Layunya Bunga Desa

Layunya Bunga Desa
Persiapan


__ADS_3

Setelah mendapat keputusan dari Pak Lurah. Heru kembali mendatangi rumah Raka untuk meminta Ayah Raka memajukan tanggal pernikahan anak-anak mereka karena Heru tidak ingin Mawar melangkahi kakaknya yang rencananya akan menikah lima hari lagi.


Tidak seperti Mawar yang di tolak mentah-mentah oleh orang tua Fandi, Heru di sambut baik oleh Ayah Raka meskipun Raka dan ibunya masih setengah hati menerima pernikahan itu.


"Lalu bagaimana Pak, Apakah Anda setuju dengan usulan saya?" tanya Heru yang tidak lupa menceritakan jika Mawar akan menikah besok sehingga mengusulkan mempercepat pernikahan Lily dan Raka.


"Jadi Mawar akan menikah juga." batin Raka yang dulu sempat beberapa kali ingin mengambil madunya.


"Kakak dan adik sama saja menjerat para lelaki kaya lalu minta cepat-cepat di nikahi. Huft Aku tidak tahu mau ditaruh dimana muka ku jika para tetangga tahu keluarga seperti apa yang menjadi besanku." batin ibu Raka kesal


"Mmm... Baiklah, Tidak masalah, Lagipula sekarang atau nanti mereka juga tetap akan menikah." ujar Ayah Raka.


"Benarkah Anda tidak merasa keberatan?"


"Sama sekali tidak, Kebetulan sejak kedatangan Anda tempo hari kami sudah mulai mempersiapkan segalanya, Jadi hanya maju lima hari saya rasa itu tidak masalah."


Heru begitu terharu mendengar kebaikan Ayah Raka mengingat perlakuan yang jauh berbeda dari Ayah Fandi terhadap Mawar dan juga dirinya.


"Kalau begitu saya pamit dulu, Sekali lagi terimakasih," ucap Heru menjabat tangan Ayah Raka.


"Baiklah sampai jumpa besok."


Setelah Heru pergi, Ibu Raka memprotes keputusan suaminya. Namun secara tegas keputusannya sudah bulat dan tidak dapat di ganggu gugat sehingga mau tidak mau Raka harus menerima pernikahannya jika tidak ingin di usir dari rumah.

__ADS_1


•••


Keesokan harinya, Mawar bangun lebih awal, Bersiap dengan kebaya pengantin yang di belikan Ayahnya sepulang dari rumah Raka. Meskipun hanya dengan polesan make up tipis-tipis yang di bantu ibunya, Mawar terlihat begitu sangat cantik seperti pengantin pada umumnya. Begitupun dengan Lily yang juga mengenakan kebaya serupa, Membuat kakak beradik itu nampak seperti saudara kembar.


"Kalian sudah siap?" tanya Heru yang baru datang.


"Sudah." saut Mona.


"Bagaslah, Raka dan keluarganya sudah di jalan, Dan kamu Mawar...


Bagaimana apa Fandi sudah menghubungi mu?"


Mawar menggeleng sedih.


"Semalam mereka mengatakan agar Aku tidak perlu merasa khawatir karena mereka akan memastikan Pak Fandi akan menikahi ku hari ini."


"Baiklah kalau begitu Ayah ke depan dulu."


Setelah menunggu sekitar dua puluh tiga menit keluarga Raka pun datang. Heru menyambut kedatangan mereka di ikuti oleh Mona dan juga anak-anaknya. Baru saja Heru mempersilahkan mereka duduk, Pak Penghulu pun datang, Di ikuti oleh Revan yang datang seorang diri. Membuat Heru mencari-cari Mursidah yang masih resmi menjadi istrinya.


"Revan ibu mu?"


"Maaf Ayah, Ibu tidak mau ikut."

__ADS_1


Heru terenyuh mendengar hal tersebut. Peringatannya kepada Mursidah sepertinya tidak mampu membuatnya sadar demi keutuhan rumah tangganya.


"Ayah..."


"E... Tidak papa, Terimakasih ya kamu sudah datang."


Revan mengangguk dan menemui Mawar yang terlihat tengah gelisah menatap layar ponselnya.


"Mawar..."


"Revan."


"Bagaimana apa Anak mami itu sudah menghubungi mu?"


"Revan..." Mawar mengerucutkan bibirnya mendengar laki-laki yang begitu ia cintai di katain anak mami.


"Sorry Mawar, Tapi kenyataannya, Dia terus saja bersembunyi di belakang Ayah ibunya seperti tidak punya pendirian. Padahal selama ini dia begitu mandiri dan tidak mengandalkan harta orang tuanya, Tapi begitu pulang ke rumah orang tuanya, Dia menjadi seperti anak kecil yang tidak bisa mengambil keputusan sendiri."


Mawar terdiam mengingat bagaimana Fandi dengan sangat sederhana hanya mengenakan motor saat mengajar, Bahkan pada malam hari Fandi masih mau memberikan les privat untuk menambah pemasukannya. "Lalu kalau sudah sedemikian mandiri kenapa Pak Fandi tidak berani mengambil keputusan sendiri? Ahh mungkin Pak Fandi terlalu berbakti kepada orang tuanya sehingga ia tidak mau menentangnya." Mawar segera menepis keraguan di hatinya dengan berpikir positif atas sifat Fandi setelah kembali ke kota kelahirannya.


Bersambung...


Maaf ya guys, Kemarin hari ibu gak Up karena mengunjungi ibu yang sedang sakit. Buat kalian semua yang sudah bergelar ibu, Selamat hari ibu, Kalian adalah malaikat tanpa sayap untuk anak-anak kalian 🤍🤍🤍

__ADS_1


__ADS_2