhen Xin yang telah mengeluarkan banyak Qi, segera menelan beberapa Pill penambah Qi yang tersisa.
"Heemm. " hanya itu saja yang keluar dari mulutnya disela sela melihat ribuan prajurit dan puluhan murid sekte yang mulai berjatuhan terkena tebasan ribuan pedang yang terus bergerak kearah mereka .
Mata Cao Zhen Xin bergerak kekiri dan kekanan melihat apa yang terjadi, bahkan ia kini tersenyum kearah pria paruh baya yang dapat melukai, dan terlihat Jilong wajahnya pucat menghadapi pria didepannya.
"Mari kita akhiri! " ucap Naga Hijau.
"Gerakan dua puluh naga! " teriak Naga Hijau yang ternyata mempelajari jurus milik ayahnya Cao Zhen Xin.
"Di-dia! " ucap terkejut Cao Zhen Xin masih melihatkan jurus yang diperagakan oleh pria paruh baya.
"Ti-tidak mungkin dia memiliki jurus yang dimiliki oleh Ayah, walaupun gerakannya cenderung kaku tak selemas ayah namun..." ucap Cao Zhen Xin teralihkan pada aura yang mendekat dan menyerangnya menggunakan pedangnya.
"Pedang Langit! " teriak murid sekte Kelelawar Hitam menyerang Cao Zhen Xin yang lengah.
Swuuuush! Ctiiiiing! Klaaaang! Diduga lengah, ternyata Cao Zhen Xin dapat merasakan kehadirannya, sontak ribuan pedang yang terus membunuh lawan yang tak lain pedang emas yang asli melesat dan membenturkan mata pedangnya kearah mata pedang murid tersebut. Sekali benturan pedang yang digenggam murid tersebut langsung patah dan hancur.
Swuuuung! Pedang emas berdengung didepan Cao Zhen Xin, dengan segera ia menggenggam pedang emas dan menebaskan pedang kearah jantung murid tersebut.
Jleeeeb! Dhuaaaaar! Setelah menusuknya, ia langsung menarik pedang yang menembus jantungnya dan mengeluarkan tapak Ilahinya. Yang membuat tubuh murid tersebut meledak menjadi kabut darah.
****
Naga hijau yang telah memperagakan gerakan ke sebelas ternyata telah memakan nyawa Jilong, setelah membunuhnya Naga hijau langsung pergi, karena ia tahu Cao Zhen Xin sempat m mperhatikqn jurus yang dikeluarkannya, karena tak ingin identitasnya terbongkar ia langsung menjauh dan menghilangkan aura keberadaannya.
***
Wangzy yang ternyata sedang membunuh lawan ranah tingkat kultivasi diatas Cao Zhen Xin segera pergi dari area pertempuran setelah mendengar panggilan Fusen untuk segera menemuinya ditempat persembunyiannya..
***
"Kemana Pria itu. " ucap Cao Zhen Xin mencarinya setelah membunuh sang murid.
__ADS_1
Matanya terus mengitari area pertempuran mencari pria paruh baya dan tiba tiba ia terdiam tidak melihat keberadaan pemuda yang wajahnya mirip dengannya yang tak lain Wangzy.
"Kenapa mereka pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun. " Cao Zhen Xin menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.
Ribuan pedang yang berhasil membunuh ribuan prajurit dan puluhan murid sekte Kelelawar hitam membuat situasi sedikit sepi, hanya banyak bau anyir darah yang mulai membeku oleh hawa dingin yang keluar ditempat pertarungan tetsebut.
Hawa dingin perlahan menghilang saat semuanya telah benar benar tak tersisa. Kini matanya tertuju pada prajurit kerajaan Fao Dan yang bergotong royong membantu teman mereka untuk berdiri dan kembali kedalam kerajaan.
Swuuuush! Swuuuuush! She Luan dan Fao Sheng yang telah melenyapkan prajurit kekaisaran Mize pun muncul disamping Cao Zhen Xin.
"Zhen bagaimana kabarmu."
"Gege. " ucap She Luan langsung memeluk Cao Zhen Xin.
"Aku baik baik saja senior, hanya saja tadi sekte Kelelawar hitam tiba tiba membantu pasukan mereka, sehingga pertempuran kami lebih lama dari perkiraan yang aku tentukan." ucap Cao Zhen Xin.
Swuuuush! Tak lama Fao Li muncul.
"Ayah. " ucap Fao Sheng menatap khawatir ayahnya, karena bajunya terlihat banyak luka goresan pedang.
"Zhen dimana pria paruh baya dan pemuda yang membantu kita? " tanya Fao Li heran.
