Lahirnya Penguasa Yin Dan Yang.

Lahirnya Penguasa Yin Dan Yang.
.


__ADS_3

Baaaaamsss! Dhuaaaar! Cao Zhen Xin yang melesat dan mengayunkan pedangnya tiba tiba terkejut saat melihat lawannya menghilang, lalu muncul dibelakangnya dan memberikan serangan tinju telak kepunggungnya.


"Mungkin kamu bisa membunuh Li Xiang, namun tidak denganku bocah kep*rat! " ucap penuh penekanan lawan Cao Zhen Xin.


Cao Zhen Xin yang terpental dan merobohkan rumah warga kemudian mencoba bangkit.


"Lalu apakah aku harus menyerahkan diri dan mati ditanganmu? " tanya Cao Zhen Xin sambil menyeka darah yang keluar dari mulutnya.


"Benar." jawab sang lawan.


"Hahahaha lihatlah wajahku ini, apa aku terlihat ingin mati ditanganmu? " tanya lagi Cao Zhen Xin.


"Kau...." ucap geram Bao Xi.


"Aku? " tanya Cao Zhen Xin menunjuk tubuhnya sendiri.


Swuuuuush! Bao Xi melesat dan kemudian kembali mengeluarkan pedang dari dalam cincin ruangnya.


"Pedang membelah langit! " ucap Bao Xi sambil menebas pedangnya kearah Cao Zhen Xin.


"Heem. " hanya itu yang keluar dari mulut Cao Zhen Xin, melihat adanya energi tebasan pedang kearahnya. Cao Zhen Xin menghilang lalu muncul diatas langit.


Baaaamss! Dhuaaaar! Energi pedang yang dikeluarkqn oleh Bao Xi melesat kearah rumah warga dan menyebabkan rumah tersebut hancur.


"Lumayan. " ucwp Cao Zhen Xin diatas langit.


Sontak Bao Xi menatap kearah sumber suara dimana Cao Zhen Xin berada, matanya menatap tajam melihat pedang emas yang kini berputar dan tiba tiba matanya terbelalak saat melihat munculnya ribuan pedang emas melayang dibelakang Cao Zhen Xin.


"Seribu Pedang Ilahi! " teriak Cao Zhen Xin.

__ADS_1


"Teknik perisai Dewa! " teriak juga Bao Xi yang ingin melindungi tubuhnya.


Swuuuuuuush! Ribuan pedang melesat kearah Bao Xi, Bao Xi yang telah membuat perisai merasakan firasat buruk ketika ribuan pedang mulai menggores pelindung buatannya.


"Naif. " ucap Cao Zhen Xin melihat ribuan pedang emas yang menebas kearah pelindung buatan Bao Xi.


"Arghhh! " pekik Bao Xi tak sanggup menahan serangan brutal pedang emas mencoba menghancurkan pelindung buatannya.


"Bocah ini...." ucap Bao Xi mencoba menenangkan pikirannya dan terus menambah Qinya untuk memperkuat pelindung buatannya.


Ctaaang! Ctiiiing! Kraaaaakk! Klaaqqqng! Dhuaaaaar! Ribuan suara benturan pedang mencoba menghancurkan perisai buatan Bao Xi hingga perisai tersebut benar benar hancur.


"Mati! " ucap Cao Zhen Xin dingin.


Bao Xi akhirnya tewas mengenaskan, tubuhnya tercincang oleh ribuan pedang. Melihat itu, ia segera menatap pertempuran Fao Li, dan Fao Sheng yang kini membalikan situasi. Mereka berdua terus menggempur tanpa ampun lawan mereka yang kini hanya bisa menghindar dan menghindar.


"Menyerahlah Fang Lao. " ucap Fao Sheng yang tidak tega membunuh Fang Lao.


Fang Lao hanya diam, namun matanya melirik kearah bagian tubuh Fao Sheng yang memiliki celah.


"Naif! " balas Fang Lao kemudian mengeluarkan jarum beracun secara diam diam dan akan menancapkannya kearah Fao Sheng, namun ternyata gerakannya telah diperhatikan oleh Cao Zhen Xin.


Swuuuuush! Slaaaaaaash! Tiba tiba pedang emas melesat dan menebas tangan Fang Lao yang menggenggam jarum beracun berniat untuk melukai Fao Sheng. Tak hanya disitu saja, pedang emas kembali bergerak dan menembus jantung Fang Lao.


Fao Sheng yang juga terkejut kini termundur, dan menatap Cao Zhen Xin seakan akan ia ingin tahu alasan Cao Zhen Xin membunuh Fang Lao. Dibagian Fao Li ternyata ia tidak menemukan masalah yang berarti dan ia berhasil membunuh salah satu petinggi kerajaan yang telah berkhianat.


"Senior, mereka hanya seorang mata mata yang menyamar, maka aku berani membunuh mereka. " ucap Cao Zhen Xin yang risih melihat tatapan Fao Sheng.


"Tapi...." ucap yang tidak dilanjutkan oleh Fao Sheng saat melihat Cao Zhen Xin tiba tiba muncul didepannya dan melepas topeng wajah Fang Lao.

__ADS_1


"Dia! " ucap Fao Sheng.


"Benar mereka mata mata, dan kenapa aku dapat mengetahuinya, karena disaat kita membahas strategi yang aku buat, mereka menggosok sebuah cincin yang berfungsi sebagai pengantar pesan. " ucap Cao Zhen Xin mengambil cincin pria paruh baya yang menyamar menjadi Fang Lao.


"Shenger!" panggil Fao Li.


Fao Sheng terdiam, dan tak lama Fao Li muncul disampingnya sambil memberikan cincin yang sama yang digenggam oleh Cao Zhen Xin.


"Jadi selama ini...." ucap Fao Sheng tiba tiba teringat akan penyersngan pasukan kekaisaran Mize yang hampir membuat mereka kalah, namun atas pengorbanan beberapa petinggi istana, mereka mampu menarik mundur pasukan musuh kembali.


"Benar apa yang dipikirkan olehmu Shenger." ucap Fao Li pelan.


Setelah itu, mereka bertiga mengambil cincin ruang milik lawan yang mereka bunuh.


"Zhen ambilah semua cincin ini, anggap saja sebagai kompensasi luka yang dialami olehmu. " ucap Fao Li.


Cao Zhen Xin mengangguk, dan kemudian ia hanya mengambil satu cincin pemyimpanan saja.


"Sisanya aku serahkan pada senior." ucap Cao Zhen Xin.


Swuuuuush! She Luan tiba dan langsung memeluk Cao Zhen Xin dengan hangat.


"Luaner." ucap lembut Cao Zhen Xin.


She Luan menatap tubuh Cao Zhen Xin dari atas hingga bawah. Tidak ada luka, namun terlihat beberapa jubah biru terangnya sedikit robek bekas tebasan pedang.


####


Maaf baru bisa update, cuma satu episode pendek lagi, maap ya.

__ADS_1


__ADS_2