Lahirnya Penguasa Yin Dan Yang.

Lahirnya Penguasa Yin Dan Yang.
Duan Xi


__ADS_3

"Nadinya sangat lemah. " ucap Cao Zhen Xin panik.


"Zhener bawa dia ketempatku saja. " ucap Di Jie.


Cao Zhen Xin mengangguk, setelah itu ia mengangkat tubuh Zhu. Sedangkan Di Jie membuat portal dimensi yang menuju ketempatnya. Keduanya memasuki portal dan membaringkan tubuh Zhu dikamar Di Jie.


"Zhener tenang, aku hanya sedikit kelelahan. " alasan Zhu yang merasa setengah aura kehidupannya dan sedikit kekuatannya menghilang.


Walaupun telah kehilangan banyak kekuatannya, Zhu tetap saja tidak bisa diukur ranah Kultivasinya, karena untuk memiliki kekuatan setinggi Zhu saat ini sama saja ranah kultivasi puncak harus membutuhkan sumber daya setengah dari sumber daya yang harus digunakan pada ranah kaisar dewa hingga kaisar dewa puncak , sehingga mereka masih mengira kekuatan Zhu masihlah sama.


"Jika kamu ingin kembali maka aku tidak akan melarangmu lagi, namun aku akan memberitahumu satu informasi mengenai kalung itu. " ucap Zhu menunjuk kalung yang dikenakan oleh Cao Zhen Xin.


"Emm.." hanya itu saja yang keluar dari mulut Cao Zhen Xin.


"Kalung itu adalah kalung karma yang terhubung pada tubuh kita. Sama halnya dengan Yang Jian dengan seseorang yang kamu cari. " ucap Zhu.


Cao Zhen Xin terdiam dan kemudian menatap Di Jie yang hanya membalas tatapan Cao Zhen Xin dengan cara mengangkat kedua bahunya.


"Senior tolong perjelas. " ucap Cao Zhen Xin.


"Kamu akan mengertinya saat waktumu mengetahuinya tiba. " ucap Zhu kemudian membuat segel teleportasi yang menghubungkan ketempat lonceng sakti berada.


"Senior terimakasih, maaf telah merepoti kalian. " ucap Cao Zhen Xin hormat.


Di Jie dan Zhu mengangguk secara bersamaan, setelah itu Cao Zhen Xin perlahan memasuki portal dimensi sambil menatap kedua orang yang telah membantunya naik kultivasi.


Swuuuuush! Cao Zhen Xin tubuhnya lenyap dan Kultivasinya kembali berada di tingkat Dewa Agung tingkat lima. Anehnya lonceng suci telah hilang entah kemana, yang ada hanya kesepian swkitar tempat tersebut.


"Biksu Wangyan kemana? " tanya dibenaknya.


Ia kemudian berjalan mencari semua murid sekte, namun tidak ada satupun murid bahkan seorang yang ada disekte tersebut.


"Kemana semuanya pergi. " tanya Cao Zhen Xin mengedarkan kekuatan jiwanya.


Swooooosh! Tiba tiba ia menghentakan kakinya dan melesat kearah banyaknya aura yang berkumpul. Tiba tiba matanya melotot melihat murid sekte Cahaya Suci yang dikumpulkan menjadi satu, termasuk adanya She Luan, serta Biksu Wangyan dan lainnya yang sedang ditawan oleh satu pria paruh baya menggunakan pedang hitam.

__ADS_1


"Lepaskan mereka! " ucap Cao Zhen Xin menggema.


Pria paruh baya yang tak lain Duan Xi kemudian mengalihkan perhatiannya pada Cao Zhen Xin yang melayang diatas langit.


"Ternyata ada semut pengganggu." ucap Duan Xi suaranya yang serak.


"Iblis. " ucap Cao Zhen Xin terkejut.


Swuuuush! Duan Xi melesat dan muncul dihadapan Cao Zhen Xin. Tanpa banyak kata Duan Xi yang dimasuki roh iblis tanduk satu langsung menyerang Cao Zhen Xin menggunakan pedang hitamnya.


Tiiiing! Merasakan pedang hitam bukan pedang biasa, Cao Zhen Xin mengeluarkan pedang emasnya dan memblokir serangan Duan Xi menggunakan pedang emasnya.


Swuuuuush! Keduanya bertarung sambil melancarkan serangan pedang mereka masing masing.


"Arrghhh ranah Dewa Agung tingkat lima dapat menyamai ranah Kaisar Dewa tiga. " ucap marah Duan Xi.


"Brisik! " ucap Cao Zhen Xin menebas kearah leher Duan Xi.


