
"Apakah kulitmu ada yang terluka Gege? " tanya She Luan khawatir.
"Tenanglah, aku baik baik saja. " ucap Cao Zhen Xin meyakinkan She Luan.
Fao Sheng, Fao Li hanya diam membiarkan keduanya berbicara.
"Syukurlah. " ucap She Luan.
Cao Zhen Xin mengangguk, kemudian ia menatap Fao Li dan Fao Sheng secara bergantian.
"Sepertinya kita akan merancang ulang rencana kita Senior, bagaimana menurut Senior? " tanya Cao Zhen Xin.
"Benar katamu Zhen, karena bagaimana pun mereka telah mengetahui rencana kita, dan mata mata mereka pun telah terbunuh, pasti mereka akan segera menyerang kerajaanku ini. " ucap Fao Li sedikit gelisah.
Setelah itu, Fao Li memberikan tugas pada Petinggi kerajaannya yang tersisa agar menenangkan para warga.
"Zhen, lebih baik kita menyusun strategi dikediamanku saja. " ucap Fao Li.
"Baik senior. " jawab Cao Zhen Xin kemudian mengikuti langkah Fao Li dan Fao Sheng.
Mereka berempat menuju di kediaman Fao Li yang terlihat besar dan megah. Terlihat tidak ada satupun penjaga yang menjaga kediaman Fao Li.
"Zhen, dan nona Yin silahkan masuk, namun aku tidak bisa menjamu kalian dengan baik. " ucap pelan Fao Li.
"Senior tenang saja, karena kami tidak mengharapkan apa yang Senior pikirkan. " ucap Cao Zhen Xin ramah.
Mereka berempat kemudian menuju ruang tamu yang ada dikediaman tersebut. Sesampainya Fao Li dan Fao Sheng menyiapkan peta kerajaan Fao Dan, serta beberapa keperluan yang dibutuhkan.
"Karena mereka telah mengetahui rencana kita, maka sebenarnya itu hal yang bagus, karena aku akan merubah pola serangannya saja, sehingga mereka akan terkejut dengan setengah perubahan serangan dan pertahanan kita. " ucap Cao Zhen Xin kemudian menunjuk beberapa bagian, dan menancapkan anak panah disetiap sudut berbeda dengan rencana awal.
"Jadi sebenarnya strategi ini tidak dirubah? Hanya saja tata pola serangan dan pertahanannya saja? " tanya Fao Li mewakili Fao Sheng.
__ADS_1
"Benar, karena kita membutuhkan dua pemimpin maka Senior silahkan memilih memimpin pasukan penyerangan bagian luar, dan bagian dalam " ucap Cao Zhen Xin.
Fao Sheng dan Fao Li kemudian bertatapan sejenak, tidak ada raut wajah ragu mengenai strategi yang dibuat oleh Cao Zhen Xin, malahan mereka berdua bertambah kagum mengenai pola pikir Cao Zhen Xin.
"Ayah, aku akan memimpin pasukan dalam, sedangkan ayah akan memimpin pasukan luar bagaimana? " tanya Fao Sheng.
"Baiklah ayah setuju. " ucap Fao Li tenang.
Setelah itu mereka berempat berbincang santai, walaupun Fao Li dan Fao Sheng hatinya tidak bisa tenang, mereka mencoba menyembunyikan perasaan tersebut dengan baik, hingga tiba tiba mereka semua memutuskan untuk segera menyusun rencana mereka karena hari mulai gelap yang ditandakan malam akan datang.
Fao Li dan Fao Sheng pergi meninggalkan Cao Zhen Xin yang bersama She Luan dikediamannya Fao Li. Karena merasa bingung, akhirnya mereka berdua memutuskan untuk melihat persiapan Fao Li dan Fao Sheng untuk meletakan pasukannya sesuai strategi yang telah diputuskan.
"Gege menurutmu apakah strategi ini seratus persen akan berhasil. " tanya She Luan sambil melihat para pasukan dan warga yang bergotong royong membuat tempat persembunyian.
"Entahlah Luaner, aku rasa kita memiliki tingkat kemenangan tujuh puluh persen." ucap Cao Zhen Xin menatap para warga yang bersemangat.
She Luan mengangguk, dan kemudiwn mereka berdua menghilang muncul diatas gerbang kerajaan.
