Lahirnya Penguasa Yin Dan Yang.

Lahirnya Penguasa Yin Dan Yang.
Memulai rencana.


__ADS_3

"Ya-Yang Mulia jangan bercanda. " ucap Tang Yin.


Fao Sheng menggelengkan kepalanya, namun Cao Zhen Xin merasa aneh dengan gerak gerik Tang Yin.


"Mata mata. " ucap dalam hati Cao Zhen Xin.


"Jendral Tang Yin, apakah jendral tidak mempercayainya? " ucap Cao Zhen Xin tiba tiba bangun dari tempat duduknya, seakan akan ia sangat mengenal Tang Yin dan mulai mendekatinya.


Melihat perubahan Cao Zhen Xin, Fao Sheng dan Fao Li sedikit merasa heran. Namun tiba tiba mata mereka melotot melihat apa yang dilakukan oleh Cao Zhen Xin.


Swuuush! Buuugh! Swooooosh! Cao Zhen Xin yang telah berada didepan Tang Yin langsung bergerak cepat dan menotok peredaran darahnya, sehingga Tang Yin kini mematung.


"Kamu! " ucap para petinggi kerajaan geram dengan ketidak sopannya Cao Zhen Xin.


"Zhen apa yang kamu lakukan. " ucap penuh pertanyaan Fao Sheng.


"Tunggu penjelasanku, ucap Cao Zhen Xin kemudian menatap para petinggi kerajaan dengan tajam."


Swuuuuush! Cao Zhen Xin menghilang dengan kecepatan tak kasat mata lalu muncul dibelakang petinggi kerajaan dan kembali menotok peredaran darah mereka.


"Zhenn! " ucap Fao Sheng keras, karena menurutnya apa yang dilakukan oleh Cao Zhen Xin sudah kelewat batas.


"Shenger! Aku rasa Zhen memiliki alasan yang kuat kenapa ia melakukan hal tersebut. " ucap Fao Li masih menatap apa yang dilakukan oleh Cao Zhen Xin.


Fao Sheng akhirnya mencoba tenang dan melihat apa yang terjadi, namun tiba tiba mereka berdua langsung menutup tubuh mereka dengan energi Qi, karena saat Cao Zhen Xin akan menotok peredaran darah petinggi istana yang lain, petinggi istana tersebut berhasil mengikuti kecepatan Cao Zhen Xinn.


Baaaaaamss! Dhuaaar! Cao Zhen Xin terkejut, ia mengira ranah petinggi tersebut berada di dewa tingkat satu, sehingga ia berpikir dapat menotok peraliran darahnya dengan mudah seperti yang ia lakukan pada Tang Yin dan petinggi lainnya. Namun ternyata dugaannya salah, sehingga ia harus terlempar dan menabrak dinding aula kerajaan.


"Gege. " ucap khawatir She Luan.


"Dasar tak memiliki etika! Yang Mulia mungkin dia mata mata yang sengaja mengacaukan strategi awal yang kita buat. " ucap Fang Lao marah sambil menunjuk Cao Zhen Xin.


Diam diam Fang Lao melirik teman temannya yang telah tertotok peredaran darahnya secara diam diam.

__ADS_1


"Ternyata ia menyembunyikan ranah kultivasinya dengan sangat baik. " gumam Cao Zhen Xin.


Cao Zhen Xin kemudian berdiri dan menatap Fao Sheng serta Fao Li bergiliran dengan hormat.


"Senior apa kalian mengetahui siapa mereka? " tanya Cao Zhen Xin.


"Te-tentu karena mereka petinggi kerajaan yang bekerja sangat lama dengan kami, apakah ada yang salah. " ucap Fao Sheng sedikit terkejut dengan pertanyaan Cao Zhen Xin.


"Jika aku membunuh mereka semua, apakah senior akan membantu mereka? " tanya lagi Cao Zhen Xin sambil menunjuk Tang Yin, serta beberapa petinggi kerajaan yang mematung, kecuali Fang Lao yang wajahnya memerah menahan marah.


Fao Sheng dan Fao Li bertatap tatapan, seolah olah keduanya sedang merundingkan sesuatu, namun tiba tiba mereka terkejut dengan Fang Lao yang sejak dulu tidak pernah emosi, kini emosi berlebihan.


"Bre*gsek! Cari mati kau bocah! " teriak Fang Lao.


