
"Ternyata benar apa yang dikatakan Yang Jian." gumam Cao Zhen Xin lirih.
"Yang Jian? " tanya She Luan yang mendengarnya jelas.
Cao Zhen Xin terdiam dan bergantian menatap biksu Wangyan dan tetua lainnya.
"Bukan bukan... aku hanya asal bicara saja, oiya jadi sekarang kabar Ketua Ding Yin telah benar benar berubah total bukan? " ucap Cao Zhen Xin.
"Amithaba... Sangat disayangkan salah satu ketua sekte aliran putih terbesar ke tiga pindah jalur, namun itu sudah keinginannya jadi kita tidak bisa melarangnya. " ucap Biksu Wangyan.
"Senior masalah ini tentu tidak bisa aku biarkan, mungkin perpindahannya karena pedang nirwa.... tunggu!" ucap Cao Zhen Xin tersadar.
"Senior Duan Xi siapakah sebenarnya dia? " tanya Cao Zhen Xin.
"Dia anak dari keluarga besar Duan, namun aku juga tidak mengerti kenapa ia menjadi kejam, dan berani menyentuh sekteku. Dari auranya sepertinya ia mempelajari kultivasi aliran iblis. " ucap biksu Wangyan.
Cao Zhen Xin mengangguk dan kemudian ia sudah tau akar permasalahannya.
"Dari pedang yang ia genggam serta aura iblis yang keluar dari tubuhnya juga sudah jelas bahwa ia telah dimasuki oleh arwah roh para iblis. Jadi ketua Ding Yin.." ucap Cao Zhen Xin sudah tau penyebab perubahan ketua Ding Yin.
"Senior terimakasih telah merawat She Luan sejak aku berlatih didalam Lonceng Suci, karena aku merasa ketua Ding Yin berubah akibat permintaanku untuk menyimpan pedang nirwana maut, karena itu aku ingin segera kesekte miliknya. Dan kini aku dan She Luan harus segera pergi, terimakasih...." ucap Cao Zhen Xin terhenti setelah biksu Wangyan memotongnya.
"Zhen keputusanmu itu memang patut dicontoh, selagi hal tersebut memang baik untuk dilakukan, namun membawa She Luan bersamamu sepertinya bukan hal yang baik. " jawab Biksu Wangyan.
"Ta-tapi..."
"Mungkin sebelum kekacauan terjadi kamu dapat bersamanya, namun aku rasa kini yang memiliki ranah Kaisar Dewa tidak hanya satu atau dua Kultivator saja. Lebih baik kamu pergi sendiri saja agar She Luan tidak merepotkan mu." ucap memotong lagi biksu Wangyan.
"Benar Gege, aku lebih baik berada disini. Musuhmu bukan hanya mereka yang berada dialiran iblis, namun keluarga Duan dan Tao pun sama, aku hanya takut akan merepotkan mu saja. " ucap She Luan yang mengerti ucapan biksu Wangyan, karena ia sendiri sudah tau betapa kacaunya Benua Tinggi kini.
Cao Zhen Xin terdiam, kemudian tak lama muncul ponakan biksu Wangyan menghampiri She Luan.
"Gege tidak perlu mengkhawatirkanku, karena aku memiliki teman yang akan menemani waktuku tiap hari nanti." ucap She Luan menatap perempuan cantik disebelahnya.
Sedikit tak rela namun hal tersebut keputusan She Luan yang membuatnya hanya bisa menyetujuinya saja.
__ADS_1
"She Luan jadilah kuat, gunakan sumber daya ini untuk meningkatkan kultivasimu, setelah itu mungkin kita akan berjuang bersama. " ucap Cao Zhen Xin memberikan cincin ruang yang berisi gunungan sumber daya.
"Baik Gege. " ucap She Luan penuh semangat.
Cao Zhen Xin akhirnya berbincang santai dengan mereka, hingga tak terasa waktu beranjak malam hari. Dan saatnya Cao Zhen Xin harus segera ke sekte Naga Langit milik Ding Yin.
"Gege aku tunggu kabar baikmu. " ucap She Luan.
"Baiklah semuanya Zhen mohon undur diri... Senior jaga She Luan untukku. " ucap Cao Zhen Xin menangkupkan tinjunya dan bersiap melesat keatas langit.