"Kita lihat saja nanti, karena mereka telah mengetahui rencana awal, dan mereka pun tidak tahu akan perubahan rencana ini. " ucap Cao Zhen Xin.
"Zhen ternyata kau disini. " ucap Fao Li merasa lega melihat keberadaan Cao Zhen Xin.
"Hehehe tenanglah Senior, aku pasti membantu kalian sebisaku, karena ini strategi yang aku buat, tentu aku tidak akan lari dan meninggalkan kalian. Lagian aku telah bertekad untuk membantu kalian meraih kemerdekaan kerajaan ini. " ucap Cao Zhen Xin.
"Zhen terimakasih. " ucap Fao Li berlutut dan langsung dihentikan oleh Cao Zhen Xin yang menahannya dengan energi Qi miliknya.
"Senior apa yang aku lakukan hanyalah sebatas rasa kemanusiaan ku saja. " ucap Cao Zhen Xin.
"Ta-tapi..."
"Senior tidak semuanya mengharapkan kehormatan, dan penghargaan apalagi kemuliaan, karena aku tidak menginginkan semua itu, aku hanya ingin dunia ini menjadi damai, walaupun aku tahu kedamaian itu tidak akan bertahan lama. " ucap Cao Zhen Xin.
__ADS_1
"Sungguh pemuda yang berwawasan luas, siapakah sebenarnya Zhen ini. " ucap dalam hati Fao Li.
Tak terasa hari telah benar benar gelap, Kerajaan Fao Dan yang tadinnya ramai akan aktivitas untuk melaksanakan strategi kini telah sepi. Terlihat Cao Zhen Xin, Fao Li, Fao Sheng dan She Luan berbincang diatas gerbang sambil meminum arak yang dimiliki Fao Li.
"Senior, apakah Senior yakin mereka akan menyerang malam ini. " tanya Cao Zhen Xin.
Fao Li menatap kearah selatan.
"Aku yakin mereka akan tiba malam ini, karena mereka telah memberikan surat pernyataan agar kami segera mengalah dan membiarkan wilayah ini dimiliki oleh kekaisaran Mize." ucap Fao Sheng.
"Untung saja para sekte tidak mau membantu urusan para Kekaisaran, jika tidak maka urusan dan kekacauan akan lebih panjang lagi. " timpal Fao Li.
Cao Zhen Xin mengangguk, tak lama setelah perbincangan mereka. Suara dan sedikit gempa kecil terjadi yang ditandakan banyaknya orang menuju ke kerajaan mereka.
"Senior, sepertinya hari ini akan menjadi penentu, karena itu aku akan ikut membantu kalian digarda depan untuk memisahkan pasukan lawan. " ucap Cao Zhen Xin.
Fao Li, dan Fao Sheng yang mendengar dan merasakan ribuan aura yang mendekat dari arah selatan kemudian mengangguk.
"Baiklah, mari kita tunjukan kekuatan keluarga Fao pada mereka. " ucap Fao Li bangkit kemudian menatap Fao Sheng dengan hangat.
"Luaner kamu ikut Senior Sheng menyerang didalam kerajaan, biarkan aku dan senior Li yang akan memisahkan pasukan mereka didepan gerbang. " ucap Cao Zhen Xin.
She Luan mengangguk setuju. Swuuuush! Setelah itu mereka semua menghilang dan muncul ditempat masing masing.
"Zhener, menurutmu berapa persen kemenangan kita? " tanya Fao Li.
"Jika kekuatan mereka sama dengan kekuatan keluarga Senior, maka tujuh puluh persen kemenangan akan didapat, tapi jika jumlah dan segi dari kekuatan kita kalah, hanya lima puluh persen saja kemenangan kita. " ucap Cao Zhen Xin menatap kearah selatan.
Fao Li mengangguk dan kemudian menajamkan matanya kearah selatan. Perlahan tapi pasti ribuan pasukan yang tak lain para prajurit utusan Kekaisaran Mize mulai terlihat. Baju perang, pasukan berkuda, bahkan para prsjurit yang membawa kereta kuda juga telah terlihat.
"Senior apakah telah siap? " ucap Cao Zhen Xin.
__ADS_1
#
Author ada waktu jadi tungguin up lagi.