
"Aku tahu itu, tapi apakah kamu sadar bahwa kamu saja pernah terbunuh dua kali olehku. " ejek Zhu.
Walaupun hanya suara, namun Zhu yakin bahwa Yang Jian dapat melihat ejekannya.
"Hahaha tunggu saja Zhu, saat tubuh karma itu bangkit, kekuatanku akan menyamai kekuatan tiga Buddha utama yang telah mengurungku ini, dan disaat itu kamu hanyalah semut didepanku, bahkan tiga Buddha utama akan aku lenyapkan dan membuat kehidupan....."
Swuuuuush! Traaaaaackkkk! Tiba tiba gelombang percikan petir muncul dari jeruji besi dan menyambar kearah dalam kurungan Yang Jian, yang membuatnya terdiam.
"Apakah sakit? " ejek Zhu.
***
Tiga Buddha utama hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat ambisi Yang Jian seperti Fusen.
"Sancai, sancai, Yang Jian memang memiliki sifat keras kepala seperti Fusen. "
"Kekuatan membutakannya akan luasnya dunia ini."
***
Swuuuuush! Baaaams! Cao Zhen Xin terus membunuh hingga ia kini sedikit merasa kesulitan melawan ranah yang seimbang dengannya.
"Jika begini bisa bisa aku yang akan terluka bahkan mengalami kematian. " ucap dalam hati Cao Zhen Xin merasa kesulitan melawan lima lawan yang memiliki ranah Kaisar Dewa Puncak lima.
"Segel Api! Pengurung Jiwa Api! " teriak Cao Zhen Xin sambil membuat segel tangan yang sangat cepat
Swuuuuuush! Dhuaaaaar! Segel yang dibuat Cao Zhen Xin melesat keatas langit, dan setelah itu membesar menjadikan segel tersebut menjadi kurungan bagi lima hewan iblis lawan Cao Zhen Xin, namun lima lawan yang merupakan harimau perak mengaum sangat keras dan membuat segel buatan Cao Zhen Xin yang akan mengurung mereka hancur.
"Ohhh tidak, ternyata sesulit ini. " ucap Cao Zhen Xin kemudian termundur lima langkah merasakan daya kejut benturan serangan tersebut.
Bing Long dengan rekannya terus menyiksa naga tanah dengan gaya mereka masing masing, naga tanah terus merasakan enam sensasi berbeda yang diberikan oleh naga milik Cao Zhen Xin.
Grooaaaarh! Slaaaaash! Tinggggg! Lima harimau perak melesat dan mengayunkan cakar mereka kearah Cao Zhen Xin, namun saat benturan dengan pedang emas, kelima harimau perak tersebut terpental lima langkah kebelakang.
__ADS_1
Keempat harimau perak kembali melesat, dan seekor harimau perak satunya menatap tajam pedang yang sangat keras tersebut.
Cao Zhen Xin terus menghindari serta memblokir seluruh serangan harimau perak yang mengarah pada tubuhnya, namun alangkah terkejutnya, tiba tiba serangan Qi melesat kearahnya dari jarak jauh.
Swuuuush! Dhuaaaaaaaar! Cao Zhen Xin kembali terpental dan memuntahkan seteguk darah merah dari bibirnya.
"Arghhh! Siapa lagi yang ikut campur. " ucap Cao Zhen Xin mengelap darah mereah dari bibirnya.
Di Jie yang melihat serangan terbuat dari energi Qi melukai Cao Zhen Xin langsung tersadar, bahwa pemimpin hewan iblis tersebut bukanlah Naga tanah, melainkan rekannya yang berkhianat atau lebih memilih kebangkitan Yang Jian.
"Zhen bantuan yang lain akan segera tiba, kamu urus hewan kep*rat ini, biarkan aku mencari seseorang yang melukaimu. " ucap Di Jie mengedarkan kekuatan jiwanya.
"Baik Senior. " ucap Cao Zhen Xin kemudian kembali melesat kearah lima harimau perak yang terus menatap tajam kearahnya.
Swuuuung! Pedang emas bergetar kembali mengelilingi tubuhnya, setelah itu Cao Zhen Xin bergerak kearah lima harimau perak sambil mengeluarkan tapak Ilahinya.
***
Zhu yang telah keluar dari ruangan tempat disegelnya Yang Jian kemudian kembali menuju medan pertempuran.
Setelah itu, matanya tertuju pada Cao Zhen Xin yang terus melancarkan serangannya kearah harimau perak dengan tatapan kagum.
