Layunya Bunga Desa

Layunya Bunga Desa
Hamil?


__ADS_3

Ckleekkk....


Mawar menatap gugup wanita paruh baya yang masih terlihat begitu cantik dengan berbagai macam perhiasan yang menempel di tubuhnya. Pandangannya nampak sinis memperhatikan Mawar dari ujung kaki hingga ujung kepalanya.


Mawar yang merasa di perhatikan sedemikian rupa, Menjadi semakin tidak percaya diri melihat dirinya yang hanya mengenakan dres sederhana sebatas lutut serta flat shoes yang terlihat kotor.


"Ada apa, Siapa kamu?" tanyanya jutek.


"M-maaf jika kedatangan ku menganggu, Apa benar ini rumah Pak Fandi?"


"Saya sedang bertanya kepada mu, Kenapa kamu balik bertanya?"


"Em-maaf Tante, Saya Mawar, Kata tetangga Tante ini rumah Pak Fandi, Apa..."


"Fandi tidak ada, Pergilah." tegas wanita itu yang langsung memotong ucapan Mawar.


"Pak Fandi kemana Tante? Bukankah dia pulang?"


"Hey anak kecil, Mau Fandi pulang ataupun tidak itu tidak ada urusannya dengan mu!"


"Itu ada Tante...!" Mawar menaikan nada bicaranya ketika wanita tersebut akan menutup pintunya.


"Apa? Apa hubungan mu dengan Fandi?"

__ADS_1


Dengan menahan air matanya, Ragu-ragu Mawar mengatakan sesuatu yang membuat wanita itu shock.


"Apa!?"


"Ya, Aku sudah telat beberapa hari."


"Dasar wanita tidak punya malu, Bisa-bisanya kamu mengatakan itu? Dimana peran orang tuamu dalam mendidik mu?"


"Tante... Aku memang tak mendapatkan perhatian dari kedua orang tuaku sepenuhnya tapi Pak Fandi yang menghamili ku!" Mawar terus berusaha mendesak wanita itu agar mengatakan keberadaan Fandi. Namun wanita itu bersikeras tidak memberitahukan keberadaan Fandi, Justru wanita itu bergegas masuk dan menutup pintunya rapat-rapat.


"Tante... Tante... Bhraakk... Bhraakk... Bhraakk...!!!"


Mawar terus menggedor pintu itu. Namun pintu itu tidak lagi terbuka.


Masih tidak menyerah, Mawar terus menunggu Fandi dengan duduk di teras rumahnya, Hingga siang berganti petang pintu tidak juga terbuka, Demikian juga dengan Fandi yang tidak juga menampakkan batang hidungnya.


"Siapa kamu?" tanyanya dengan nada yang tidak jauh beda dari wanita yang tadi menemuinya.


"Mawar Om, Saya kesini mau menemui Pak Fandi."


"Pulanglah, Kamu tidak akan pernah bertemu dengan nya!" tegas pria tersebut yang kemudian melewati Mawar untuk masuk ke rumahnya. Namun sebelum itu terjadi Mawar kembali menghentikan langkahnya.


"Kenapa tidak? Di mana Pak Fandi, Apa kalian menyembunyikannya?"

__ADS_1


Mendengar pertanyaan lantang dari Mawar pria itu menatap tajam Mawar.


"Lancang sekali kamu!"


Mawar menunduk takut dan tidak bisa lagi menghentikan pria itu masuk kedalam rumahnya. Namun meskipun begitu Mawar tidak mau pergi dan menyerah begitu saja. Dia kembali duduk di teras dengan segala harapannya. Hingga petang berganti malam, Mawar tidak juga meninggalkan rumah itu.


Rasa letih lemas dan lapar Mawar tahan demi tekadnya yang kuat untuk terus menunggu guru sekaligus pria yang telah merenggut sesuatu yang paling berharga dalam darinya untuk muncul memberi penjelasan.


Sementara sang pemilik rumah mengintai dari tirai jendela memastikan apakah Mawar telah pergi atau belum, Namun hingga pukul sebelas malam, Tidak ada tanda-tanda jika Mawar akan meninggalkan rumahnya, Justru Mawar malah membaringkan tubuhnya di teras. Sesuatu yang sangat membuat pemilik rumah malu karena sejak beberapa waktu lalu beberapa tetangga melewati rumahnya dan berbisik membicarakan Mawar.


"Benar-benar keterlaluan, Gadis tidak tahu malu!" maki pria itu di hadapan isterinya.


"Lalu apa yang harus kita lakukan Mas?"


"Kenapa tidak mengusirnya, Bukankah sudah ku katakan jika dia datang mencari Fandi, Segera usir dia!"


"Aku sudah mencoba mengusirnya tapi dia tetap tidak mau pergi, Bahkan dia mengaku hamil."


"Apa! Hamil?"


"Ya."


Mendengar itu pria yang sudah di penuhi uban itu mengepalkan kedua tangannya. Ia merasa tidak terima putra kebanggaannya mencoreng nama baiknya terlebih dengan gadis yang di nilainya tidak setara dengannya.

__ADS_1


"Susah payah kita menyembunyikan Fandi dari gadis miskin itu, Lalu bagaimana jika gadis miskin itu benar-benar hamil?!" ujar pria yang merupakan Ayah dari Fandi.


Bersambung...


__ADS_2