Tiiiing! Namun kini Cao Zhen Xin yang terkejut terhadap pedang hitam yang mampu memblokir banyak serangannya.


"Pedang Iblis! Sayatan Darah! " teriak Duan Xi melancarkan jurusnya.


Cao Zhen Xin yang belum bersiap sepenuhnya kemudian menggenggam erat pedang emasnya dan memblokir energi tebasan pedang yang melesat kearahnya.


Dhuaaaaar! Cao Zhen Xin terpental sejauh dua puluh meter. Walaupun ia tidak terluka, namun jelas bahwa jurus yang ia blokir bukanlah jurus tingkat normal bahkan tinggi, mungkin setingkat dengan jurus dan teknik yang ia gunakan.


Cao Zhen Xin yang telah menyeimbangkan tubuhnya langsung melesat terbang keatas langit lebih tinggi. Duan Xi juga tak tinggal diam, ia ikut melesat keatas langit dan pertukaran serangan pedang kembali terjadi.


Suara benturan mata pedang serta daya kejut yang sedikit terjadi terus mereka rasakan. Biksu Wangyan yang ternyata sedang terluka hanya menatap kagum Cao Zhen Xin yang dapat mengimbangi Duan Xi yang dapat mengalahkannya dengan mudah.


"Gege. " ucap She Luan khawatir pada Cao Zhen Xin, karena jelas ia tahu biksu Wangyan saja kalah oleh Duan Xi apalgi Cao Zhen Xin.


"Pedang seribu ilahi! " teriak Cao Zhen Xin kemudian kecepatannya bertambah.


Duan Xi tiba tiba langsung terpojok saat gerakan Cao Zhen Xin berubah sangat cepat dan serangan terus kearah titik vitalnya terus berubah rubah hingga ia harus mengeluarkan aura iblisnya agar menekan gerakan Cao Zhen Xin.

__ADS_1


Swuuuuushh! Seketika aura menjadi sangat mencekam, bahkan She Luan dan murid sekte Cahaya Suci yang tak kuasa menahan aura tersebut langsung tak sadarkan diri.


Swooooosh! Tiba tiba aura yang mencekam berganti pada aura hangat, nyaman dan sedikit hawa kedamaian yang keluar dari tubuh Cao Zhen Xin menyebar kesegala penjuru.


"A-aura Dewa! " ucap Duan Xi yang sepertinya mengenal aura tersebut.


"Bu-bukan tapi..." ucap Duan Xi lagi terhenti saat tiba tiba sebuah bayangan melesat dan membawa tubuhnya pergi dari depan Cao Zhen Xin.


Cao Zhen Xin yang akan mengejarnya tiba tiba menghentikan niatnya.


"Kaisar Dewa Puncak. " ucap Cao Zhen Xin yang merinding.


Karena ia tahu Kaisar Dewa Puncak bukan lawannya, ia segera turun dan menghampiri murid sekte, Biksu Wangyan serta tetua sekte dan tentunya She Luan yang masih tak sadarkan diri.


"Senior kenapa kondisimu..." ucap Cao Zhen Xin terhenti setelah biksu Wangyan mengangkat tangannya.


"Amithaba, aku hanya terkena serangan ringan. Ughhh! " tiba tiba biksu Wangyan batuk darah.


"Senior jangan bergerak, dan terimalah Qi hangat dariku. " ucap Cao Zhen Xin kemudian mengalirkan energi Qinya kearah biksu Wangyan.


Selang beberapa menit luka biksu Wangyan membaik, Cao Zhen Xin menghentikan penyaluran Qinya dan menatap lembut She Luan yang tak sadarkan diri.


"Luaner maaf meninggalkanmu begitu lama. " ucap Cao Zhen Xin kemudian membuat segel tangan.


Swuuuuung! Sebuah cermin muncul setinggi lima meter mengurung murid, tetua dan She Luan yang tak sadarkan diri. Setelah itu ia mengaliri sedikit energi Qi dan mengubahnya menjadi embun yang meembuat mereka semua bangun dari pingsannya.


"Gege.." ucap She Luan yang telah bangun langsung memeluk tubuh Cao Zhen Xin.


"Luaner maafkan aku yang meninggalkanmu begitu lama." ucap Cao Zhen Xin.


She Luan hanya menggelengkan kepalanya.


"Sudahlah Gege dengan kehadiran Gege saat ini bagiku sangatlah bearti. " ucap She Luan.


Setelah itu mereka semua kembali ketempat mereka masing masing. Sedangkan Cao Zhen Xin, She Luan, biksu Wangyan dan beberapa tetua sekte menceritakan semua kejadian yang terjadi disekte mereka.

__ADS_1


__ADS_2