Lahirnya Penguasa Yin Dan Yang.

Lahirnya Penguasa Yin Dan Yang.
Rencana pengepungan


__ADS_3

Cao Zhen Xin dan She Luan mengikuti Fao Sheng yang berjalan menuju istana kecilnya, sesampainya.


"Hormat raja Fao Sheng! " ucap para prajurit yang berjaga hormat.


"Heeem meskipun kerajaan ini sangat kacau, tapi mereka semua masih mengakui raja tersebut dengan begitu hormatnya. " ucap dalam hati Cao Zhen Xin.


"Siapkan makanan dan minuman untuk kedua tamuku, setelah itu perketat penjagaan disetiap sudut kerajaan." ucap Fao Sheng dengan wibawa kepemimpinannya sendiri.


"Baik! " jawab beberapa diantara mereka memisahkan diri.


Setelah itu Cao Zhen Xin dan She Luan memasuki istana yang ternyata ia memasuki aula yang sedang mengadakan pertemuan secara khusus. Para jendral kerajaan, serta beberapa petinggi kerajaan memberikan hormat mereka pada Fao Sheng.


"Tuan muda, tuan putri silahkan duduk di bangku yang telah tersedia. "


Cao Zhen Xin dan She Luan mengangguk, setelah duduk tak berselang lama makanan dan minuman pun tiba, namun terlihat hanya roti dan beberapa makanan ringan serta dua minuman arak.


"Maafkan kami yang tidak bisa memberikan jamuan yang mewah, karena tuan muda telah melihat sendiri bagaimana keadaan kerajaanku ini. " ucap sedih Fao Sheng.


"Senior tak perlu sungkan....." ucap Cao Zhen Xin terpotong oleh seorang jendral.


"Lancang! Siapa kamu berani memanggil Yang Mulia dengan sebutan senior! Siapa senior bagimu itu! " ucap jendral Tang Yin.


Cao Zhen Xin tiba tiba teringat akan sesuatu perkataan ayahnya saat menceritakan beberapa petualangannya dialam fana.


"Tang Yin cukup, lagian dia juga telah membantu keluargaku untuk menghidupi kehidupan mereka, dari pada kamu mengkritiknya lebih baik kamu mengkritikku! " ucap seorang penasehat keraajan yang memang berasal dari keluarga Fao.


Tang Yin terdiam sejenak setelah itu ia menundukan kepalanya. Sedikit memanas situasinya tiba tiba Fao Sheng membuka mulutnya.


"Aku tahu kalian semua kini kelelahan karena menyiapkan strategi untuk menghancurkan pasukan Mize, karena itu aku akan membubarkan pertemuan ini. " ucap Fao Sheng tak punya pilihan lagi.


"Baik Yang Mulia! " ucap mereka membubarkan diri, terkecuali Cao Zhen Xin, Fao Sheng, Fao Li, dan She Luan .


Fao Sheng menatap Fao Li yang tak lain ayahnya sendiri yang menjabat sebagai penasehat kerajaannya.


"Ayah pemuda dan pemudi ini yang telah membantu anggota keluarga kita, karena itu aku membawanya kesini. " ucap Fao Sheng pada Fao Li.

__ADS_1


"Anak muda terimakasih atas uluran tangan kalian, jika boleh tau kemana tujuan kalian sehingga kalian berani memasuki kerajaan yang kacau ini? " tanya Fao Li.


"Senior maaf jika saya lancang, kami sebenarnya hanya ingin beristirahat, melihat banyaknya orang yang terlihat tidak mampu dikerajaan ini membuat kami berdua berpikir untuk membantu mereka dengan memberikan sedikit harta yang kami punya. " ucap hormat dan penuh sopan santun.


"Aku mewakili keluargaku untuk mengucapkan terimakasih....." ucap Fao Li hendak berlutut namun langsung dihentikan oleh Cao Zhen Xin.


"Senior tak perlu sungkan, jika boleh tau apa penyebabnya? " tanya Cao Zhen Xin, walaupun ia tahu sedikit dari She Luan, namun ia sendiri ingin mengetahuinya secara langsung.


Fao Sheng, dan Fao Li kemudian bercerita secara bergantian. Raut wajah Cao Zhen Xin berubah ubah, tidak ada senyum namun hanya ada rasa benci kepada dua kekaisaran yang telah membuat para warga menderita.


"Bagaimana bisa Kaisar Bai tidak mau membantu senior, dan hanya karena alasan meluaskan wilayah Mize mereka berani membuat kalian menderita seperti ini. Ini sungguh tidak bisa dibiarkan. " ucap geram Cao Zhen Xin.


"Tuan muda, namun kami tidak bisa berbuat apapun kecuali bertahan. " ucap Fao Sheng sedih.


