Layunya Bunga Desa

Layunya Bunga Desa
Katakan Cinta


__ADS_3

Sepanjang perjalanan menuju sekolah, Fandi hanya diam tanpa bicara seperti biasanya. Hatinya bimbang dan resah memikirkan bagaimana nanti sepulang sekolah. Meskipun begitu, Fandi yang khawatir pada Mawar, Tidak lagi menurunkannya di tempat biasa, Ia menurunkan Mawar tak jauh dari gerbang sekolah. Bahkan untuk memastikan keamanannya, Fandi memberi kode pada Mawar agar masuk terlebih dahulu, Baru setelah itu Fandi menyusul masuk.


Setelah jam pelajaran di mulai, Fandi memberi pelajaran seperti biasanya, Kemudian ia duduk termenung menatap Mawar yang tengah fokus mengerjakan tugasnya. Hati dan pikirannya seolah berperang keputusan apa yang harus ia ambil. Namun sampai jam pelajaran selesai dan waktu istirahat tiba, Fandi langsung pergi tanpa menoleh kearah Mawar.


"Sepertinya Pak Fandi tidak peduli dengan kepergian ku." batin Mawar melihat punggung Pak Fandi yang memasuki kantor.


Hingga tiba waktunya untuk pulang, Fandi tidak juga mengatakan sepatah katapun pada Mawar, Membuat Mawar tersenyum kecut dan langsung berlalu pergi meninggalkan Pak Fandi yang masih duduk diam di kursinya.


Setelah cukup lama dan mawar tidak lagi terlihat, Fandi segera berlari keluar. Hatinya merasa cemas memikirkan kemana Mawar akan pergi, Tidak lagi peduli orang lain akan melihatnya, Fandi berlari keluar gerbang melihat kesana-kemari.


"Pak Fandi... Cari siapa?" tanya Bu Hana menghentikan motornya.


"E... Bukan siapa-siapa." Fandi langsung berlari pergi tanpa mempedulikan Bu Hana. Ia menelusuri jalan berharap masih bisa menemukan Mawar dan memintanya untuk tidak pergi, Dan pencariannya tidak sia-sia, Fandi dapat tersenyum lebar saat melihat Mawar masih berdiri di tepi jalan. Namun senyum itu terhenti ketika motor Aryo berhenti di depan Mawar.


Seperti orang yang sudah janjian, Mawar memberikan tas pakaiannya dan bersiap naik dengan memegang pundak Aryo, Melihat itu Fandi tidak bisa lagi menahan diri dan berlari menghampirinya.


"Mawar!"


Mawar dan Aryo terkejut menoleh ke belakang.


"Pak Fandi..."


"Berikan tasnya!" Fandi langsung merebut tas yang ada di depan Aryo dan menarik tangan Mawar pergi bersamanya.


Aryo hanya memandang bingung Pak Fandi yang menarik Mawar bersamanya hingga gadis kecil itu tertatih-tatih mengimbangi gurunya.

__ADS_1


"Pak Fandi kalau mau bicara disini aja Pak, Kasian Aryo kalau kita pergi kejauhan." ujar Mawar sembari mencoba melepaskan tangan Fandi.


Mendengar itu Fandi langsung berbalik badan menatap Mawar dengan kesal. "Siapa yang mengizinkan mu pergi bersamanya?"


"E.. Ya gak ada, Tapi ini yang terbaik untuk kita Pak,"


"Terbaik apanya?"


Mawar hanya terdiam menundukkan kepalanya.


"Apa kamu tidak belajar dari pengalaman, Bagaimana jika kejadian semalam terulang lagi? Bagaimana jika Aryo melakukan hal yang sama?"


"Aryo tidak seperti itu Pak, Dia baik pada Mawar, Dia juga tidak suka sama Mawar, Aryo hanya ingin membantu Mawar jadi Aryo tidak akan mungkin macam-macam."


"Siapa yang bisa menjamin?"


"Tapi Aku tidak ingin keberadaan ku menjadi alat untuk Raka mengancam Pak Fandi, Jadi biarkan Aku pergi." Mawar meminta kembali tas pakaian nya. Namun Fandi menahannya.


"Aku bilang kamu tidak boleh pergi Mawar!" tegas Fandi.


"Tapi Aku harus pergi Pak..."


"Aku bilang tidak boleh Mawar!"


"Tapi kenapa Pak?"

__ADS_1


"Aku bilang tidak boleh Mawar! Jangan membantah ku!"


Mendengar bentakan keras Fandi, Mawar merasa kesal dan langsung pergi tanpa meminta izinnya lagi.


"Mawar!" Fandi berlari mengejar Mawar dan menariknya kembali.


"Kenapa kamu tidak mau mendengarkan ku?"


Mawar yang masih kesal menepis tangan Fandi dan kembali melangkah pergi.


"Mawar! Kenapa kamu tidak mengerti juga jika Aku mencintaimu!"


Mendengar itu Mawar menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang.


Menyadari apa yang baru saja terucap dari bibirnya, Fandi mengalihkan pandangannya kesana kemari.


Dengan langkah perlahan, Mawar kembali mendekati Fandi yang terlihat gugup.


"Tadi Pak Fandi bilang apa?" tanya Mawar yang ingin memastikan pendengarannya tidaklah salah.


"Apa! Memang apa yang kamu dengar?"


Mendapat jawaban ketus dari Fandi, Mawar kembali merasa kesal dan pergi meninggalkan Fandi.


"E-Mawar!" Fandi yang menjadi panik, Kembali mengejar Mawar dan menariknya ke pelukannya.

__ADS_1


Di dalam dekapan Fandi, Mawar membulatkan mata seakan tak percaya dengan apa yang tengah terjadi.


Bersambung...


__ADS_2