Lahirnya Penguasa Yin Dan Yang.

Lahirnya Penguasa Yin Dan Yang.
Cao Zhen Xin VS Bing Yinshi.


__ADS_3

"Anak muda aku tahu engkau sangat dendam kepada keluargaku Tao... Tapi apakah kamu harus membunuh mereka semua yang tak berdosa." ucap Bing Yinshi menunjuk tulang yang berserakan.


Suara yang sedikit dibuat berat oleh Bing Yinshi membuat Cao Zhen Xin tidak sama sekali mengenalinya.


"Itu bukan urusanmu... Jika berani tunjukan wajahmu. Lalu apa hubungannya denganmu." ucap datar Cao Zhen Xin.


"Hahahaha tentu ada hubungannya denganku... Karena aku berasal dari keluarga Tao." ucap datar Bing Yinshi langsung menyerang Cao Zhen Xin.


Cao Zhen Xin yang juga sudah kalut akan dendamnya, segera menghindari serangan cepat Bing Yinshi. Lalu ia mengerahkan serangan telapak tangannya kearah Bing Yinshi, Bing Yinshi pun sama ia mengerahkan serangan telapak tangannya.


Dhuuuuaar! Kedua tapak tangan yang bertemu membuat daya kejut yang luar biasa. Namun terlihat Bing Yinshi terpental sejauh tiga puluh meter kebelakang yang dengan jelas, bahwa Cao Zhen Xin lebih unggul dari segi Kultivasi.


"Lemah..." ejek Cao Zhen Xin.


"Ke-kenapa perkembangannya sepesat ini..." ucap Bing Yinshi dalam hati merasa ia bukan tandingan Cao Zhen Xin.


Cao Zhen Xin yang sudah kalap dan kalut oleh emosinya ternyata tidak membaca apa yang dipikirkan Bing Yinshi, sehingga ia tidak mengerti bahwa didepannya adalah gurunya sendiri. Senyum mengerikan ia sunggingkan kearah Bing Yinshi.


"Biarkan aku mengajarimu bagaimana cara bertarung yang sesungguhnya. " ucap Cao Zhen Xin mengerahkan elemen Api kearah kedua tangannya.


Swooooosh! Api menyala dikedua tangannya, setelah itu Cao Zhen Xin melesat kearah Bing Yinshi.


"Apa elemen api..." ucap terkejut dalam hati Bing Yinshi.


Bing Yinshi yang tak ingin menerima serangan api seketika membuat segel tangan yang rumit.


"Segel Air! Gelombang badai! " teriak Bing Yinshi membuat segel yang sangat cepat.


Tiba tiba keluar air dari dalam tanah yang cukup deras, setelah itu air tersebut melayang dan melihatkan gelombangnya seperti tsunami didepan Bing Yinshi. Cao Zhen Xin yang telah melesat kearah Bing Yinshi kemudian terus melanjutkan terbangnya sambil mengarahkan kedua tinjunya dan menerjang gelombang air tersebut.


Byuuuurr! Dhuuuuuuaaar! Serangan yang dibuat oleh Bing Yinshi ternyata tidak mempan untuk menghentikan laju Cao Zhen Xin, sehingga Cao Zhen Xin yang menerjang gelombang air terus menusuk gelombang tersebut hingga menembus gelombang itu dan meninju tubuh Bing Yinshi hingga terpental sejauh lima puluh meter kebelakang.


"Arghhh! " seteguk darah merah keluar dari mulut Bing Yinshi.

__ADS_1


Cao Zhen Xin tersenyum simpul melihat pria bercadar tersebut trrluka cukup parah. Matanya yang tajam terus menatap Bing Yinshi yang masih mengeluarkan darah merah dari bibirnya .


****


Diatas langit, Zheng Lian yang melihat kakaknya bukan tandingan Cao Zhen Xin hatinya sangat gelisah, apalagi melihat kakaknya hanya satu serangan langsung terluka sangat parah.


"Ti-tidak mungkin bukan kakakku kalah hanya satu serangan.." ucap dalam hati Zheng Lian terus mengamati dari atas langit.


****


Bing Yinshi mencoba bangkit, setelah itu ia segera membuat segel tangan lagi.


"Phoenix Es! Jiwa abadi Es! " teriak Bing Yinshi.


Muncul seuliet Phoenix es yang sangat dikenal Cao Zhen Xin. Seketika matanya yang tajam berubah menjadi tatapan keraguan.


"Gu-gu...." ucap Cao Zhen Xin seketika langsung menghindari sang Phoenix yang melesat kearahnya sambil melemparkan bola kecil elemen es.


