
Di pagi harinya, Cao Zhen Xin terbangun dari tidurnya.
"Saatnya melakukan aksiku. " ucap Cao Zhen Xin bergegas menuju kamar mandi.
Setelah membersihkan dirinya Cao Zhen Xin menggunakan jubah hitam yang tidak terlalu mencolok. Wajahnya terlihat sangat tampan, namun rambutnya sengaja ia uraikan agar jika Ding Yin melihatnya tidak terlalu mengenalnya. Setelah itu ia keluar dari kamarnya dan menuju lantai bawah. Sesampainya.
"Woaaah siapa pemuda itu, sungguh sangat tampan sekali.." ucap salah satu wanita yang sedang sarapan pagi.
Banyak sekali orang yang memuji ketampanan Cao Zhen Xin yang membuat dirinya risih, namun apa boleh buat.
"Sungguh menyebalkan..." ucap dalam hati Cao Zhen Xin.
Namun ia masih tetap mencari bangku kosong dan setelah memesan serta memakan semua pesanannya, karena banyak sekali wanita yang menatapnya seperti menatap dengan tatapan centil. Cao Zhen Xin segera membayar pesananannya dan keluar dari penginapan tersebut. Berjalanan kearah barat, akhirnya Cao Zhen Xin mengantri ketempat pendaftaran sekte Naga Hitam dikota Xong tersebut.
Tiga puluh menit ia mengantri, akhirnya ia telah mendaftarkan namanya. Dan kini ia harus menunggu lagi tuk melakukan tes awal. Keadaan mulai ramai dan terlihat sangat penuh, bahkan antrian menyebar kesegala penjuru kota Xong. Tak berselang lama.
"Selamat datang dipendaftaraan sekte Naga Hitam, kini kalian semua harus berbaris rapi untuk memasuki tempat penyeleksian. " ucap panita Sekte Naga Hitam.
Semua orang yang tak sabar langsung berdesakan dan hal tersebut membuat kericuhan dipagi hari yang mulai panas tersebut. Cao Zhen Xin hanya bisa menggelengkan kepalanya, setelah beberapa menit para peserta baris, tiba tiba muncul gerbang dimensi dibarengi munculnya tiga murid sekte Naga Hitam keluar dari dalam gerbang tersebut.
"Tetua semuanya telah siap. " ucap mereka tiga murid secara kompak.
Tetua Sekte Naga Hitam mengangguk, walaupun hatinya sangat kacau.
"Baiklah, semuanya silahkan masuklah kedalam gerbang dimensi, ingatlah untuk tetap berhati hati. " ucap Tetua tersebut.
Cao Zhen Xin yang dapat membaca pikirannya mengetahui semua yang ada didalam dunia buatan Ding Yin.
"Ternyata pembukaan peserta secara besar besaran ini ada tujuan terselubung. " ucap Cao Zhen Xin dalam hati.
Tak lama gilirannya memasuki gerbang dimensi, semua orang berbondong bondong memasuki gerbang dimensi.
Swuuuuush! Tubuh mereka lenyap dan muncul disebuah anak tangga setinggi dua puluh meter. Mereka heran dengan awal tantangan yang diberikan oleh sekte. Terlihat mudah wajah mereka sangat bersemangat.
Swuuuuush! Seorang wanita cantik muncul dianak tangga ketrakhir sambil membawa buku catatan. Cao Zhen Xin mendengar semua peraturan yang diucapkan oleh wanita cantik tersebut, namun tiba tiba ia teralihkan pada pesan yang dikirimkan oleh Ding Hao.
"Tuan muda Zhen, aku kini baik baik saja, namun tuan muda harus berhati hati karena sosok wanita cantik yang menjadi juri penyeleksian seorang iblis, aku mendapat kabar ini dari salah satu tetua sekte yang berada dipihakku." pesan Ding Hao.
Cao Zhen Xin mengangguk, kemudian ia menatap tubuh wanita cantik tersebut.
__ADS_1
"Kaisar Dewa tingkat tiga..." ucap dalam hati.
Meskipun jika ia bertempur dengannya pasti memenangkan pertempuran, namun ia memikirkan para peserta yang mengikuti seleksi tes, sehingga ia mengurungkan niatnnya.
"Gunakanlah ilmu meringankan tubuh kalian untuk menaiki tangga, waktu untuk menaiki tangga ini maksimal membutuhkan waktu lima menit. Jika lebih dari waktu yang telah ditentukan maka kalian akan gagal. " ucap wanita tersebut.
"Baik! " jawab mereka semua kompak.
Swuuuush! Tiba tiba muncul kalung hitam dileher para peserta termasuk Cao Zhen Xin. Namun bedanya aura hitam yang akan memasuki tubuhnya tiba tiba terpental, berbeda dengan lainnya yang seperti timbul benih Iblis didalam tubuh mereka.
