
Fandi masih terdiam, Ntah kenapa hatinya semakin resah, Hatinya merasakan ada perasaan berbeda untuk Mawar yang semula di anggapnya gadis kecil. Kali ini hatinya benar-benar tidak tenang sebelum mendapat penjelasan dari Mawar.
"Cepet naik!" tegas Fandi.
Mawar menuruti perintah Fandi tanpa membantah.
Sesampainya di rumah, Fandi langsung melempar tasnya dan meminta penjelasan dari Mawar yang sejak tadi tidak kunjung ia dapatkan.
"Sekarang bisa jelaskan?!" dengan kesal Fandi mencengkeram kedua lengan Mawar, Membuat wajah keduanya begitu dekat. Namun kali ini bukan rasa canggung yang Mawar rasakan, Melainkan rasa penasaran kenapa Pak Fandi terlihat begitu terpengaruh dengan kebersamaan dirinya dan Aryo.
"Katakan Mawar! Kenapa kamu diam saja?!"
"Bagaimana Aku bicara jika Pak Fandi menekan ku seperti ini?" Mendengar jawaban Mawar, Fandi langsung melepaskan cengkeramannya dan menundukkan wajahnya.
"Baiklah, Sekarang katakan." ujar Fandi menurunkan nada bicaranya.
"Saat Pak Fandi pergi meninggalkan ku, Tiba-tiba Raka datang..."
"Apa!?"
"Ya, Raka hampir memaksaku pergi bersama nya, Untung ada Aryo yang datang tepat waktu sehingga Raka tak berani memaksaku."
"Hanya itu?"
"Iya, Hanya itu, Memang apa yang Pak Fandi pikirkan?"
"Hah! E... Tidak, Aku pikir kalian janjian, Sudahlah gak penting juga." berubah seratus delapan puluh derajat, Dengan santainya Fandi meninggalkan Mawar dan pergi ke kamarnya.
__ADS_1
Mawar mengernyitkan keningnya melihat sikap Fandi yang semula begitu menggebu ingin tahu apa yang terjadi, Kini berubah seakan tidak peduli meskipun ia bercerita jika dirinya hampir di bawa paksa oleh Raka.
Malam harinya, Fandi keluar dari kamarnya dan memanggil Mawar dengan mengetuk pintu kamarnya.
"Mawar... Tok... Tok... Tok..."
Ckleekkk....
Tanpa menjawab, Mawar hanya menimbulkan kepalanya di celah pintu yang ia buka sedikit.
"Aku mau ngajar dulu, Jika kamu lapar makan duluan saja."
"Pak Fandi gak makan dulu?"
"Nggak, Masih kenyang, Ntar aja pulang private kalau laper."
"Ya udah, Aku pergi dulu ya, Hati-hati di rumah, Jangan lupa kunci pintu."
Mendengar itu, Mawar membuka pintunya lebar-lebar dan berjalan mengikuti Fandi yang ingin keluar. Setelah Fandi pergi, Mawar mengunci pintunya dan kembali ke kamarnya.
Baru sekitar lima menit, Mawar yang baru saja membaringkan tubuhnya kembali bangun ketika mendengar bel rumah berbunyi.
"Kenapa lagi Pak Fandi pulang, Apa ada yang ketinggalan." batin Mawar sambil membuka pintu.
Ckleekkk...
Begitu kamar terbuka, Mawar tidak melihat siapapun, Mawar pun menoleh ke kanan kiri dan sekitaran rumah. Namun tak terlihat ada seseorang yang datang. Dengan mengangkat kedua bahunya karena rasa heranya. Mawar berbalik badan ingin menutup pintu. Namun sebelum Mawar melakukannya, Seseorang mendorong Mawar masuk hingga Mawar tersungkur di lantai.
__ADS_1
"Aowwhhh...." ringis Mawar.
Kemudian Mawar menoleh ke belakang meliha siapa yang telah mendorong dirinya. Dan alangkah terkejutnya ia ketika melihat Raka lah yang berdi di hadapannya.
"Raka..."
Raka tersenyum smirk dengan langkah kaki yang mendekati Mawar.
Mawar yang masih terduduk di lantai bergerak mundur menghindari Raka yang semakin dekat. Semakin lama semakin dekat, Seperti binatang buas Raka mencoba mendekap tubuh Mawar. Namun dengan lincah Mawar berhasil lolos dari Raka dan berlari ke arah pintu.
Tidak mau kalah begitu saja, Dengan cepat Raka mengejar Mawar dan segera menutup pintu rapat-rapat.
Jebrettt...!!!
Mawar yang mulai ketakutan melangkah mundur menghindari Raka dengan melemparnya dengan sembarang benda yang bisa ia gapai.
"Pergiii.... Pergiii...." teriak Mawar.
"Jangan harap kali ini Aku melepaskan mu Mawar! Kamu sudah terlalu sering melawan ku, Sekarang terima saja, Karena nasib mu kini berada di tangan ku!"
Mawar menggelengkan kepalanya dan berlari di balik meja makan sembari melemparkan piring yang terdapat di meja.
Prannnkkkk....!!! Raka berhasil menghindari lemparan itu dengan melindungi wajahnya dengan kedua tangannya. Melihat kesempatan itu, Mawar segera berlari ke kamar. Namun belum sempat Mawar mengunci pintunya, Raka menahan pintu yang nyaris tertutup rapat.
Bersambung...
📌 Dobel Up buat pengkomen setia ku, Terimakasih sayang, Tanpa kalian Novel ku sepi kaya kuburan 😘❤️
__ADS_1