Swuuuuush! Baaaaamsss! Dhuaaaaar! Fang Lao mengerahkan seluruh kekuatannya yang berada ditingkat Dewa sejati tingkat lima, setelah itu Fang Lao melesat dan mengerahkan tinjunya kearah Cao Zhen Xin, karena Fao Sheng dan Fao Li yang terlambat beraksi, Cao Zhen Xin terkena tinju Feng Lao yang membuatnya terpental kearah dinding aula dan menyebabkan dinding tersebut hancur.


"Gege! "


"Luaner tenanglah, aku tidak apa apa aku sengaja memancingnya karena aku melihat pergerakan mereka yang mencurigakan. " ucap telepati Cao Zhen Xin kearah She Luan.


"Fang Lao apa yang kamu lakukan! " bentak Fao Sheng.


"Dan ranahmu...." ucap Fao Sheng menatap tajam Fang Lao yang ternyata ranahnya saat dahulu berada ditingkat Dewa tingkat satu kini naik hingga Dewa sejati tingkat lima.


Fao Li yang ingin mengecek keadaan Cao Zhen Xin tiba tiba menghentikan langkahnya saat suara Cao Zhen Xin terdengar.


"Senior apakah kalian sudah tau alasanku. " ucap Cao Zhen Xin keluar bersama She Luan dari dalam debu dan puing dinding aula kerajaan.


"A-aku...." ucap Fang Lao gelagapan karena ia lepas kendali.


"A-aku hanya lepas kendali." ucap Fang Lao membela dirinya.


Fao Sheng menatap Fang Lao dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"Tidak tidak ranah Fang Lao tidak mungkin naik sepesat ini, jadi kamu...." ucap dingin Fao Sheng.


Fao Li menatap Tang Yin, serta beberapa petinggi istana dengan tajam.


Baaaammss! Baaaaams! Tiga ledakan berasal dari tubuh dua petinggi dan Tang Yin terdengar, yang diartikan mereka bertiga memaksa melepas totokan darah Cao Zhen Xin.


Swuuuuung! Aula kerajaan bergetar dengan munculnya tiga kekuatan ranah Dewa Sejati tingkat lima yang berasal dari tubuh dua petinggi kerajaan dan tTang Yin.


"Pengkhianat! " ucap Fao Sheng dan Fao Li kompak.


Baaamss! Baaaamss! Keduanya mengeluarkan ranah Dewa Sejati tingkat lima, yang menyebabkan aula runtuh, sontak Cao Zhen Xin membuatkan pelindung dari Qi untuk melindungi tubuhnya dan She Luan dari timpaan bangunan aula kerajaan.


"Hahahahaha! Akhirnya misi kita tidak berjalan dengan mulus. " ucap Fang Lao.


Swuuuush! Tang Yin, dan dua petinggi kerajaan muncul disamping Fang Lao.


"Tapi tenang saja, karena apa yang dapat kalian buat, kalian hanya berdua dan kami berempat. Dan untukmu bocah kep*rat tak kusangka kamu dapat mengetahui penyamaran kami, namun tenang saja karena kekagumanku mengenaimu aku tidak akan menyiksamu, setelah mengalahkan raja bodoh dan penasehat tengik ini, akan ada giliranmu nanti." ucap Fang Lao.


"Plesetan dengan omonganmu! Zhen, Yin cepat tinggalkan kerajaan ini! " teriak Fao Li.


"Yang lain segera menjauh dan jangan biarkan para prajurit serta anggota keluarga kita mendekat. " ucap Fao Sheng menimpal pada beberapa petinggi kerajaan yang mulai menjauh.


Swuuuush! Fao Li dan Fao Sheng melesat melawan pengkhianat kerajaan mereka, namun terlihat Cao Zhen Xin masih bersikap tenang yang kini sedang menatap She Luan yang masih mengkhawatirkannya.


"Luaner tenanglah, aku akan membantu mereka karena itu kamu menjauhlah dari sini. " ucap Cao Zhen Xin menenangkan She Luan.


"Ta-tapi....." sebelum melanjutkan lagi ucapannya, tangan Cao Zhen Xin menyentuh bibirnya.


"Percayalah. " ucap Cao Zhen Xin.


She Luan mengangguk dan kemudian menjauh dari pertempuran tersebut. Ledakan dan suara pertempuran mereka ternyata membuat para warga dan prajurit kerajaan yang tak lain anggota kerajaan Fao Dan heran. Mereka berbondong bondong melihat hal yang menurut mereka aneh tersebut. Pasalnya mereka mengenal Tang Yin, Fao Sheng, dan Fao Li akur, namun kini mereka bertarung sangat serius.


"Senior aku akan membantumu. " ucap Cao Zhen Xin.

__ADS_1


__ADS_2