"Kalung hitam yang ada dileher kalian adalah waktu yang dapat membunuh kalian jika tidak dapat menaiki tangga ini selama lima menit. Jadi mulai sekarang naiklah ke tangga dan jadilah murid sekte Naga Hitam! " teriak wanita tersebut tersenyum mengerikan.
"Apaa! " teriak semuanya terkejut. Namun tidak dengan Cao Zhen Xin yang tenang.
Swuuuush! Swuuuush! Ada beberapa yang langsung melesat keanak tangga pertama, namun tiba tiba tubuh mereka seperti tertima puluhan gunung yang membuat mereka tak bergerak sama sekali.
"Apa apaan ini...." ucap mereka yang juga mencoba.
Wanita iblis yang menjadi juri terus menikmati siksaan tersebut.
"Setidaknya dengan nyawa kalian, sayangku akan mendapatkan kembali kekuatannya. " ucap dalam hati Iblis tersebut.
"Apa ada hal terakhir yang ingin kau sampaikan? " tanya wanita tersebut.
"Aku ingin menaiki tangga ini, namun aku punya sebuah persyaratan mudah, apakah kamu ingin menerima persyaratan tersebut. " ucap lantang Cao Zhen Xin.
"Persyaratan? Berani sekali kamu ingin menyalahi aturan se..."
Swuuuush! Muncul enam orang wanita cantik lainnya disamping wanita yang berdebat dengan Cao Zhen Xin.
"Biarkanlah, aku rasa tidak ada salahnya... Namun bagaimana juga mereka akhirnya akan mati didunia ini, dan menjadikan kekuatan suami kita kembali seperti sedia kala. " ucap lirih salah satunya.
"Baik aku akan menerima persyaratanmu. " ucap wanita yang bernama Xie Lu.
"Jika aku mampu melewati anak tangga ini selama kurang lebih lima detik, aku ingin mereka semua lolos di ujian pertama ini.." ucap Cao Zhen Xin penuh percaya diri.
"Apa! " ucap mereka semua terkejut setengah mati.
"Lancang! Kamu benar benar menyalahi aturan! " teriak Xie Lu geram.
__ADS_1
Keenam wanita cantik yang baru muncul saling berpandangan.
"Sepertinya pemuda itu benar benar mampu melakukannya.." ucap Xie Vu telepati kepada lima saudara lainnya.
"Tapi ranah Kultivasinya..." balas Xie Zhi telepati.
"Kalian harusnya berpikir, bagaimana pemuda tersebut sudah tau nyawanya akan melayang tapi masih bersikap tenang, lihat juga rasa percaya dirinya yang tinggi, apalagi ia meminta persyaratan yang bahkan hanya ranah Kaisar Dewa yang dapat melewati anak tangga buatan kita. " balas telepati Xie Vu.
"Benar kita gunakan cara ini untuk membuat malu Xie Lu. " balas Xie Di.
Mereka berenam akhirnya memiliki cara untuk membuat malu Xie Lu yang selalu dimanjakan oleh roh iblis bertanduk dua yang mendiami pedang Nirwana maut milik Ding Yin.
"Saudara Lu, terima saja permintaannya aku rasa ia hanya membual. " jawab Xie Vu.
"Benar saudara Lu, terima saja mana mungkin ranah surga lima mampu menaiki tangga ini. " ucap Xie Di.
Mereka berenam terus mengkompori Xie Lu agar mau menerima persyaratan tersebut. Xie Lu yang merasa panas mendengarnya seketika berteriak lantang.
"Aku akan menerima persyaratannya. Biar lebih menarik, jika ia benar mampu melakukannya, maka aku siap berlutut dihadapannya sebanyak seratus kali." ucap Xie Lu penuh percaya diri.
Cao Zhen Xin yang sejak tadi dapat membaca pikiran mereka hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Baiklah, aku juga akan menambah persyaratannya kembali." ucap lantang Cao Zhen Xin menambah suasana menjadi ricuh.
"Apa pemuda tersebut sudah gila. " ucap para peserta.
"Jika aku gagal, kami semua siap dijadikan budak oleh kalian." ucap Cao Zhen Xin.
Sontak wajah para peserta memerah, namun mereka sadar mereka tidak bisa menghajar Cao Zhen Xin yang belum sama sekali menaiki anak tangga. Dao Yu yang ternyata juga telah menaiki tangga hanya tersenyum masam.
"Apakah saudara Zhen ini sudah gila." ucap Dao Yu.
"Entahlah, tapi dia sangat yakin dengan keputusannya. " ucap lainnya.
"Hahahaha baiklah aku terima semua persyaratannya. Jika itu maumu aku akan memotong tanga..." ucap Xie Lu terhenti setelah melihat Cao Zhen Xin melesat dan sampai didepannya.
"Kau....!" ucap terkejut Xie Lu dan lima saudara Xie lainnya.
###
__ADS_1
Nanti siang atau sore atau malam lanjutan.