Dhuuaaar! Dhuuuar! Serangan Phoenix es tersebut meleset dan hanya membentur kediaman atau rumah dibawah Cao Zhen Xin.


Dhuuuaaaar! Tiga bola es berukuran sekepalan tangan manusia dewasa melesat dan menabrak tubuh Cao Zhen Xin, sehingga Cao Zhen Xin terpental sepuluh langkah dari pijakannya. Saat sang Phoenix ingin kembali menyerang Cao Zhen Xin, tiba tiba Cao Zhen Xin mengerahkan aura dari dalam tubuhnya.


Swuuuuuung! Tubuh Phoenix tersebut bergetar dan berhenti melesat kearah Cao Zhen Xin setelah aura yang sangat agung menindasnya. Bahkan Bing Yinshi dan beberapa Kultivator yang menonton tak luput dari perasaan yang sama dirasakan oleh Phoenix Es.


Kyaaaaat! Phoenix es yang mencoba melepaskan diri dari tindasan aura yang keluar dari tubuh Cao Zhen Xin terus memekik. Zheng Lian yang ternyata diatas langit pun sama, ia merasakan apa yang dirasakan oleh Phoenix es sehingga tubuhnya meluncur deras kearah tanah.


Dhuuuaaaar! Zheng Lian terjatuh, sontak Cao Zhen Xin yang melihat hal tersebut sangat terkejut.


"Gu-guru..." ucap Cao Zhen Xin melesat kearah Bing Yinshi.


"Zhener..." ucap Zheng Lian tak bisa bergerak.


"Gu-guru apakah pria bercadar tersebut Guru Yinshi? " tanya Cao Zhen Xin.

__ADS_1


Pertarungan yang terhenti membuat suasana menjadi sangat tegang, bahkan aura yang keluar dari tubuh Cao Zhen Xin terus menekan mereka semua.


Zheng Lian yang mendengar pertanyaan Cao Zhen Xin memejamkan matanya sekejap. Setelah membuka matanya, Zheng Lian mengangguk.


Deeeeeghh! Jantung Cao Zhen Xin berdetak sangat kencang melihat respon yang diberikan oleh Zheng Lian.


"Gu-guru..."


Swuuuuush! Cao Zhen Xin muncul sambil berlutut didepan Bing Yinshi yang masih mengunakan cadarnya.


"Gu-guru maafkan muridmu yang tidak berbakti.. A-aku.." ucap Cao Zhen Xin.


Bing Yinshi kemudian melepas cadarnya, wajah pria paruh baya yang sangat dikenali, dan bahkan disayangi Cao Zhen Xin terlihat sangat jelas.


"Zhener sekarang bunuh saja aku..." ucap Bing Yinshi wajahnya terlihat penuh penyesalan.


"A-apa maksud guru..." ucap Cao Zhen Xin kebingungan.


Aura yang sangat agung yang keluar dari tubuhnya pun menghilang, dibarengi enam lingkaran dibelakang punggungnya.


Swuuuush! Zheng Lian muncul disamping Cao Zhen Xin dengan perasaqn yang berdebar debar.


"Kamu tidak salah... Aku yang sebagai gurumu meminta maaf, karena..." ucap Bing Yinshi terhenti yang tiba tiba melihat Cao Zhen Xin berlutut kembali didepannya.


"Guru tidak pernah bersalah pada Zhener... Zhener lah yang melakukan kesalahan karena tidak mengenali guru... Dan bahkan melukai guru." ucap Cao Zhen Xin masih berlutut.


Zheng Lian yang mendengar percakapan keduanya sungguh kebingungan, ia ingin menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada Cao Zhen Xin namun melihat Bing Yinshi akan berbicara membuatnya mengurungkan niatnya.


"Zhener... Guru sebenarnya lahir dari rahim permaisuri Tao Yin, namun karena aku anak yang tidak berbakti aku pergi dari keluarga Tao dan merubah namaku..." ucap Bing Yinshi menjelaskan semuanya tanpa ada yang ditutup tutupi.


Bing Yinshi menjelaskan semuanya pada Cao Zhen Xin tanpa ditutup tutupi. Cao Zhen Xin yang mendengarkannya lidahnya sangat kelu. Bahkan pertemuan ketrakhir disaat Bing Yinshi pergi meninggalkannya ia baru tersadar.


"Zhener kita akan bertemu lagi, tapi bukan sebagai guru dan murid.." suara tersebut kembali teringat dipikirannya.

__ADS_1


####


__ADS_2