"Sungguh sangat mengagumkan, tanpa menggunakan seluruh elemen yang ia miliki mampu menahan lima harimau perak yang setingkat dengan dirinya." ucap Zhu.
"Namun jika ia mengerahkan enam elemen dan menggabungkannya dengan kekuatannya mungkin ia dapat membunuh kelima harimau perak itu seperti semut." ucap lagi Zhu.
Cao Zhen Xin terus melesat kesana kemari, menghindar dan menyerang harimau perak secara brutal. Bekas telapak tangan teknik telapak Ilahi terus membekas dan alam sekitarnya yang tadinya rimbun akan pepohonan juga terlihat seperti lapangan luas akibat pertempuran yang sangat mengerikan tersebut.
Groaaaarh! Grooaaaarh! Auman para hewan iblis terus meramaikan suasana yang sangat kacau tersebut.
Dhuaaaar! Cao Zhen Xin yang tak bisa menahan gempuran lima hari perak dari segala sisi terpental kembali. Zhu yang mengawasi pertempuran tersebut menatap Cao Zhen Xin yang selalu berusaha, jatuh bangkit dan jatuh.
"Benar benar lawan yang sulit. " ucap Zhu yang salah memperkirakan bahwa Cao Zhen Xin mampu membunuh semua lawannya.
__ADS_1
"Segel Pembasmi Iblis! Segel Surgawi! " Teriak Zhu menggema.
Ranah Kultivasinya yang entah setinggi apa menyebar kesegala penjuru dunia tersebut. Awan menjadi gelap, angin berhembus kencang, aura yang cukup agung merembes dari tubuhnya.
Swuuuuuush! Swuuuuuung! Segel buatannya melesat keatas langit, setelah itu segel membesar dan menyerap satu persatu hewan iblis tersebut.
"Zhu." ucap Di Jie terkejut mendengar suara Zhu yang membantunya. Tak lama sosok yang memimpin pasukan hewan iblis yang bersembunyi tiba tiba ikut terserap keatas langit.
"Arghhh! Zhu kep*rat tunggu kebangkitan Yang Mulia Jian! " teriak sosok tersebut akhirnya meledak tanpa perlawanan.
Dhuaaaar! Sosok tersebut meledak menjadi kabut darah.
"Me-mengerikan sekali. " ucap Cao Zhen Xin terkena dampak segel tersebut, namun perbedaannya jika para hewan iblis terserap keatas langit, Cao Zhen Xin dan lainnya merasakan tubuh mereka seperti tertimpa puluhan gunung besar.
Dhuaaaaar! Dhuaaaaar! Groaaaarh! Enam naga elemen lenyap menjadi asap dan memasuki tubuh Cao Zhen Xin, sedangkan para hewan iblis meledak saat tubuh mereka tertarik dan menabrak segel yang ada diatas langit.
Ledakan terus terjadi hingga tiba tiba segel menghilang, dan setelah itu alam kembali normal, tampak sosok Zhu yang telah selesai menyelesaikan tugasnya merendahkan terbangnya dan menatap rekannya serta Cao Zhen Xin secara bergantian.
"Terimakasih telah kembali mengulurkan tangan kalian, namun aku rasa ini hanyalah awal dari kehancuran, maka dari itu mulai dari sekarang aku meminta kalian untuk tetap bersama."
"Dan untukmu, siapa namamu anak muda? " tanya Zhu.
Cao Zhen Xin yang melihat sendiri kengerian yang dilakukan pria paruh baya tersebut langsung mengenal sosok pria paruh baya yang masih melayang diatas langit tersebut.
"Senior saya Zhen, terimakasih bantuannya." ucap Cao Zhen Xin menangkupkan tinjunya.
Swuuuuush! Zhu mengangguk, setelah itu munculah ratusan portal dimensi dibarengi dengan keluarnya ratusan Kultivator yang memiliki ranah sama dengan mereka.
"Hormat pada tuan Zhu. Maaf atas keterlambatan kami! " ucap mereka kompak.
"Hemm baiklah lupakan saja, kalian kembalilah jaga gerbang dimensi dan perkuat keamanan gerbang. Ingatlah disaat Yang Jian bangkit kita akan menghancurkan dunia ini bersamanya. " ucap Zhu.
"Baik! " ratusan Kultivator tersebut kembali pergi.
__ADS_1
Setelah itu Zhu menatap Cao Zhen Xin dengan hangat.
"Zhen aku tau kamu pasti mencariku, maka aku akan memberikan jawaban yang kamu cari, namun tidak disini. " ucap Zhu.