
Setelah beberapa menit kembali memulihkan dirinya, Cao Zhen Xin kembali menatap pertempuran enam naga yang bergabung melawan Su Long. Ia terus mengamati hingga nanti ia akan berusaha merebut pedang hitam dan berpikiran segera menyegel pedang tersebut.
"Terus buat dia kewalahan!" ucap Cao Zhen Xin memberikan semangatnya kearah enam naga.
Su Long yang terus disibukan menghindari ribuan serangan bola kecil yang memiliki kandungan enam elemen berbeda hanya bisa menghindar dan menghindar. Tanpa sadar, Wangzy dari atas langit lebih tinggi mengamati pertempuran dahsyat tersebut.
"Ooh kenapa aku harus berhadapan dengan saudara yang aku angkat sendiri." gumam Wangzy kemudian menggunakan cadar hitam menutupi seluruh tubuhnya. Karena ia tahu cepat atau lambat, Naga enam kepala dapat mengalahkan Su Long.
Cao Zhen Xin yang terus mengamati pertempuran naga enam kepala dengan Su Long tiba tiba melesat kearah Su Long dengan kecepatan puncaknya.
Swuuuuush! Slaaaaash! Setelah sampai didepan Su Long, Cao Zhen Xin mengayunkan pedangnya kearah lengan kiri Su Long, namun dengan cepat ia segera membalikan pedangnya dan mengarah ke lengan sebelah kanan, sehingga Su Long kelabakan dan akhirnya lengannya kembali terlepas dari tubuhnya.
Cao Zhen Xin tak tinggal diam lagi, ia segera membuat segel tangan yang sangat rumit menyegel tangan Ding Yin yang menggenggam pedang Hitam dengan sangat cepat. Bahkan master formasi tidak mampu menyamai kecepatan Cao Zhen Xin dalam membuat segel tersebut.
Swuuuuuung! Segel terbentuk, dan mengurung pedang hitam yang digenggam tangan Ding Yin. Namun tiba tiba Cao Zhen Xin harus termundur dari tempatnya setelah berhasil memasang segel ke Pedang Hitam.
Swuuuuush! Dhuuuaaaar! Serangan kecil Wangzy mampu membuat Cao Zhen Xin menjauh, dengan segera Wangzy yang menggunakan cadar menarik pedang hitam dan membawa kabur pedang tersebut dengan kecepatan diluar nalar.
"Si-siapa dia! " ucap Cao Zhen Xin terkejut, kemudian ia menatap naga enam kepala yang berubah menjadi asap dan masuk kedalam tubuhnya.
Setelah itu pandangannya tertuju kearah Ding Yin yang hanya menyisakan tangan kirinya saja tiba tiba tak sadarkan diri.
"Senior..." ucap Cao Zhen Xin kemudian memeluk tubuh Ding Yin.
Dengan segera ia mengeluarkan Pill penyembuh tingkat Dewa yang terakhir ia miliki. Ia langsung menelankan Pill tersebut kepada Ding Yin, wajahnya yang sedikit pucat tiba tiba kembali normal setelah Cao Zhen Xin memberikan Pill penyembuh tingkat Dewa tersebut.
__ADS_1
"Siapa pemuda tadi..." gumam Cao Zhen Xin yang masih terpikirkan oleh sosok yang membawa lari pedang hitam.
Namun tiba tiba ia teringat akan pasukannya diluar gerbang. Dengan segera ia membuat segel yang cukup rumit.
Swuuuuung! Sebuah pengurung muncul melindungi tubuh Ding Yin, setelah itu ia menghentakan kakinya melesat kearah gerbang sekte.
"Berhenti! " teriak Cao Zhen Xin menggema kesegala penjuru.
Pertempuran yang sangat kacau diluar gerbang akhirnya berhenti, mereka yang ada dipihak Cao Zhen Xin tersenyum senang melihat Cao Zhen Xin sepertinya memenangkan pertempuran. Berbeda dengan pihak Su Long yang wajahnya memerah.
"Aku telah memenangkan pertempuran kali ini... Jadi menyerahlah." ucap Cao Zhen Xin lantang.
"Ciiihh! Tidak akan pernah! " balas salah satu tetua melesat kearah Cao Zhen Xin. Tak hanya satu tetua saja, kini beberapa tetua mulai mengepung Cao Zhen Xin dari berbagai sisi.
"Kalian lihat apa lanjutkan saja pertempuran ini! " teriak salah satu tetua menggema.
Pertempuran dibawah kembali memanas setelah salah satu tetua memberikan perintahnya.
"Meskipun kamu berhasil mengalahkan ketua Yin, tapi bukankah tubuhmu pasti juga mengalami luka berat? " ucap salah satu tetua.
Cao Zhen Xin tiba tiba tertawa terbahak bahak.
"Hahahahaha.... Bisa kalian coba." ucap Cao Zhen Xin setelah tertawa nadanya menjadi dingin.
"Mati! " teriak mereka menyabetkan pedang mereka kearah tubuh Cao Zhen Xin dari berbeda sisi.
__ADS_1
"Naiif! " ucap Cao Zhen Xin kemudian mengangkat pedang emasnya memblokir empat pedang yang mengarah ketubuhnya.
Traaaaaakkk! Klaaaang! Empat pedang yang membentur pedang emas tersebut tiba tiba langsung hancur tak tersisa. Melihat hal tersebut tubuh mereka langsung bergetar.
"Kenapa hanya satu gertakan saja sudah takut.... Bagaimana rencana kalian tentang membunuhku jika sifat kalian seperti ini.." ucap dingin Cao Zhen Xin.
"Ka-kami..."
Dhuuuuaaar! Dhuuuaaaar! Dhuuuaaaar! Dhuuaaar! Empat tetua tersebut seketika meledak menjadi kabut darah, ketika sebuah tapak tangan muncul dari langit menabrak tubuh mereka.
Setelah membunuh mereka berempat, pandangan Cao Zhen Xin terarah pada pasukan dipihak Su Long yang sebenarnya usaha mereka hanya sia sia.
"Sepertinya tidak ada pilihan lain.." gumam Cao Zhen Xin menghilangkan enam elemen dibalik punggungnya, bola matanya pun kembali seperti biasa.
Swuuuuush! Swuuuuush! Cao Zhen Xin melesat secara zig zag mulai membunuh mereka yang ada dipihak Su Long, pedang emasnya juga telah ia aliri banyak energi Qi, pedang emas yang ikut membunuh terus terbang melesat kesana kemari menembus jantung Kultivator dipihak Su Long.
Baaaamss! Dhuaar! Dhuaaaar! Cao Zhen Xin terus mengibaskan tangannya melepaskan tapak ilahi secara brutal terus menerus hingga pihak Su Long tersisa tiga puluh persen dari jumlah awal pertempuran.
Aksi yang dilakukan oleh Cao Zhen Xin membuat kagum murid sekte Naga Hitam dipihak Ding Hao, bahkan Ding Hao, Li Ying, Hu San pun hanya bisa terbengong melihat mudahnya Cao Zhen Xin membunuh murid pihak Su Long. Dalam hati mereka ingin bertanya pada Cao Zhen Xin apakah Ding Yin berhasil dikalahkan atau malah kabur dari pertempuran, namun melihat wajah Cao Zhen Xin yang tenang membuat mereka mengira Ding Yin telah kalah, bahkan jika tewas mereka sudah menghiklaskannya.
###
Bagaimana persentase tulisan hari ini?? Maafkan author yang pikirannya lagi ruweettttttt..
Follow IG skuyy : Alendra_Danuarta
__ADS_1