"Entahlah. " ucap Cao Zhen Xin sambil menaikan kedua bahunya.
"Karena mereka telah pergi apa boleh buat, lebih baik kita segera kumpulkan cincin ruang yang berserakan, dan setelah itu masuk kedalam kerajaan untuk mengabari para warga bahwa kita telah memenangkan pertempuran. " ucap Fao Li.
"Baik! " jawab mereka bertiga kompak dan kemudian memulai memunguti cincin ruang yang berserakan.
Selang beberapa menit, mereka yang telah mengumpulkan cincin ruang kemudian memasuki kerajaan Fao Dan untuk memberi perintah para warga membersihkan sisa kekacauan, serta memberikan mereka hasil jarahan cincin ruang yang telah mereka kumpulkan.
Setelah semuanya selesai, kini mereka berempat memasuki kediaman Fao Li dan membicarakan masalah ikut campurnya sekte Kelelawar hitam.
"Zhen ingatlah, mulai saat ini kamu harus berhati hati, karena kamu telah ikut campur dan membantu kami, apalagi kamu juga membunuh murid sekte Kelelawar hitam, aku hanya takut kamu akan selalu terkena masalah karena hal ini. " ucap Fao Sheng.
"Senior aku sudah tau resikonya, karena itu terimakasih telah mengingatkanku. " ucap Cao Zhen Xin hormat.
__ADS_1
Fao Li kemudian memberikan satu cincin ruang penyimpanan yang berisi gunungan cincin ruang milik prajurit dan murid sekte Kelelawar hitam yang telah tewas.
"Ambilah semua isinya, karena kami telah membagi rata. " ucap Fao Li.
Tanpa menolak, Cao Zhen Xin yang juga membutuhkan harta tersebut menerimanya dengan senang hati.
"Senior terimakasih. " ucap Cao Zhen Xin menerima sambil menangkupkan tinjunya.
"Kalian berdua beristirahatlah disini, kami berdua akan membersihkan sisa pertempuran berdarah dimalam ini. " ucap Fao Li berpamitan..
"Baik senior. " ucap Cao Zhen Xin kemudian menatap She Luan dengan hangat.
"Gege apa tadi ada masalah? " tanya She Luan yang ingin mendengarkan cerita Cao Zhen Xin.
Cao Zhen Xin tersenyum hangat.
"Aku tahu kamu lelah, tidurlah dipangkuan ku, biarkan aku menceritakannya. " ucap Cao Zhen Xin.
She Luan sedikit tersipu malu, namun ia masih mengikuti apa yang diinginkan Cao Zhen Xin. Setelah tidur dipangkuan Cao Zhen Xin, Cao Zhen Xin segera menceritakan semuanya tanpa ada yang ia tutupi. Dan diakhir ceritanya.
"Sudah mengerti Luaner....." ucap Cao Zhen Xin terkejut melihat She Luan ternyata telah tertidur dipangkuannya.
"Hemmm." setelah itu ia memberanikan diri membelai lembut rambut She Luan hitam panjang dan terurai tersebut.
"Mungkin perjalanan ini akan menambah pengalamanmu, dan tentunya pengalamanku. " ucap Cao Zhen Xin kemudian juga tertidur.
*****
Seorang kakek tua yang tak lain tetua sekte Kelelawar hitam sejak malam pertempuran ingin membantu muridnya, namun melihat dua orang yang tak bisa ukur ranah Kultivasinya membuat ia harus mengurungkan niatnya, dan melaporkan hal tersebut kepada Ketua Sekte. Karena tak mungkin jika ia tak melaporkannya, karena Jilong salah satu tetua termuda sekte mereka, dan tentunya salah satu latar belakang kuat sekte Kelelawar hitam berdiri karena Jilong anak dari salah satu menteri kekaisaran Mize.
###
Author sebenarnya udah males up karena bayaran diakun satunya udah berhasil masuk atau ditarik sejak tgl 8 kemaren, tapi sampai saat ini uangnya belum masuk. Auhtor juga udah berusaha nanyain ke admin lewat wa, dan mereka juga punya bukti resi transfer dari pihak PF, tapi sampai saat ini masih belum masuk. Tapi author janji bakal terus update, dan tentunya author menulis di PF ini hanya untuk menghibur kalian mulai saat ini, walaupun tulisannya kek ceker bebek.
Intinya author tetep up, tapi kalo misal hari tertentu ga up itu author sedang nggarap tugas di PF lain karena author juga butuh dana buat jajan bulanan. Thx yu yang udah baca Ampe sejauh ini.
__ADS_1