"Amithaba berhati hatilah Zhen. "
Cao Zhen Xin mengangguk kemudian ia menghentakan kakinya dan melesat keatas langit. Setelah terbang diatas langit sekte Cahaya Suci, Cao Zhen Xin kemudian membuat segel pola yang sangat aneh dan rumit.
Swuuuuuuung! Kubah emas muncul menutupi seluruh area sekte. Malam yang gelap tiba tiba menjadi cerah setelah kubah tersebut bersinar dan tak lama kembali meredup.
"Bing Long muncul! " ucap Cao Zhen Xin.
Swuuuuush! Groaaaaarh! Naga es yang tak lain Bing Long muncul disamping Cao Zhen Xin.
"Jaga diri kalian baik baik." ucap Cao Zhen Xin.
Swuuuush! Bing Long melesat sesuai arah yang ditunjukan Cao Zhen Xin. Ranah Bing Long yang menyamai ranah kultivasi Cao Zhen Xin membuat tubuh naga yang berukuran lima puluh meter tersebut hanya terlihat asap putih berkelebat diatas langit tengah malam tersebut.
Ditengah perjalanannya dengan kecepatan puncak Dewa Agung milik Bing Long tiba tiba memperlambat gerakannya saat hampir tiba di kota King.
"Bing Long kenapa kamu memperlambat gerakanmu? " tanya Cao Zhen Xin heran yang ternyata sejak awal perjalanan ia meditasi.
Bing Long tidak menjawab tapi menggelengkan kepala besarnya kearah depan. Cao Zhen Xin kemudian menatap kearah yang ditunjukan oleh Bing Long.
"Kota King? " ucap Cao Zhen Xin heran.
Bing Long mengangguk anggukan kepalanya. Hal tersebut membuat Cao Zhen Xin heran pada Bing Long.
"Apakah kamu mau aku memeriksa kota ini? " tanya Cao Zhen Xin.
__ADS_1
Bing Long mengangguk dengan penuh semangat.
"Hahaha baiklah baiklah, aku juga tak tahu alasanmu menginginkanku memeriksa tempat ini. " ucap Cao Zhen Xin kemudian melayang diatas langit kota King dengan santai.
Swuuuuush! Bing Long berubah menjadi asap putih dan kembali memasuki tubuh Cao Zhen Xin.
"Apa yang membuat Bing Long memintaku untuk memeriksa kota ini.." ucap Cao Zhen Xin heran.
Swuuuush! Ia mengedarkan kekuatan jiwanya, ia melacak seluruh sudut kota King dengan teliti.
"Tidak ada yang aneh..." ucap Cao Zhen Xin.
"Namun tidak salah jika aku memeriksanya secara langsung, mungkin Bing Long merasakan adanya sebuah petunjuk dikota ini." ucap Cao Zhen Xin dalam hati.
Swuuuuush! Cao Zhen Xin mendarat kedepan gerbang timur kota King berjarak satu kilometer . Cao Zhen Xin berjalan dengan tenang sambil menekan Kultivasinya hingga tingkat Dewa sejati tingkat satu. Tak berselang lama ia telah sampai di kota King yang mulai sepi, tiba tiba ia menghentikan langkahnya.
"Tuan muda tunggu! " ucap salah satu penjaga gerbang.
Cao Zhen Xin menghentikan langkahnya dan menaikan kedua alisnya.
"Apa ada masalah? " tanya Cao Zhen Xin yang dapat membaca pikiran penjaga tersebut.
"Seseorang ingin menemui anda Tuan muda. " jawab penjaga gerbang tersebut.
"Bertemu denganku? Tapi sepertinya aku tidak memiliki satupun teman di kota ini. " ucap dalam hati Cao Zhen Xin.
" Hei.." ucap pemuda tampan yang pernah membantu Cao Zhen Xin saat melawan Si Dong melambaikan tangannya.
"Tuan muda, dia Tuan muda Wangzy tunangan putri King Xia yang mengundang anda. " ucap penjaga tersebut.
Cao Zhen Xin kemudian mengangguk, setelah itu penjaga tersebut kembali ketempatnya. Sedangkan Cao Zhen Xin menghampiri Wangzy .
"Tuan muda terimakasih waktu itu telah membantuku. " ucap Cao Zhen Xin setelah tiba didepan Wangzy.
"Hehe bantuan itu tidak seberapa. Aku mengundangmu kesini hanya ingin berbincang santai... karena jujur saja aku tidak memiliki teman seumuran denganku. " ucap Wangzy .
__ADS_1