Cao Zhen Xin kemudian menatap gambar peta kerajaan Fao Dan yang ditancapkan beberapa anak panah.


"Maaf senior apakah kalian sedang membahas strategi? " ucap Cao Zhen Xin.


"Benar, karena tiap tengah malam kapan saja dapat terjadi penyerangan. Karena itu kami harus mempersiapkannya dengan matang. " ucap Fao Sheng.


She Luan yang merasa lapar hanya memakan beberapa roti dan ikut mendengarkan perbincangan mereka.


Mata Fao Li dan Fao Sheng tiba tiba berbinar mendengar ucapan Cao Zhen Xin yang terlihat seperti seorang ahli strategi.


"Jelaskan pada kami. " ucap Fao Li cepat.


Cao Zhen Xin menunjuk titik penyerangan yang ada disetiap sudut.


"Disini tertulis pasukan kalian hanya dua ribu, sedangkan lawan lima ribu pasukan belum dengan kekuatan mereka. Lihatlah ini. " ucap Cao Zhen Xin sambil membahas strategi yang mereka buat mengenai kekurangannya.


Wajah Fao Li dan Fao Sheng tiba tiba berubah masam, karena pemuda yang ada didepan mereka dapat memperhitungkan semua kerugian dipihak mereka.


"Tu-tuan muda, apakah anda memiliki strategi lain? " ucap Fao Sheng penuh harap.


Cao Zhen Xin mengangguk, dan kemudian menancapkan beberapa anak panah disetiap sudut dan menjelaskan strategi yang ada dibenaknya.

__ADS_1


"Ta-tapi bukankah itu membahayakan warga yang tidak bisa ikut berperang. " ucap Fao Sheng menyangkal.


"Jika mereka berada didalam kota mungkin iya, namun aku meminta senior memindahkan mereka ketempat yang aman, jadi rencana ini akan berjalan lancar. " ucap Cao Zhen Xin.


"Tuan muda, tapi kini tidak ada tempat yang aman bagi keluarga kami, karena kota dan kerajaan sebelah tidak mau menerima keluarga kami untuk mengungsi. " timpal Fao Sheng.


"Bagaimana jika membuat tempat persembunyian dibawah tanah? " ucap Cao Zhen Xin.


Mata Fao Sheng dan Fao Li kembali bercahaya merasa senang karena rencana yang menurut mereka sangat masuk akal. Dan mengurangi kerugian dipihak mereka.


"Kenapa tidak terpikirkan sejak dulu. " ucap Fao Li.


"Ayah, aku akan mengumpulkan jendral dan petinggi kerajaan untuk membahas strategi ini. " ucap Fao Sheng bersemangat.


Fao Sheng yang telah pergi untuk mengabari jendral dan petinggi istana. Sedangkan Fao Li mencoba menanyakan identitas mereka berdua.


"Tuan muda siapa nama kalian, tak pantas jika kita satu ruangan tidak mengenal satu sama lain. " ucap Fao Li.


Cao Zhen Xin dan She Luan saling berpandangan.


"Luaner sepertinya keluarga Fao ini semuanya orang baik, apakah kamu ingin menggunakan identitas aslimu." ucap telepati Cao Zhen Xin.


"Maaf Gege, tampang yang baik belum tentu mencerminkan perilaku mereka, jadi aku tidak mungkin jujur pada orang yang belum aku kenal, karena bisa membahayakan nyawa kita." ucap She Luan telepati.


"Senior aku Zhen, dia Yin. " ucap Cao Zhen Xin.


"Ahhh tuan Zhen dan nona Yin. " ucap Fao Li.


Mereka bertiga berbincang sebentar hingga tak berselang lama, Fao Sheng kembali memasuki aula bersama jendral dan petinggi istana. Fao Sheng kemudian menjelaskan semua strategi buatan Cao Zhen Xin. Para petinggi dan jendralpun sangat setuju dengan strategi tersebut.


"Yang Mulia, jika boleh tau siapakah yang membuat strategi ini? Pasti dia orang ahli dibidang strategi. " ucap Tang Yin kagum.


Mata Fao Sheng melirik Cao Zhen Xin yang sedang duduk bersama Fao Li dan She Luan.


Mata Tang Yin tiba tiba terbuka lebar mendengar hal tersebut.

__ADS_1


###


Maaf kalo kurang greget dibeberapa episode ini, author lagi mikir alur tentang kekacauan yang bakal buat author pusing karena nanti Cao Zhen Xin intinya dapet banyak masalah dan harus mengorbankan banyak harta berharga miliknya. Bahkan kematian orang terdekatnya tapi itu nanti setelah berada di sekte yang ia tuju. Jadi mohon maaf ya, karena banyak kesibukan juga😭


__ADS_2