
Cao Zhen Xin pun ikut terpental saat daya kejut benturan segel enam elemen yang tak sengaja ia buat berhasil dan kini meledakan tubuh sosok tersebut.
Swuuuuush! Cao Zhen Xin menghilang lalu muncul didepan Xie Ling yang juga ikut terpental saat daya ledak terjadi. Lingkaran enam elemen dibelakang punggungnya pun ikut menghilang begitu saja.
Swuuuuung! Sebuah segel jiwa dibuat oleh Cao Zhen Xin, setelah segel tersebut bersinar, Cao Zhen Xin memasukan segel tersebut kedalam tubuh Xie Ling. Tak lupa ia memberikan Pill penyembuh tingkat Dewa yang tersisa di dalam cincin ruangnya dan memberikan pada Xie Ling.
"Aku membutuhkanmu untuk menjalankan rencanaku, jadi hidupmu akan lebih lama lagi. " ucap Cao Zhen Xin kemudian mengurung Xie Ling menggunakan Segel esnya. Setelah itu ia segera bersila dan menyerap energi langit serta bumi di dunia kecil tersebut.
Waktu berjalan dua jam, dan tepatnya Xie Ling telah terbangun dari pingsannya. Ia telah mencoba beberapa kali menghancurkan pengurung es yang mengekangnya, namun ia sama sekali tidak berhasik menghancurkannya, sehingga ia hanya bisa diam dan menatap tajam Cao Zhen Xin yang masih belum membuka matanya.
Setelah cukup mengumpulkan energi Qi, Cao Zhen Xin kembali membuka matanya perlahan, terlihat Xie Ling menatapnya dengan tajam, sehingga ia membalasnya dengan senyuman penuh arti.
"Tenang aku tidak akan membunuhmu, jadi buanglah tatapan centilmu itu. " ledek Cao Zhen Xin.
"...." Xie Ling hanya diam.
"Huh baiklah aku akan menjelaskan sesuatu padamu... Aku harap kamu mengikuti apa yang aku inginkan, jadi...." ucap Chao Zhen Xin terdiam setelah wajah Xie Ling yang memerah seperti salah mencerna ucapannya.
"Kenapa wajahmu seperti tersipu malu..." ucap Cao Zhen Xin heran.
"A-apa kamu mau..." ucap Xie Ling melihat belahannya sendiri.
Cao Zhen Xin melihat hal tersebut langsung menepuk jidatnya.
"Tidak tidak! Dengarkan aku baik baik, aku kini sedang tidak bercanda. " ucap Cao Zhen Xin serius.
Xie Ling kembali diam, meskipun ia seorang iblis, tentu ia masih mengerti akan perasaan dan tentunya hawa napsu, namun ras mereka lebih cenderung menyukai hal negativ dari pada hal positif yang biasa dilakukan manusia biasa ataupun para Dewa.
"Setelah kamu keluar dari dunia ini bersamaku, katakan pada Ding Yin jika keenam saudarimu telah tewas karena berusaha saling menyingkirkan, dan membunuh..." ucap Cao Zhen Xin memberikan arahan pada Xie Ling.
Sesaat setelah mendengarkan ucapan Cao Zhen Xin, Xie Ling tiba tiba tertawa terbahak bahak.
"Hahahaha apakah kamu bodoh! Bahkan aku lebih baik mati dari pada...." ucap Xie Ling tiba tiba terhenti setelah merasakan rasa sakit disekujur tubuhnya.
"A-apa yang kau lakukan pada tubuhku! " ucap Xie Ling marah.
__ADS_1
"Aku hanya memasang segel jiwa saja..." ucap santai Cao Zhen Xin.
"Apa! Lebih baik aku mati dari pada menjadi budakmu itu kep*rat! " ucap Xie Ling mencoba meledakan tubuhnya, namun segel Jiwa yang tertanam ditubuhnya menghentikan tindakannya.
"Kamu..." ucap Xie Ling.
"Ikutilah semua perintahku, maka kamu tidak akan pernah merasakan rasa sakit seperti ini..." ucap Cao Zhen Xin kemudian mengaktifkan segel jiwa ditubuh Xie Ling.
"Akkkhhh! " ucap Xie Ling mencoba menahan rasa sakit, dan hawa dingin, panas, serta kejut listrik merambat keseluruh tubuhnya.
"He-hentikan! Ba-baiklah aku akan me-mengikuti seluruh perintahmu..." ucap Xie Ling dibarengi hilangnya rasa sakit ditubuhnya, setelah itu nafasnya menjadi terengah engah.
