
Sementara Fandi yang merasa di bohongi oleh Ayahnya tengah merasa resah memikirkan Mawar yang sudah beberapa hari ini tidak ia hubungi. Semula Ayahnya meminta Fandi untuk pergi ke rumah Om nya yang hanya berjarak beberapa rumah dengan alasan berkunjung karena Om nya sedang sakit, Selain itu Fandi juga sudah lama tidak bertemu mereka sehingga dengan sendirinya Fandi pergi ke sana. Namun pada kenyataannya setelah sampai di sana, Fandi di jebak masuk ke dalam kamar kemudian di kunci dari luar. Teralis jendela yang tinggi kokoh melindungi kamar tak mampu Fandi tembus hanya dengan tangan kosong, Sementara ponsel yang seharusnya bisa menghubungi Mawar atau bisa untuk meminta bantuan berada di meja ruang tamu di mana saat itu Fandi langsung berlari meletakkan ponselnya ketika mendengar teriakkan dari dalam. Namun rupanya itu hanyalah jebakan dari Om nya yang sudah bekerja sama dengan Ayah nya.
"Sampai kapan Aku harus di sini!" Fandi mulai merasa frustrasi dengan situasi yang ia alami.
Fandi mencoba menggedor-gedor pintu memanggil Om dan Tantenya. Teriakan Fandi cukup mampu mengusik ketenangan mereka yang tengah tertidur pulas sehingga mereka bangun dan menuju kamar dimana Fandi di kurung.
"Om... Buka Om, Aku sakit perut." teriak Fandi beralasan.
Om nya yang mendengar hanya menggelengkan kepalanya dan menempelkan telinganya di daun pintu. "Apa kamu sedang menipu Om?"
"Aku benar-benar sakit perut Om tolong buka pintunya."
"Fandi... Untuk apa kamu repot-repot, Kamar mandi ada di dalam."
Fandi terdiam dan menoleh ke belakang dimana kamar mandi terletak, Kebiasaannya saat tinggal di desa orang yang menempatkan kamar mandi di luar kamar membuatnya lupa jika ada kamar mandi yang sudah beberapa kali ia gunakan sepanjang di kurung seperti tahanan.
__ADS_1
"Fandi... Fandi... Mau menipu Om tapi tidak pikir-pikir dulu." ujarnya sembari menjauh dari pintu.
"Om yang menipuku! Tanre juga, Papa dan juga Mama, Kalian semua menipuku, Kenapa kalian mengurungku seperti anak kecil?!"
"Kamu yang seperti anak kecil Fandi, Bagaimana mungkin kami membiarkan mu menikahi murid mu itu, Dia masih kecil dan tidak setara dengan kita!" teriaknya.
Rupanya sewaktu pulang Fandi langsung mengutarakan niatnya untuk menikahi Mawar dan menceritakan segalanya tanpa ada yang di sembunyikan. Namun apa yang di ceritakan Fandi tentang pengakuannya yang sudah melewati batas tidak membuat orang tuanya terkejut karena mereka sudah terlebih dahulu mengetahui tentang hubungan Fandi dan Mawar dari Bu Hana yang tentunya versi Bu Hana sehingga memang Orang tua Fandi tidak suka dengan Mawar yang dari keluarga broken home, Mereka juga menginginkan menantu yang setara untuk putra kebanggaannya.
"Om tidak tahu apapun, Om hanya mendengar cerita dari Papa dan Papa tidak tahu yang sebenarnya."
"Terserah apa yang kamu katakan Fandi, Yang jelas Om dan Papa mu sepakat tidak akan membiarkan mu menikahi gadis itu!"
"Bangun!" tegas Ayah Fandi hingga gadis bertubuh kecil itu terangkat hingga berdiri.
"Pergi dari rumah ku atau Aku akan memanggil polisi karena kamu sudah menganggu ketenangan kami!"
__ADS_1
"Baguslah jika Om memanggil polisi, Biar polisi tau jika Aku tengah mengandung cucu Anda!" entah keberanian dari mana yang Mawar kumpulkan sehingga Mawar tidak lagi takut menghadapi orang tua Fandi yang terlihat begitu garang.
"Lancang sekali kamu!" Ayah Fandi mencengkeram lengan Mawar dengan mata yang melotot sempura.
"Anak kecil seperti mu mencoba mengancam ku?!"
"Ini bukan ancaman Om, Ini kenyataan."
Kembali merasa di tentang, Ayah Fandi semakin naik pitam dan menghempaskan lengan Mawar hingga tubuh gadis kecil itu terpelanting ke tanah.
Tidak juga mau menyerah Mawar kembali bangkit dan mendekati Ayah Fandi. Namun yang terjadi selanjutnya membuat Ibu Fandi begitu terperangah melihat bagian belakang Mawar yang memperlihatkan bercak darah menempel di dress nya.
"Mawar kamu sedang datang bulan?" tanya ibu Fandi yang merasa senang karena ucapan Mawar tidak terbukti benar.
Menatap raut wajah bahagia wanita paruh baya itu, Mawar menoleh ke belakang. Melihat dress bagian bawahnya yang memang memperlihatkan darah menempel di sana.
__ADS_1
"Oh ya ampun, Bagaimana bisa Aku kembali datang bulan padahal beberapa hari ini Aku sudah telat." batin Mawar yang memang mengira jika dirinya hamil sehingga nekat mendatangi rumah Fandi tanpa memberitahu keluarganya.
Bersambung...