Layunya Bunga Desa

Layunya Bunga Desa
PROMO HIJRAHNYA BUNGA DESA


__ADS_3

#flashback


Setelah Fandi pergi dan tidak kembali lagi di malam pertama mereka, Dua hati kemudian Mawar mendatangi rumah Fandi. Namun seperti yang sudah-sudah, Orang tua Fandi mengatakan jika Fandi tidak berada di rumah.


Tidak percaya begitu saja, Mawar mencari tahu dengan bertanya kepada para tetangga sekitar rumah Fandi. Usaha Mawar pun tidak sia-sia, Karena mereka memberitahu Mawar jika Ayah Fandi membawa Fandi ke Semarang untuk mengambil alih usaha yang di geluti oleh Ayahnya.


Tidak berlama-lama, Saat itu juga Mawar menyusul Fandi ke Semarang, Ia menuju ke ciri-ciri alanat yang tetangganya berikan.


Setelah mencari kesana kemari Mawar tidak juga menemukan keberadaan lokasi dimana Fandi bekerja. Rasa lapar dan dahaga mulai membuat Mawar merasa lemas, Melihat penjual es campur tak jauh dari ia berdiri, Mawar pun bergegas menuju ke gerobak penjual. Namun tiba-tiba seseorang menabrak tubuhnya dari belakang.


"Maaf-maaf.."


Mawar yang mendengar suara yang tak asing di telinganya langsung menoleh ke belakang. Dan alangkah terkejutnya jika pria yang menabraknya adalah Fandi. Suami yang baru dua hari lalu menikahinya.


"Mawar?!"


"Pak Fandi..." Fandi terlihat ragu untuk membantu Mawar yang masih terduduk di tanah akibat jatuh tertabrak dirinya. Namun akhirnya ia mengulurkan kedua tangannya untuk membantunya berdiri.

__ADS_1


"Pak Fandiiiiiiii..." Mawar langsung menangis haru memeluk Fandi. Ia menumpahkan seluruh kesedihannya ke dada Fandi hingga membasahi wajahnya. Fandi pun membiarkan itu terjadi dan mengusap kepala Mawar sambil menenangkannya seolah tak merasa bersalah karena telah meninggalkan Mawar di malam pertamanya.


Setelah merasa cukup tenang, Mawar mengikis jarak dan mempertanyakan tindakan Fandi yang pergi dan tak kembali lagi.


Namun Fandi terlihat bingung seakan di bawah tekanan dari seseorang.


"Maafkan Aku Mawar." hanya kata itu yang Fandi ucapkan kemudian melepaskan tangan Mawar yang masih menggenggamnya.


"Pak Fandi..." Mawar menahan tangan Fandi untuk tidak lagi meninggalkannya.


"Apa Pak Fandi tidak mencintai ku lagi? Apa yang membuat Pak Fandi pergi dan tak kembali lagi?"


"Mawarrr..." teriak Fandi yang kemudian berbalik arah dan langsung membopong tubuh Mawar.


"Mawar... Bangun Mawar... Buka mata mu, Lihat Aku bersama mu." sambil terus memberinya semangat, Fandi membawa Mawar ke klinik terdekat.


Setelah selesai di periksa dan Mawar mulai sadar kembali, Mereka tidak lagi saling melepaskan tangannya.

__ADS_1


"Jangan tinggalkan Aku lagi," ucap Mawar memohon.


"Tidak akan."


Mawar tersenyum lega mendengar jawaban singkat, Padat dan jelas yang Fandi ucapkan. Keduanya saling menatap dengan senyum bahagia, Senyum yang tidak lagi terukir di bibir keduanya setelah orang tua Fandi tak merestui hubungan mereka berdua.


"Malam ini Aku ingin bersama mu." bisik Fandi yang kemudian menci'um kening Mawar yang masih terbaring lemah.


Dengan rasa bahagia tak terkira, Mawar menganggukkan kepalanya, Tubuh yang semula terasa lemas seolah kembali bertenaga dan tak sabar menikmati malam bersama sang pujaan hati.


"Kamu tidak papa?" tanya Fandi yang melihat Mawar kembali duduk penuh semangat.


"Kamu kelemahan dan juga semangat ku, Jika kamu sudah di sampingku bagaimana mungkin sesuatu terjadi kepada ku?"


"Kamu baru menikah dua hari tapi ucapan mu sudah seperti orang dewasa," ucap Fandi sembari mencubit hidung Mawar dengan gemas.


Mawar hanya tertawa memegangi hidungnya. Ia menatap Fandi yang terlihat sama seperti saat mereka pacaran di rumah yang Fandi sewa saat menjadi guru.

__ADS_1


Bersambung...


Lanjut di Novel HIJRAHNYA BUNGA DESA yah 🤗


__ADS_2