"Jika kamu tak sayang nyawamu, dan membocorkan seluruh rahasia didunia ini pada orang lain, segel tersebut akan aktif, tidak hanya menyiksa tubuhmu, namun tubuhmu juga dapat meledak dengan sendirinya.." ucap dingin Cao Zhen Xin.
"Ba-baik." ucap Xie Ling yang sebenarnya hanya berpura pura saja.
Namun sayangnya apa yang ia pikirkan dapat diketahui oleh Cao Zhen Xin.
"Ingin bermain denganku, silahkan saja..." ucap dalam hati Cao Zhen Xin.
"Ingatlah perintahku.." ucap Cao Zhen Xin kemudian merasasakan cincin ruangnya bergetar.
"Zhen? Apakah kamu baik baik saja? Kenapa aku tidak dapat mengetahui keberadaanmu?" pesan giok Ding Hao.
Cao Zhen Xin kemudian membalasnya dan meminta pada Ding Hao untuk tetap melanjutkan rencananya. Setelah itu ia menatap Xie Ling yang kini diam diam memikirkan rencananya nanti saat bertemu dengan Ding Yin, namun sayangnya rencana tersebut dapat diketahui oleh Cao Zhen Xin.
"Cepat kita harus kembali kesekte. " ucap Cao Zhen Xin kemudian memunguti keenam cincin ruang yang dimiliki oleh saudara Xie yang telah tewas.
"Baik.." jawab Xie Ling kemudian membuat portal dimensi yang mengarah kesekte Naga Hitam.
Setelah selesai membuatnya, keduanya memasuki portal dimensi tersebut. Swuuuush! Tubuh mereka menghilang lalu muncul didepan gerbang sekte Naga Hitam.
"Nyonya..." ucap murid penjaga gerbang memberikan hormatnya.
"Heemm, antarkan murid baru ini ketempat asrama barunya." ucap Xie Ling memerintah.
__ADS_1
"Baik nyonya..." jawab para murid.
Cao Zhen Xin mengikuti para murid yang mengantarkan keasrama yang telah dipersiapkan oleh sekte. Setelah kepergian Cao Zhen Xin, Xie Ling tiba tiba tersenyum mengerikan.
"Lihat saja aku akan melaporkan pada sayangku... Disaat itu ia akan melepas segel kep*rat ini dan aku akan membalas seluruh perbuatanmu." ucap Xie Ling pelan langsung menghilang.
Cao Zhen Xin terus mengikuti murid tersebut hingga tiba diasrama untuknya beristirahat. Sesampainya, Cao Zhen Xin menatap kamar yang terlihat bersih.
"Cukup layak untuk kutinggali..." jawab Cao Zhen Xin kemudian memeriksa Cincin ruang yang telah ia ambil.
Wajahnya tiba tiba kegirangan melihat ribuan Pill, ratusan teknik beladiri tingkat tinggi, serta gunungan koin emas dan juga sumber daya yang cukup untuknya menaikan ranah Kultivasinya.
"Saatnya naik tingkat lagi..." ucap penuh semangat Cao Zhen Xin kemudian menyegel ruangan tersebut.
Namun tiba tiba ia mengurungkan niatnya setelah merasakan Xie Ling akan mengatakan janji yang akan ia langgar sesuai perintah Cao Zhen Xin.
"Ingin bermain denganku..." ucap dingin Cao Zhen Xin.
****
Xie Ling yang telah tiba ditempat Ding Yin memberikan hormatnya.
"Sayang..." ucap Xie Ling.
Ding Yin yang telah dimasuki roh iblis tanduk dua yang sedang bermeditasi membuka matanya perlahan. Wajahnya heran melihat kehadiran Xie Ling tanpa Xie lainnya.
"Sayang kenapa kau sendiri..." ucap Ding Yin heran.
"Sayang a...... " tiba tiba saat akan menjelaskan semua yang ia alami, tubuhnya merasakan rasa sakit yang teramat sakit.
"Sayang kamu kenapa? " tanya Ding Yin panik.
"A-aku tidak apa apa sa-sayang... " ucap Xie Ling yang kini tidak merasakan rasa sakit lagi.
Setelah benar benar rasa sakit menghilang, Xie Ling jelas memahami kini ia benar benar menjadi budak Cao Zhen Xin tanpa bisa melawan, karena ia ingin menjelaskan kebenarannya tiba tiba tubuhnya selalu merasakan rasa sakit sehingga ia hanya bisa diam dan ingin melakukan bunuh diri namun ia tidak bisa melakukannya, kecuali jika itu kemauan Cao Zhen Xin.
__ADS_1