
"Saudara Wei! " teriak Xie Vu.
Swuuuuush! Cao Zhen Xin menghilang lalu muncul diatas langit lebih tinggi lagi. Matanya menatap tajam kearah enam saudara Xie.
"Saatnya terima kematian kalian..." ucap dingin Cao Zhen Xin kemudian mengerahkan tiga puluh persen energi Qi yang tersisa kearah pedang emasnya.
Swuuuung! Pedang emas bergetar hebat setelah Qi besar terus mengisi kedalam pedang tersebut.
"Seribu Pedang Ilahi! " teriak Cao Zhen Xin.
Swuuuuung! Pedang emas tiba tiba muncul dibelakang punggungnya, tak hanya satu pedang emas, kini menjadi ribuan pedang emas yang melayang dibelakang punggung Cao Zhen Xin menghadap keenam saudari Xie.
"Segel Es! Dunia Es! " ucap Cao Zhen Xin.
Swuuuuush! Hawa dingin menyebar kesegala penjuru dunia kecil tersebut. Seketika keenam saudara Xie merasa jurus yang dikeluarkan Cao Zhen Xin bukanlah jurus yang biasa mereka temui .
"Dia bukanlah pemuda sembarangan..." ucap Xie Wei ucap telepati pada rekannya.
"Benar apa katamu... namun apa boleh buat, kini hanya ada satu diantara kita yang akan jadi pemenang. " balas Xie Vu.
"Gunakan formasi selendang berdarah! " teriak Xie Vu.
"Baik! "
Cao Zhen Xin yang bersiap melepaskan ribuan pedang yang ada dibelakang punggungnya kini memfokuskan serangannya.
"Mati! " teriak Cao Zhen Xin.
Swuuuuuush! Ribuan pedang melesat kearah enam saudara Xie dengan kecepatan tak kasat mata.
"Aarghhh! Hawa dingin ini..." ucap Xie Ling yang merasa darahnya membeku.
__ADS_1
"Saudari Ling apakah kita ingin mati! Cepat bantu memperkuat jurus selendang berdarah! " teriak Xie Vu.
"Aahh oke oke..." ucap Xie Ling.
Swuuush! Ia menggabungkan selendang dengan selendang milik saudari lainnya, setelah itu mereka membuat segel formasi yang cukup rumit.
"Segel Formasi! Selendang Berdarah! " teriak Keenamnya kompak.
Swuuuuush! Taanng! Tiiing! Selendang yang telah bergabung menjadi satu tiba tiba bergerak meliak liuk menghalau serangan ribuan pedang milik Cao Zhen Xin. Melihat hal tersebut Cao Zhen Xin berdecak kesal dengan jurus yang dikeluarkan oleh keenam lawannya.
"Ternyata mereka sangat kompak. " gumam Cao Zhen Xin sambil terus memfokuskan serangan pedangnya.
Namun tiba tiba ia harus melepas kendali serangan pedangnya saat Xie Vu mengeluarkan jurus lainnya.
"Selendang Nirwana! Selendang Pencabut Sukma! " teriak Xie Vu menarik selendang miliknya yang telah bersatu.
Swwuuuush! Cao Zhen Xin menghindari selendang Xie Vu yang tiba tiba memanjang dan mencoba melukainya dengan serangan bertubi tubi. Karena kewalahan, Cao Zhen Xin menghilangkan fokusnya dan membuat ribuan pedang emas yang telah ia bentuk menghilang secara tiba tiba.
"Apa yang kalian lihat! Serang! " teriak Xie Vu marah karena kelima saudaranya hanya diam melihatnya.
Cao Zhen Xin kini telah menggenggam pedangnya dengan wajah yang tenang.
"Mari kita akhiri. " Swuuuush! Setelah ucapannya selesai Cao Zhen Xin melesat kearah Xie Vu.
Swuuuuung! Pedang emas kembali ia aliri menggunakan energi Qinya, setelah itu pedang emas bergerak sendiri mengelilingi tubuhnya memblokir serangan selendang yang terus membabi buta mencoba melukai tubuh majikannya.
"Seribu tapak ilahi! " teriak Cao Zhen Xin yang telah berada dihadapan Xie Vu.
Xie Ling, dan keempat saudara lainnya disibukan dengan pedang emas yang terus memblokir serangan mereka, sedangkan Xie Vu yang terlihat kewalahan menerima serangan tinju yang cepat dari Cao Zhen Xin.
"Mati! " teriak Cao Zhen Xin melancarkan tinjunya kearah Xie Vu menggunakan gabungan keenam elemennya.
__ADS_1
Swuuuuush! Blaaaaar! Dhuaaaaar! Xie Vu yang terkena serangan tinju Cao Zhen Xin terpental dan langsung meledak menjadi kabut darah.
"Saudari Vu! " teriak kelimanya kompak.
"Tidak usah terlalu terkejut, karena setelah ini giliran kalian. " ucap Cao Zhen Xin tiba tiba bergerak kearah Xie Wei.
"Saudari Wei hati hati! " teriak lainnya.
Swuuuuush! Xie Wei tak tinggal diam, ia segera menggunakan selendangnya mencoba melilit tubuh Cao Zhen Xin.
"Naif! " ucap Cao Zhen Xin terus bergerak mendekati Xie Wei dengan cara melesat secara zig zag menghindari serangan selendang Xie Wei.
Dibagian lain, Xie Ling yang melihat bahaya akan menghampiri Xie Vu segera melesat, namun pergerakannya terllihat oleh Cao Zhen Xin.
Swuuuush! Baaaaaams! Cao Zhen Xin mengerahkan telapak Ilahinya kearah Xie Ling disela sela menghindari serangan selendang milik Xie Wei.
"Arrrgghh! " pekik Xie Ling terjatuh dari atas langit.
"Saudari Ling. " ucap lainnya panik.
Dhuuaaaaaaar! Xie Ling memuntahkan banyaj darah hitam dari bibirnya setelah menabrak dan membuat bekas tangan kawah raksasa.
"Giliranmu! " ucap Cao Zhen Xin kemudian melancarkan tinjunya kearah wajah Xie Wei menggunakan gabungan kekuatan enam elemen.
Xie Wei yang ternyata teralihkan perhatiannya pada Xie Ling hanya bisa terdiam dan..
Dhuaaaar! Tubuhnya meledak menjadi kabut darah setelah tinju Cao Zhen Xin menyentuh wajahnya.
"Saudari Wei! " teriak ketiga rekan lainnya.
####
__ADS_1
Maaf baru up, dan ini juga nyempetin up walaupun badan lagi cape serta ngantuk. Jadi tulisannya jelek, maap ya.