
Penjaga sekolah yang panik bergegas masuk melihat keadaan Mawar. Kemudian mengangkat Mawar kepangkuannya. Melihat banyak memar di beberapa bagian tubuh Mawar terutama lengan dan wajahnya.
"Apa yang terjadi Mawar?" tanya penjaga sekolah.
Mawar hanya menggelengkan kepalanya dengan lemah.
"Apa kamu bisa berdiri?"
Mawar mencoba berdiri dengan bertumpu pada tangan penjaga sekolah yang terus memegang tangannya. Dengan susah payah akhirnya Mawar berhasil berdiri.
"Apa kamu yakin bisa jalan sendiri atau mau Bapak antar?"
Mendapat perhatian seperti itu membuat Mawar menangis haru menatap penjaga sekolah yang usianya sepantaran Ayahnya.
Selama ini Mawar memang cukup dekat dengan penjaga sekolah. Tutur katanya yang sopan serta sikapnya yang begitu mengayomi membuat Mawar menemukan sosok Ayah yang tak lagi tinggal bersamanya.
"Kok malah nangis, Apa rasanya begitu sakit?"
"Tidak Pak." Mawar kembali melangkah namun ia hampir terjatuh karena tenaganya yang begitu lemah.
"Mau Bapak antar ke rumah sakit? Atau mau di antar pulang?"
Setelah berpikir sejenak dan mengingat kejadian semalam. Akhirnya Mawar memutuskan untuk pulang ke rumah Ayahnya yang jaraknya sekitar dua kilometer dari sekolah.
"Terimakasih ya Pak sudah mau anterin Mawar kesini," ucap Mawar begitu sampai di rumah Ayah dan ibu tirinya.
"Sama-sama Mawar, Inget sampai di dalam langsung di obatin yah." ujar penjaga sekolah dengan penuh perhatian.
"Iya Pak, Sekali lagi terimakasih."
"Iya, Sama-sama Nawar, Kalau begitu Bapak pergi ya..."
__ADS_1
Mawar mengangguk dan melihat motor yang di kendari penjaga sekolah menghilang dari pandangannya.
Setelah itu dengan sedikit tertatih, Mawar melangkah mengetuk pintu rumah yang kini di tinggali Ayahnya.
Tok... Tok... Tok...
Setelah beberapa kali Mawar mengetuk, Akhirnya pintu di buka.
Mawar tersenyum lebar begitu melihat Ayahnya.
"Ayah..." Gadis remaja itu langsung memeluk Ayahnya hingga rasa sakit di tubuhnya kembali terasa.
"Aowhhh..."
"Kamu kenapa Nak... Kenapa wajahmu, Tangan mu juga, Apa yang terjadi dengan mu?"
Mawar menangis mengingat kejadian yang ia alami.
"Ada siapa Mas?"
Belun sempat kaki Mawar melangkah masuk, Suara Mursidah atau yang biasa di panggil ibu Ida keluar melihat kedatangan Mawar.
Mawar menundukkan kepalanya melihat ibu tirinya yang terlihat tidak suka akan kehadirannya.
"Mawar... Kenapa kamu, Kok babak belur begitu?" tanya Mursidah datar
"Sayang biarkan Mawar masuk dulu, Kita obati dulu lukanya."
tidak menunggu jawaban dari istrinya, Heru menuntun tangan Mawar agar masuk ke dalam.
"Duduklah, Ayah ambil obat dulu." ujar Heru yang kemudian pergi mengambil obat.
__ADS_1
Melihat sang suami pergi, Mursidah mendekati Mawar.
"Kamu belum menjawab pertanyaan ku Mawar, Kenapa dengan mu?"
"Tante... Aku..."
"Kamu kesini sendiri, Kenapa Lily tidak ikut?" pertanyaan Ayahnya yang kembali dengan membawa kotak obat di tangannya membuat Mawar tidak jadi menjawab pertanyaan ibu tirinya.
"Mawar dari sekolah langsung kesini Ayah, Jadi kak Lily tidak tau Mawar kemari."
Mendengar jawaban Mawar, Heru baru menyadari jika Mawar masih menggunakan seragam sekolah. Kemudian Heru duduk di depan Mawar dan mulai mengobati lukanya.
"Sebenarnya apa yang terjadi Nak?" tanya Heru sambil mengobati luka memar di tengah Mawar.
"Ini karena karena Indra Ayah, Teman sekelas Mawar." Mawar menceritakan segalanya dengan cucuran air mata. Mendengar demikian Heru naik pitam. Ia langsung beranjak dari duduknya dan berniat melaporkan ke polisi pada saat itu juga.
"Mas ini sudah malam." ujar Mursidah.
"Aku tidak bisa menundanya sampai besok, Aku harus membuat laporan sekarang juga, Ayo Mawar." tegas Heru mengajak Mawar ikut dengannya.
Melihat ibu tirinya yang merasa keberatan mengizinkan Ayahnya pergi. Mawar pun menolak untuk melapor saat itu juga.
"Lebih cepat lebih baik Mawar," ucap Heru yang mendapat penolakan Mawar.
"Tapi Tante Mursidah benar, Kita lapor besok saja Yah."
"Tapi Nak..."
"Mawar capek Yah, Badan mawar juga sakit semua, Mawar ingin segera istirahat."
Mendengar itu akhirnya Heru menuruti Nawar mengurungkan niatnya melapor saat itu dan mengantar Mawar ke salah satu kamar untuk beristirahat.
__ADS_1
Bersambung...