
"Jie lalu apa yang terjadi? " tanya Cao Zhen Xin yang sangat penasaran.
"Waktu itu..." ucap Di Jie menghela napas panjang.
Kejadian ribuan tahun lalu yang sangat pahit sungguh membuatnya kembali teringat pada waktu tersebut.
"Tu-tunggu Jie, bukankah kejadian itu ribuan tahun lalu? Kenapa kamu..." ucap Cao Zhen Xin terdiam karena ia tersadar bahwa umur Di Jie mungkin seumuran kakeknya Cao Lian.
Di Jie menaikan alisnya heran melihat reaksi Cao Zhen Xin yang berlebihan.
"Jika kamu mampu menebak umurku memang berapa umurmu? " tanya Di Jie.
"Emm mungkin sebentar lagi delapan belas tahun. " ucap Cao Zhen Xin yang terlupa akan umurnya sendiri.
"Hah! Ughh! " ucap terkejut Di Jie yang langsung tersedak arak.
"Be-benarkah? " ucap lagi Di Jie kemudian menajamkan penglihatannya melihat wajah Cao Zhen Xin yang sangat tampan.
"Huhh sudahlah lupakan saja tentang umur, apakah kau mau mendengar kembali ceritaku? " tanya Di Jie.
Cao Zhen Xin mengangguk dan kemudian menyesap arak yang ada digelasnya.
"Yang Jian waktu itu mampu menciptakan apapun yang ia inginkan dengan kekuatannya yang tiada tanding terus membantai dan menyerap kekuatan kami. Bahkan kami mempercayai kekuatannya pada saat itu bisa dikatakan sama dengan kekuatan para Buddha, bahkan ia pernah menghancurkan gunung dengan nafasnya saja."
"Karena keseimbangan Benua ini kacau, tiba tiba lahir lah seorang anak yang diramalkan dapat membunuh Yang Jian. Sontak Yang Jian yang saat itu menjadi penguasa Benua ini membunuh semua anak yang baru lahir, namun kami yang sudah muak dengan perilakunya, kami membawa ratusan anak yang tersisa dan kami sembunyikan. "
Cao Zhen Xin mendengarkan cerita tersebut dengan khidmat, ia tak berani sedikitpun memotong cerita tersebut.
"Setelah ratusan tahun anak tersebut tumbuh menjadi seseorang kultivator hebat, kami terus memberikan mereka sumber daya yang ada di Benua ini, bahkan tidak ada satupun sumber daya yang tersisa hingga hari ini. Singkat cerita, dari ratusan anak tersebut tiba tiba salah satu diantara mereka memiliki kekuatan yang sangat aneh, aura yang dikeluarkan tubuhnya sangatlah berbeda."
"Anak tersebut bernama Zhu, karena keanehan tersebut dan kekuatannya yang sepertinya masih bisa naik dari tingkat puncak ranah kultivasi, kami memutuskan memberikan sumber daya yang telah dibagi rata untuknya. Dan benar saja, ramalan tersebut benar adanya, Zhu mampu mengalahkan Yang Jian dengan waktu pertempuran selama tujuh hari tujuh malam, mereka bertempur diluar angkasa hingga menghancurkan banyaknya galaxy yang didiami oleh mahkluk lain, senjata kebanggaannya Pedang emas terus mencoba menebas tubuh Yang Jian hingga benar benar Yang Jian tewas."
__ADS_1
"Ternyata kematiannya tidak semudah yang kami bayangkan, Yang Jian yang waktu itu kami kira telah tewas tiba tiba bangkit dan kembali bertempur habis habisan dengan Zhu, namun lagi lagi Yang Jian tewas, namun sebelum kebangkitannya kembali Dewi Kwan In datang dan menyegelnya diBenua ini, hingga saat ini Yang Jian masih tersegel dan Zhu juga masih hidup menjaga segel tersebut." ucap Di Jie mengakhiri ceritanya.
Cao Zhen Xin menganggukan kepalanya, kemudian ia melihat wajah Di Jie yang kini sedikit gelisah.
"Se-senior kenapa anda terlihat terlalu gelisah? " tanya Cao Zhen Xin heran.
Di Jie menatap hangat Cao Zhen Xin.
"Tidak apa apa, hanya saja saat aku menceritakan cerita ini aku teringat sudah tujuh belasan tahun Benua yang bebas ini diselimuti rasa kekhawatiran yang sama." ucap Di Jie.
Cao Zhen Xin menaikan alisnya.
