
Swuuuuush! Cao Zhen Xin muncul diatas Kekaisaran Mize, saat ingin pergi kembali kearah sekte Cahaya Suci, tiba tiba ia dihentikan oleh seorang Jendral yang kini ada didepannya.
"Anak muda... Apakah kamu tahu larangan terbang diatas langit kekaisaran Mize? " tanya sang Jendral datar.
"A-aku..." ucap Cao Zhen Xin kebingungan.
"Apa kamu tidak tau aturan ini? " tanya Jendral tersebut datar.
"Jendral jika begitu aku meminta maaf." ucap Cao Zhen Xin yang tak ingin berdebat.
Sang Jendral kemudian mengangguk dan menunjuk kearah gerbang Kekaisaran agar dapat membiarkan pemuda tersebut memasuki gerbang Kekaisaran melewati gerbang.
Swuuuush! Tak ingin banyak bicara, Cao Zhen Xin langsung menghilang dan mengaburkan auranya sehingga sang Jendral yang melihat kembali kearah keberadaan Cao Zhen Xin sangat terkejut.
"Ke-kemana bocah itu..." ucap sang Jendral bergidik ngeri tak merasakan keberadaannya, bahkan sejak awal ia tersadar ia tidak mampu mengukur ranah kultivasinya.
Swuuuush! Cao Zhen Xin tidak turun atau berjalan melewati gerbang depan, melainkan ia langsung muncul ditempat sepi didalam Kekisaran Mize.
"Sebelum aku melanjutkan perjalananku, lebih baik aku mencari informasi mengenai kekacauan yang terjadi..." gumam Cao Zhen Xin kemudian mencari restoran terdekat.
Sesampainya.
"Pelayan..." ucap Cao Zhen Xin.
"Baik tuan muda... Apa ada yang bisa saya bantu? " tanya sang pelayan.
"Siapkan satu porsi makanan terbaik dan juga satu guci arak terenak di kedai ini." ucap Cao Zhen Xin santai.
"Baik tuan..." ucap pelayan langsung pergi kedapur.
Cao Zhen Xin yang telah memesan menajamkan pendengarannya sambil menunggu pesanannya.
"Heemm tidak ada informasi yang menarik." ucap dalam hati Cao Zhen Xin kemudian menatap pelayan yang telah kembali menghidangkan pesanan makanan serta satu guci arak pesanannya.
__ADS_1
"Tuan silahkan dinikmati." ucap sang pelayan.
"Baik terimakasih." ucap Cao Zhen Xin.
Cao Zhen Xin yang selama ini hanya berkultivasi belum sama sekali menyentuh makanan daging membuatnya terlihat sangat rakus. Bahkan beberapa pasang mata yang menatapnya hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Pemuda tampan yang malang... Apakah ia belum pernah menikmati daging hingga terlihat sebegitunya." beberapa lontaran kata yang terdengar Cao Zhen Xin.
Namun ia masih asik makan atau tidak menghiraukan lontaran kata yang lumayan pedas kearahnya, hingga tiba tiba makanannya telah habis tak tersisa.
Gleeeek! Gleeeek! Seguci arak yang ada dimejanya ia tuangkan ke gelas kecil hingga penuh, setelah itu Cao Zhen Xin menelannya sekedipan mata.
"Ahhhh segar..." gumam Cao Zhen Xin merasa puas.
Ditengah tengah asik menyesap araknya, tiba tiba pandangannya kearah salah satu rombongan pelanggan kedai tersebut.
"Aku memiliki kabar yang cukup baik hari ini, apakah kalian ingin mendengarnya? " tanya pemuda berumur dua puluh lima tahunan.
Mereka mengangguk cepat.
"Aku dengar keluarga utama She yang telah terbantai dan bersembunyi kini telah tertangkap oleh Tao Lifu ayah dari Li Yao... "
"Bukankah Li Yao sudah tewas saat berada di kota Jingse? " tanya rekannya.
Braaaaaak! Tiba tiba meja didepan Cao Zhen Xin hancur mendengar kejadian tersebut, aura yang sangat hangat merembes dari tubuhnya menyebar, namun dengan cepat ia mencoba mengendalikan emosinya saat melihat seluruh pelanggan menatapnya dengan tatapan ngeri.
