Layunya Bunga Desa

Layunya Bunga Desa
Terselamatkan


__ADS_3

Fandi sampai di tempat yang Raka dan Lily jelaskan. Namun Raka tak menemukan siapapun di sana, Hanya terlihat botol bekas, Kartu Remi serta puntung rokok yang masih berasap menjadi tanda jika tempat itu baru saja di gunakan oleh sekelompok orang.


Merasa yakin orang tersebut adalah teman-teman Raka yang membawa Mawar, Fandi pun menelusuri jalan yang kemungkinan di lewati mereka. Fandi sengaja tidak memanggil nama Mawar dan hanya fokus mencari, Agar lebih mudah menemukannya. Dan benar saja, Fandi mendengar teriakan meminta tolong.


"Tolooooong..."


"Mawar." batin Fandi yang merasa yakin jika itu suara Mawar.


"Tolooooong... Tolooooong..."


Fandi yang semakin jelas mendengar suara Mawar melihat ke sekelilingnya, Netranya tertuju pada sebuah rumah kosong tanpa lampu. Hanya terdapat beberapa cahaya lampu ponsel yang menerangi.


Melihat itu, Fandi semakin yakin dan mencari sesuatu yang bisa di jadikan senjata untuk melawan mereka. Melihat sebuah kayu yang panjangnya sekitar satu meter tergeletak tak jauh darinya, Fandi pun mengambilnya.


Kemudian Fandi mendekati rumah itu dengan cara mengendap-endap. Tidak ingin menarik perhatian mereka dengan menyalakan senter ponselnya, Fandi hanya mengandalkan cahaya langit yang belum begitu gelap.Kemudian Fandi mendekati jendela dimana cahaya ponsel itu berada. Dan benar saja Mawar berada di dalam sana.


Kedua orang memegang tangan Mawar di kanan kirinya, Sementara kedua orang bersiap melecehkannya.


"Lepaskan! Lepaskan!" Mawar berusaha keras untuk tidak di sentuh oleh mereka, Kakinya yang sejak tadi menendang mereka kini di pegang erat hingga tak bisa lagi Mawar melawan. Tak bisa lagi melihat Mawar menderita lebih lama, Fandi langsung menerobos masuk dan memukul dua orang yang berdiri di depan Mawar.


BHUGGG...!!!

__ADS_1


Serangan keras yang tiba-tiba membuka kedua orang tersungkur ke tanah, Sementara dua orang yang memegangi tangan Mawar, Melepaskan Mawar dan menyerang Fandi. Namun Fandi yang sudah siap dengan serangan itu langsung memukul mereka sebelum mereka sempat memukulnya.


BHUGGG.... BHUGGG...!!!


Setelah menghajar keempatnya, Fandi membuang kayu yang ia bawa, Bergegas menolong Mawar. Namun baru beberapa langkah ia mendekati Mawar. Sebuah pukulan mendarat di kepalanya.


BHUGGG...!!!


"Aaaaaa..."


"Pak Fadiiii...." teriak Mawar histeris.


Fandi memegangi kepalanya dan menoleh ke belakang.


Fandi yang merasakan ada sesuatu yang mengalir dari kepalanya melihat telapak tangannya yang ternyata berlumuran darah, Membuat kepalanya terasa pening dan hampir membuatnya kehilangan keseimbangan.


"Pak Fadiiii..." Mawar segera memeluknya, Menopang tubuh Fandi yang nyaris terjatuh.


"Mawar... Kamu baik-baik saja."


"Aku baik-baik saja Pak." saut Mawar menangis.

__ADS_1


"Jangan menangis kita sudah aman."


Mawar merasa bingung dengan ucapan Fandi, Bagaimana bisa Fandi mengatakan mereka telah aman sementara mereka belum terlepas dari mereka. Namun kebingungannya itu segera berakhir ketika beberapa polisi menerobos masuk kedalam.


"Jangan bergerak!" ucap salah seorang Polisi menodongkan senjata.


"Polisi?" tanya Mawar.


"Yah, Di dalam perjalanan kesini, Aku sudah memanggil polisi."


"Ayo ikut dengan kami, Jalan!" tegas polisi menggiring mereka keluar dari rumah itu. Kemudian salah seorang polisi mendekati Fandi untuk memberikan pertolongan. Mereka masuk ke mobil polisi untuk di bawa ke rumah sakit.


Setelah mendapat perawatan, Fandi langsung meminta pulang malam itu juga. Karena lukanya tidak terlalu parah, Fandi pun di izinkan pulang.


Kini Mawar kembali ke rumah Fandi dengan rasa sesal.


Karena ulahnya yang pergi tanpa pamit membuat dirinya hampir celaka, Dan karena dirinya pula, Fandi harus menerima beberapa jahitan di kepala karena pukulan yang ia terima.


"Maafkan Aku..." tangis Mawar yang langsung memeluk Fandi.


Fandi menahan rasa sakitnya dan membalas pelukan Mawar. Membiarkan Mawar meluapkan tangisannya di dadanya.

__ADS_1


Bersambung...


📌 Sabar Yah, Dari kemarin lambat di ACC jadi update nya lama 🙏


__ADS_2