"Memang masalah apa itu?" tanya Cao Zhen Xin yang kembali heran.
"Kebangkitan Yang Jian. " ucap Di Jie.
Deeeghh! Dan tiba tiba kata kata tersebut menyadarkannya bahwa tugasnya diBenua tersebut untuk mencari keberadaan Zhu. Namun ia yang masih penasaran segera menanyakan kembali kebangkitan tersebut.
"Sudah, Dewi Kwan In mengatakan pada kami bahwa Yang Jian dapat keluar dari segel ketika ribuan tahun yang akan datang ras Iblis dari Benua lain kembali musnah, dan kemusnahan mereka menimbulkan rasa benci yang akan membuat segel tersebut hancur." ucap Di Jie.
"Namun kami sedikit lega, ternyata alasannya untuk keluar dari segelnya menunggu seorang yang menerima karma tersebut sangat membenci kaum aliran putih, hingga ia lupa akan siapa jati dirinya dan oleh siapa ia dilahirkan, karena kelahirannya berasal dari karma musnahnya kaum iblis. "
Deeeghh! Jantungnya berdetak sangat kencang mendengar cerita tersebut.
"Maaf senior tanda apakah yang sudah terjadi sehingga senior sangat resah? " tanya Cao Zhen Xin.
"Benua ini sudah damai selama ribuan tahun, walaupun Benua ini tidak lah banyak akan penghuninya, namun kekuatan kami semua setara akibat kejadian tersebut. Dan tanda tanda itu kami yakini munculnya hewan iblis yang tiba tiba muncul dan mencoba menyerang kami. Dan membunuh kami."
"Senior bukankah kekuatan kalian berada dipuncak ranah kultivasi? " tanya Cao Zhen Xin heran.
Di Jie terdiam kemudian berdiri dari kursinya menatap pintu yang terbuka.
__ADS_1
"Jika kekuatan mereka seperti hewan iblis pada umumnya mungkin kami tidak mempermasalahkannya. Namun aku sendiri pernah bertemu dengan mereka, yang aku temui kekuatan terendah mereka hanya tingkat Kaisar Dewa Puncak satu. Karena kejadian tersebut kami meyakini Yang Jian akan kembali bangkit diwaktu yang dekat ini. " ucap Di Jie.
Cao Zhen Xin mengangguk, kemudian ia mencoba mencerna semua cerita dengan baik.
"Apakah tugasku..." ucap dalam hati Cao Zhen Xin terhenti.
"Gawaat! " ucap Di Jie terkejut menerima panggilan dari Zhu.
"Senior apa ada masalah? " tanya Cao Zhen Xin heran.
Swuuuung! Swuuuuush! Di Jie membuat segel tangan, setelah itu munculah cermin yang menggambarkan kejadian yang sedang terjadi di Benua yang bebas tersebut.
"Apaa! " ucap Cao Zhen Xin terkejut melihat ribuan hewan iblis menyerang para Kultivator, terkejutnya bukan karena jumlah mereka, namun kekuatan mereka yang tidak bisa dipikir nalar.
"Zhen aku harus pergi membantu rekan rekanku, sekarang kamu bisa melanjutkan tugasmu. " ucap Di Jie yang segera membuat portal dimensi.
"Tunggu senior! Seorang yang aku cari adalah teman Senior, jadi aku akan membantu Senior dalam menghadapi pasukan tersebut. " ucap Cao Zhen Xin yakin.
Mendengar hal tersebut sedikit wajah keterkejutan terlihat, namun setelah itu Di Jie mengangguk dan melanjutkan membuat portal dimensi menuju tempat pertarungan.
"Mari." ucap Di Jie.
"Baik senior. " jawab Cao Zhen Xin kemudian memasuki gerbang dimensi bersama Di Jie secara bergantian.
Swuuuuushh! Mereka berdua lenyap tertelan kehampaan muncul diatas langit, melihat lima pria paruh baya dengan rambut putih menghadapi para pasukan hewan iblis yang memiliki kekuatan terendah Kaisar Dewa Puncak 1.
Swuuuuush! Swuuuuush! Kemunculan mereka berdua juga dibarengi dengan munculnya ratusan portal dimensi dari arah yang berbeda. Tanpa basa basi salah satu diantara mereka langsung berteriak.
"Serang! "
Swuuuuush! Swuuuush! Baaaaamss! Dhuaaaaar! Dhuaaaar! Ledakan terdengar sangat keras, bahkan Cao Zhen Xin juga mulai membantu mereka.
__ADS_1