Layunya Bunga Desa

Layunya Bunga Desa
Tergagap


__ADS_3

Melihat Mawar tidak juga menyantap makanannya, Fandi langsung menyuapkan makanannya pada Mawar.


"Nyammm..."


Spontan Mawar langsung menutup mulut dengan tangan kananya. Suapan yang begitu besar membuat Mawar kesulitan untuk mengunyah makanan yang ada dam mulutnya.


Melihat itu, Fandi bukannya merasa bersalah justru malah menertawakan Mawar yang ingin memprotesnya namun tidak bisa bicara.


Di sisi lain, Lily memperhatikan Fandi yang tertawa lepas di depan Mawar, Sangat terlihat jelas jika Fandi begitu tertarik dengan Mawar, Jauh berbeda sikap pada dirinya ketika Ia masih duduk di bangku SMP.


"Lily... Kenapa kamu melihat mereka terus?"


"A-e... Tidak Raka, Aku hanya merasa kesal dengan Mawar, Dia selalu bersikap sok alim di depan ku, Tapi di belakang mainannya sama pria yang jauh lebih tua darinya."


"Kamu sih gak percaya, Orang pas di rumah aja dia coba menggoda ku." ujar Raka yang masih tidak terima karena gagal menyicipi madu sang Mawar.


"Iya Sayang, Sekarang Aku lebih percaya padamu daripada Mawar berduri itu," ucap Lily menggenggam tangan Raka.


Raka tersenyum licik, Dalam pikirannya jika Lily sudah mempercayai dirinya, Kelak ia akan kembali mengambil kesempatan untuk menghis*p madu sang Mawar.


Setelah berhasil menelan makanannya, Mawar memprotes apa yang Fandi lakukan. Namun lagi-lagi Fandi kembali menyuapinya. Dan itu Fandi lakukan berulang-ulang kali.

__ADS_1


"Jika kamu masih berani memprotes ku, Maka Aku akan terus memberimu satu suapan penuh." ujar Fandi kembali tertawa.


Dengan mulut penuhnya Mawar menggelengkan kepalanya.


Mengunyah secara perlahan hingga kembali tertelan habis.


"Sudah cukup Pak... Aku sudah kenyang sekali," ucap Mawar memelas.


Fandi hanya tersenyum menatap Mawar, Kemudian menyapu ujung bibir Mawar dengan ibu jarinya.


"Gila demi apapun Pak Fandi bukan hanya ganteng tapi dia juga sangat romantis, Pantas saja murid-murid pada klepek-klepek sama dia." batin Mawar sambil terus menatap Fandi yang juga terus menatap dirinya.


"Diiih mau ngapain dia, Jangan bilang Pak Fandi mau menciumku." batin Mawar yang kemudian memejamkan mata sembari memalingkan wajahnya ke samping.


Tidak juga terjadi apapun, Mawar membuka sedikit matanya untuk melihat apa yang tengah Fandi lakukan.


Melihat Fandi yang hanya diam dari jarak yang begitu dekat, Nawar membuka mata sepenuhnya.


"Kamu ngapain menjamin mata begitu?" tanya Fandi tertawa.


"E-mm... P-p-pak Fandi mau ngapain?" tanya Mawar tergagap.

__ADS_1


Fandi tersenyum dan mengambil sesuatu di kepala Mawar kemudian menunjukan kepadanya.


"Hah....!!!" Mawar terkejut melihat serangga yang terdapat di tangan Fandi.


Dengan menertawakan Mawar, Fandi membuang serangga tersebut kemudian mencubit pipi Mawar dengan gemas. "Apa yang kamu pikirin gadis kecil?" tanyanya sambil terus tertawa.


Mawar mengerucutkan bibirnya sembari memegangi pipinya yang di cubit. "Lihat saja, Sampai kapan kamu akan menganggap ku anak kecil." gumam Mawar dalam hati.


"Sudah yuk pulang, Jangan sampai besok kamu terlambat bangun, Kamu sudah lama bolos!"


Mawar mengangguk dan beranjak bangun dari duduknya,


Netranya menoleh ke arah Lily yang masih duduk di sana menatap dirinya dengan tajam seolah menahan kekesalan di hatinya.


"Mawar..." Fandi melihat Lily sekilas kemudian menggandeng tangan Mawar untuk keluar dari rumah makan tersebut.


•••


Bersambung...


Dikit aja lah, Yang komen juga dikit 🤣

__ADS_1


__ADS_2