Layunya Bunga Desa

Layunya Bunga Desa
Kebohongan


__ADS_3

"Oh ya, Jadi selama ini kamu tinggal dimana Mawar?"


Pertanyaan itu sontak mengagetkan Fandi. Ia menatap Mawar yang juga menatapnya seakan bertanya jawaban apa yang harus ia berikan.


Sementara dari sisi lain Bu Hana yang juga mendengar pertanyaan itu tersenyum penuh arti.


"Mawar... Di tanya kok malah lihat Pak Fandi?"


"Sebenarnya..."


"Sebenarnya Mawar tunggal bersama saya." jawaban tiba-tiba dari Bu Hana membuat semua orang menoleh ke arahnya.


Dengan penuh percaya diri, Bu Hana menatap Fandi dan melewatinya lalu berdiri di depan Heru.


"Anda ini?"


"Saya Hana, Meskipun saya bukan wali kelas Mawar tapi karena saya dekat dengan Pak Fandi, Mawar jadi cukup dekat dengan saya, iya kan Mawar?"


Melihat tangan Bu Hana yang mengusap lengannya, Serta tatapan penuh penekanan membuat Mawar mengiyakan apa yang Bu Hana katakan.


"Oh jadi selama ini Mawar tinggal bersama Anda?" tanya Heru memperjelas pengakuan Bu Hana.


"Iya benar Pak..."

__ADS_1


"Apa maksud Bu Hana melakukan ini, Apa dia memiliki maksud tertentu?" batin Fandi yang terus menatap Bu Hana. Tatapan itu di lihat oleh Mawar yang mengira Pak Fandi kini menyukai Bu Hana. Ketakutan-ketakutan semacam itu terus menghantui Mawar setelah kejadian malam itu.


"Kalau begitu terimakasih sekali ya Bu, Terimakasih karena selama ini sudah menjaga putriku."


"Sama-sama Pak..."


"Mawar ucapkan terimakasih pada Bu Hana dan sekarang ayo kita pulang, Karena mulai hari ini kamu akan tinggal bersama Ayah."


Mendengar itu Mawar kaget, Ia terus menatap Fandi yang masih saja terdiam tanpa mengatakan apapun.


"Tapi Ayah..."


"Kenapa Mawar, Apa kamu perlu mengambil barang-barang mu?"


"Jagan khawatir, Saya akan menyiapkan semuanya, Tapi tidak sekarang karena saya masih harus menyelesaikan beberapa rangkaian acara," jelas Bu Hana.


"Tapi Mawar sudah boleh pulang kan Bu?" tanya Heru.


"Ya, Tentu... Silahkan." dengan senang hati Bu Hana membiarkan Heru membawa Mawar pergi, Terlebih melihat Fandi yang tidak membantah pengakuannya, Membuat Bu Hana bebas berucap apapun yang ia inginkan.


Mawar terus menoleh ke belakang Menatap Fandi yang masih saja diam menatapnya.. Ada sedikit harapan di hatinya agar Fandi mau menghentikannya dan mengatakan sesuatu pada Ayahnya. Namun hingga ia naik ke motor. Fandi tidak juga menghentikannya.


Fandi menghelai nafas panjang ketika motor Heru berlalu pergi.

__ADS_1


Dan itu di lihat oleh Bu Hana yang langsung tersenyum.


Senyuman Bu Hana pun di lihat Fandi yang langsung berubah sikap.


"Apa maksud Bu Hana mengaku jika Mawar tinggal bersama Bu Hana?"


Pertanyaan Fandi yang bernada menekan hanya di tertawakan oleh Bu Hana. "Pak Fandi... Pak Fandi... Anda ini berlaga tidak terima Aku mengaku jika Mawar tinggal bersama ku, Tapi pada kenyataannya Pak Fandi merasa tenang kan karena terselamatkan oleh pengakuan ku?"


Fandi terdiam memalingkan wajahnya. Hal itu memang benar, Ia sama sekali belum siap jika mengakui Mawar tinggal bersamanya yang pasti akan menimbulkan banyak pertanyaan dari Heru.


Bu Hana kembali tersenyum dan meraih tangan Fandi.


"Aku tau kesulitan Pak Fandi dan aku datang untuk menyelesaikan kesulitan itu." ujar Bu Hana.


"K-k-kesulitan apa yang kamu maksud?" tanya Fandi melepaskan tangan Bu Hana kemudian melangkah membelakanginya.


"Aku tidak tahu kesulitan apa yang tengah Pak Fandi alami, Tapi Aku tau pasti jika Pak Fandi mengakui Mawar tinggal bersama pak Fandi, Maka Pak Fandi akan mengalami kesulitan."


"Aku tidak tahu apakah Aku harus berterimakasih pada Bu Hana atau justru harus waspada kepadanya." batin Fandi.


Bersambung....


📌 Dikit dulu ya nanti lagi...

__ADS_1


__ADS_2