"Maaf maaf aku terlalu mabuk hari ini jadi tak sengaja menghancurkan meja didepanku." ucap Cao Zhen Xin berpura pura mabuk kelebihan.
Karena tatapan pengunjung yang terus menatapnya dengan tatapan hati hati takut menyinggung pemuda tersebut, mereka hanya bisa diam, sedangkan Cao Zhen Xin langsung menuju tempat pembayaran, tak lain membayar kerugian yang dibuatnya serta membayar pesanannya.
"Total sepuluh keping emas tu-tuan..." ucap pelayan yang ketakutan.
"Ini ada sebelas keping emas... Lebihnya anggap saja sebagai tipss." ucap Cao Zhen Xin memberikan sebelas keping emas.
__ADS_1
"Ba-baik tuan...." ucap sang Pelayan tak berani menolak.
Cao Zhen Xin yang merasa bersalah langsung saja melangkahkan kakinya dan keluar dari restoran tersebut.
Swuuuush! Tubuhnya menghilang lalu muncul didepan gerbang Kekaisaran Mize sejauh satu kilometer, baginya kini menghilang adalah hal yang sangat mudah, bagaimanapun ranah Kultivasinya kini tergolong tinggi, apalagi diseusianya bahkan hanya ia dan Cao Yuan saja yang dapat memilikinya, berbeda dengan Cao Xie yang membawa tubuh karma Yang Jian.
Karena ia harus segera menuju kota Jingse untuk memastikan keberadaan She Mei dan She Yang ia harus melewati kota Vuan, dan beberapa kota lainnya, sehingga mau tak mau ia harus segera mengeluarkan Bing Long untuk digunakan sebagai alat transportasinya.
Swuuuuush! Bing Long keluar dari tubuh Cao Zhen Xin dan langsung mengaum kecil. Swuuuush! Cao Zhen Xin melesat keatas punggung Bing Long.
"Bing Long... Kita akan pergi kearah timur kekota Jingse, ingatlah hindari pertempuran yang tidak diinginkan atau lainnya." ucap Cao Zhen Xin memberikan arah pada Bing Long.
Bing Long mengangguk, setelah itu ia segera melesat kearah timur sesuai permintaan Cao Zhen Xin. Ditengah perjalanannya, tiba tiba Cao Zhen Xin mengeluarkan pesan gioknya.
"Gege dimana... " ucap She Luan.
"She Luan maaf aku baru bisa mengabarimu saat ini...." pesan yang dikirimkan oleh Cao Zhen Xin panjang lebar.
Karena She Luan langsung membalas pesan Cao Zhen Xin dan mengatakan hal yang sama bahwa She Mei dan She Yang tertangkap oleh keluarga Tao membuat Cao Zhen Xin merubah arahnya sesuai yang dikatakan oleh She Luan.
Swuuuuush! Bing Long yang kembali diarahkan oleh Cao Zhen Xin menuju kearah selatan dimana ia harus menuju Kekaisaran Yang Lin, karena dari penjelasan She Luan, Keluarga Tao berada di Kekisaran Yang Lin, yang dikuasai oleh tiga keluarga besar, yaitu She, Yang, dan Tao.
Bing Long berkelebat menggunakan kecepatan sesuai ranah Kaisar Dewa tingkat lima terus melesat seperti bayangan kearah selatan. Cao Zhen Xin yang menahan kekesalannya terus mencoba menenangkan pikirannya dengan cara meditasi diatas tubuh Bing Long.
"Aku benar benar tidak bisa membiarkan mereka hidup..." ucap dingin Cao Zhen Xin yang tidak memperdulikan bahwa membantai sebenarnya hal yang dilarang oleh Tiga Budha utama.
"Mungkin jika kalian menindasku aku masih bisa bersabar... Tapi tidak dengan orang orangku." ucap datar Cao Zhen Xin.
Swuuuuush! Bing Long terus melesat dengan kecepatan tak kasat mata, bahkan beberapa Kultivator yang melihat sosok asap putih yang memiliki panjang lebih dari lima puluh meter tak mampu mengikuti kecepatannya.
"Saudara kira kira asap putih itu apa? " tanya salah satu pemuda.
"Mungkin awan yang terbawa angin." timpal lainnya.
__ADS_1
####
Author meminta maaf sebesar besarnya karena Author memberikan harapan palsu kepada kalian... Tidak bisa dipungkiri author sedang kurang bersemangat.