
Setelah membuat laporan, Heru mengantar Mawar pulang ke rumah lama sesuai permintaan Mursidah. Sebenarnya hatinya merasa berat membiarkan anak gadisnya tinggal tanpa orang tua, Apalagi setelah kejadian yang menimpa Mawar. Namun rasa cinta dan takut akan kehilangan Mursidah, Membuat Heru tega meninggalkan dua putrinya dan memilih tinggal bersama istri dan anak tirinya.
"Maafin Ayah ya Nak." ucap Heru sebelum pamit pergi.
"Tidak apa-apa Yah." saut Mawar tersenyum sekalipun hatinya menangis.
"Baiklah kalau begitu Ayah pulang dulu, Titip salam buat Lily ya, Bilangin jangan keluyuran mulu, Belajar yang bener."
Mawar mengangguk tipis seiring kepergian Ayahnya yang melaju dengan kencang.
Belum sempat Mawar masuk, Dari kejauhan Mawar melihat Lily pulang bersama dengan Raka.
Dan hanya hitungan detik Raka menghentikan motornya tepat di depan Mawar.
Tatapan pria itu tak berkedip seakan menyiratkan sesuatu.
"Mawar... Kenapa dengan mu?" tanya Lily begitu turun dari motor dan melihat tanda memar di wajah Mawar.
"Tidak papa kak, Hanya luka kecil." ujar Mawar yang enggan menceritakan apa yang terjadi.
"Oh ya udah. Yuk Sayang." dengan sikap cueknya, Lily menggelayut manja pada Raka dan berlalu masuk melewati Mawar begitu saja.
Mawar yang mengingat kejadian malam itu merasa enggan masuk kedalam. Ia tidak ingin pria yang bernama Raka itu kembali mengambil kesempatan akan dirinya. Setelah berpikir beberapa menit akhirnya Mawar kembali meninggalkan rumah.
Kali ini Mawar memutuskan untuk pergi ke rumah ibunya yang telah menikah dengan Barra keponakan dari Heru mantan suaminya.
__ADS_1
Seperti halnya ke rumah Ayahnya, Ke rumah ibunya juga hanya membutuhkan waktu sekitar tiga puluh menit.
Dengan menggunakan kendaraan umum dan berjalan sepuluh menit masuk gang, Akhirnya Mawar tiba di rumah ibunya.
Mawar mengetuk pintu dengan harapan tinggi kepada ibunya yang sudah begitu jarang menemuinya. Berharap mendapat keamanan dan kenyamanan setelah ia tak menemukan di rumah lama dan juga rumah Ayahnya.
Ckleekkk...
"Mawar..."
"Ibu..."
"Kamu kenapa Mawar?"
"Boleh Aku masuk ibu?" tanya Mawar memelas.
"Siapa yang datang Sayang..." langkah Barra terhenti ketika melihat Mawar di ambang pintu. Ia cukup terkejut dengan kedatangan Mawar untuk pertama kalinya setelah ia menikahi ibunya.
"Mawar..." Barra kembali melangkah mendekati mereka. Ia berdiri di tepat di belakang Mona dan merangkul pundaknya.
Mawar melihat tangan Barra yang tanpa segan merangkul ibunya di hadapannya. Kemudian Mawar menatap sepupunya itu yang kini telah menjadi Ayah tirinya dengan tatapan penuh selidik. Seakan masih tak yakin akan cinta yang dimiliki Barra untuk ibunya.
Melihat tatapan Mawar kepada Barra, Mona merasa cemburu dan tidak aman mengingat usianya yang tidak lagi muda, Sementara Mawar dan Barra masih sama-sama muda. Karena hal itu juga Mona merasa keberatan ketika Mawar kembali meminta izin untuk masuk ke rumahnya.
"Ibu..."
__ADS_1
"A-e... Mawar kenapa tidak pergi ke rumah Ayah mu?"
Pertanyaan itu sungguh menggores hati Mawar. Bagaimana tidak Mona adalah ibu kandungnya, Tapi kenapa bersikap seperti Mursidah ibu tirinya.
"Mawar..."
"A-e... Aku sudah kesana dan bermalam di sana, Aku pikir Aku juga bisa bermalam di sini, Tapi sepertinya ibu keberatan dengan kehadiran ku."
"E... Bukan begitu Sayang... Ini kan rumah Barra, Jadi ibu harus tanya dia dulu kan?"
"Tidak perlu bertanya, Kamu bisa bermalam di sini selama yang kamu inginkan," ucap Barra mencelah pembicaraan.
Mendengar jawaban Barra, Mona semakin merasa khawatir akan hadirnya perasaan antara Mawar dan Barra. Namun Barra tidak melihat kekhawatiran sang istri dan justru mempersilahkan Mawar masuk.
"Masuklah Mawar, Tidak perlu merasa sungkan, Anggap saja rumah sendiri," ucap Barra yang kemudian mempersilahkan sepupu sekaligus anak tirinya itu duduk.
"Kamu terlihat tidak baik, Apa kamu sudah ke dokter?"
"Sudah Mas, Kak... E... Om... Ayah...." Mawar tidak tau sebutan apa yang tepat untuk Barra.
Melihat kebingungan Mawar Barra tersenyum menggelengkan kepalanya. "Panggil Kakak aja kaya biasanya." ujar Barra.
Pernyataan Barra membuat Mona semakin cemburu, Terlebih Barra terlihat begitu asik berbincang dengan Mawar seolah tak menganggap dirinya ada diantara mereka.
Bersambung...
__ADS_1
📌 Maaf yah lambat Up, Si Baby sedang batuk jadi rewel 🙏