
"Ketua Yin..." ucap Cao Zhen Xin.
Sedangkan Ding Yin sedang berkomunikasi dengan roh Xie Ling ditubuhnya.
"Sayang dia yang membunuh enam saudara Xie dan tentunya yang membuat semua rencana ini.." ucap Xie Ling.
Mata Ding Yin memancarkan cahaya kemerahan, yang terlihat jelas bahwa ia sangat marah melihat keberadaan Cao Zhen Xin.
Swuuuuuush! Sekibasan tangan muncul tubuh Xie Ling yang tergeletak tanpa nyawa.
"Hari ini aku akan menggantikan nyawamu untuk menghidupkan Xie Ling." ucap dingin Ding Yin kemudian menghilang, lalu muncul melancarkan tinju kearah wajah Cao Zhen Xin.
Baaaaamss! Dhuaaaaar! Cao Zhen Xin seketika memblokir tinju tersebut dengan telapak tangannya, namun daya dorong dari tinju tersebut membuat Cao Zhen Xin terpental sejauh dua puluh meter kebelakang.
"Kuat sekali." gumam Cao Zhen Xin merasa tubuhnya kebas.
"Menarik ranah Kaisar Dewa tingkat satu sedikit mampu mengimbangi tinju kecilku." ucap dingin Ding Yin mengedarkan ranah Kultivasinya diranah Kaisar Dewa Lima.
"Kalian semua lihat apa! Cepat bunuh para pengkhianat didepan gerbang! " teriak Ding Yin murka karena para tetua dan murid yang ada dibawahnya hanya diam mematung melihat keduanya diatas langit.
Cao Zhen Xin ingin mencoba memprovokasi para murid dan tetua tersebut.
"Hahaha lebih baik kalian segera pergi atau memilih netral... Apakah kalian pikir kami datang tanpa persiapan." ucap Cao Zhen Xin menggema.
Para tetua dan murid tiba tiba ragu mendengar ucapan Cao Zhen Xin. Karen menurut mereka sungguh masuk akal apa yang diucapkan.
"Breng*ek! Ku bunuh kau! " teriak Ding Yin melesat kearah Cao Zhen Xin sambil melancarkan serangannya.
Cao Zhen Xin yang tak ingin sembarangan memblokir serangan langsung menghindari segala serangan yang dilancarkan oleh Ding Yin.
__ADS_1
Kecepatan serangan yang terus bertambah sungguh membuat Cao Zhen Xin merasa kewalahan. Sedikit termundur, Cao Zhen Xin segera mengerahkan seluruh kekuatannya beserta gabungan enam elemen yang ada ditubuhnya. Hal tersebut membuat Ding Yin juga mundur karena merasakan rembesan aura yang sangat agung mencoba menindas dirinya.
"Di-dia..." ucap Ding Yin yang tak lain roh iblis tanduk dua.
Mata Cao Zhen Xin perlahan menutup, dan akhirnya perlahan juga kembali terbuka, perubahan dibola matanya terlihat, lingkaran enam elemen dibelakang bahunya pun muncul, rambut hitam yang terurai membuat ketampanannya tiada tanding. Swuuuush! Diam diam Cao Zhen Xin melesatkan 3 Qi kecil yang ia bentuk menjadi jarum kearah rantai yang mengekang Ding Hao, Li Ying, serta Hu Shan.
Kraaaack! Kraaaack! Kraaack! Rantai yang mengekang tubuh mereka terlepas, seketika ketiganya kabur dari tempat tersebut, namun beberapa tetua mengejar mereka bertiga.
"Aura ini bahkan hampir menyamai Yang Mulia Yang Jian..." ucap dalam hati Ding Yin sambil bergidik ngeri.
Karena bagaimana pun aura kegelapan sangat berlawanan arah dengan aura yang dikeluarkan oleh Cao Zhen Xin, meskipun begitu aura Cao Zhen Xin masih dapat diimbangi dengan aura kegelapan yang dikeluarkan oleh Yang Jian dan juga Wangzy.
Swuuuuush! Baaaaams! Dhuaaaar! Cao Zhen Xin memanfaatkan posisi Ding Yin yang terkejut dengan cara membombardir bola kecil yang berasal dari enam elemen yang ia miliki.
Dhuuuaaaar! Dhuuaaar! Ding Yin juga tak tinggal diam, ia segera membuat perisai untuk menutup tubuhnya, dan serangan bola kecil yang meleset juga membuat ledakan dan memporak porandakan kondisi sekte Naga Hitam.
Swuuuuush! Swuuuuush! Para murid dan tetua yang memilih netral langsung menjauh dari area pertempuran, ada beberapa dari mereka yang membantu pasukan Ding Yin. Namun lebih banyak yang mencari aman, karena bagaimana pun jika mereka ikut pertempuran, kematian bisa jadi bayarannya.
"Ciiih! Kukira aku sedang bercanda! " ucap Cao Zhen Xin kemudian mengumpulkan kekuatan enam elemen kearah telapak tangannya, setelah itu muncul bola sekecil kelereng yang memiliki warna enam elemen berbeda.
Perlahan tapi pasti bola tersebut membesar sebesar kepala manusia.
"Hyaaaat! " teriak Cao Zhen Xin melemparkan bola yang berasal dari kekuatan enam elemen yang ia gabungkan kearah Ding Yin.
Swuuuuuuush! Dhuuuaaaar! Bola tersebut melesat cepat dan menabrak Ding Yin yang melesat sambil memperkokoh perisai yang ia buat, ledakan yang sangat dahsyat terjadi membuat area sekitarnya bertambah porak poranda.
Cao Zhen Xin terpental lima meter kebelakang, begitu juga dengan Ding Yin.
"Kekuatan apa itu.. Ke-kenapa ia dapat mengimbangi kekuatanku." ucap dalam hati Ding Yin terkejut setengah mati.
__ADS_1
Cao Zhen Xin tersenyum lebar melihat serangannya mampu membuat Ding Yin terpental, meskipun hanya lima langkah saja. Namun ia harus membayar berat harga tersebut dengan energi Qinya yang terkuras cukup banyak.
"Sepertinya aku hanya mampu mengimbangi kekuatan Senior Yin dari serangan jarak jauh, berbeda dengan jarak dekat. " ucap dalam hati Cao Zhen Xin.
Melihat senyuman lebar Cao Zhen Xin, Ding Yin langsung memaki maki.
"Bocah bodoh! Apa serangan kecil itu tadi mampu membuatku terpental sehingga kamu merasa senang? Ciiih! Sungguh naif! " ucap Ding Yin menghilang lalu muncul dibelakang Cao Zhen Xin.
Blaaaaar! Saat tiba dibelakang tubuh Cao Zhen Xin, Ding Yin langsung melancarkan tinjunya, namun usahanya sia sia, karena Cao Zhen Xin mampu membaca gerakannya dan langsung memblokir tinjunya.
Cao Zhen Xin termundur lima langkah kebelakang, awal pertukaran serangan yang merasakan seluruh tubuhnya kebas, kini hanya tangannya saja.
"Emmm.." hanya itu saja yang keluar dari mulut Cao Zhen Xin kemudian muncul dibelakang Ding Yin dan melancarkan serangan tinju yang bertubi tubi.
Lima puluh gerakan terlewati, hingga tiba tiba Ding Yin membalikan keadaan dan membuat Cao Zhen Xin kewalahan.
"Langkah Ajaib! Gerakan Nirwana! ' teriak Ding Yin, tiba tiba memutar tubuhnya.
Swuuuush! Ding Yin tiba tiba menghilang yang membuat Cao Zhen Xin mengedarkan kekuatan jiwanya.
"Kamu mencariku? " ucap Ding Yin.
Baaaaaamms! Swuuuuuush! Baaaaamss! Cao Zhen Xin yang tak merasakan keberadaan Ding Yin tiba tiba terpental dan menabrak kediaman milik salah satu tetua Naga Hitam, kediaman tersebut hancur tertimpa tubuh mungil Cao Zhen Xin. Cao Zhen Xin mencoba berdiri sambil mengelap darah merah yang keluar dari bibirnya.
"Lumayan..." ucap Cao Zhen Xin menatap tajam Ding Yin yang sepertinya akan memborbardir dengan cara serangan ribuan pedang dari atas langit.
###
Berteman di IG Yuuuuuuuu..
__ADS_1
@Alendra_Danuarta nanti tak follback langsung hayyu.