Layunya Bunga Desa

Layunya Bunga Desa
Titik Terang


__ADS_3

Melihat tatapan para pemuda yang sudah di pengaruhi oleh minuman beralkohol. Membuat Mawar melangkah mundur.


Ia merasa gemetar berhadapan dengan empat pria teman Raka. Namun meskipun begitu, Mawar masih memikirkan Lily yang masih terduduk di tanah, Sehingga Mawar kembali melangkah maju untuk membantu kakaknya itu. Tentu mereka tidak membiarkan Mawar begitu saja, Kedua pria langsung mencekal Mawar dengan memegang kedua tangan Mawar dari sisi kanan dan kirinya. Membuat Mawar tidak bisa berkutik selain berteriak meminta di lepaskan.


"Lepaskan... Lepaskan..."


"Raka... Jangan diam saja, Bantu Mawar." seru Lily.


Mendengar itu Raka melihat Mawar yang terus berusaha memberontak. Dalam hatinya Raka tidak rela Mawar di sentuh orang lain, Karena hal itu juga Raka langsung menghajar teman-temannya dan menarik Mawar ke sisinya. "Jangan pernah berani menyentuhnya!" tegas Raka yang berhasil melawan mereka. Namun perkataan Raka membuat Lily cemburu sehingga rasa yang semula ingin menolongnya berbalik ingin membuat Mawar celaka.


"Raka..." Lily langsung memeluk Raka hingga membuat Mawar yang di samping Raka tersisish.


"Kita pergi dari sini."


Raka menganggukkan kepala dan mengajak Mawar ikut serta. Namun tidak semudah itu mereka pergi. Akibat dari perlawanan Raka membuat mereka murka dan menghajar Raka beramai-ramai.


Satu banding empat tentu tidak sebanding, Sehingga Raka hanya bisa melindungi kepalanya dengan kedua tangannya.


"Lepaskan dia... Lepaskan!" Lily memukul-mukul teman-teman Raka yang memukuli Raka tanpa ampun. Hingga timbul pikiran jahat Lily untuk mengorbankan adiknya.


"Kalian menginginkan Mawar kan?" tanya Lily sembari menyeret lengan Mawar ke sisinya.


Mendengar itu teman-teman Raka menghentikan pukulannya.


Sementara Mawar terperangah melihat Lily. Ia benar-benar tak percaya dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh kakaknya sendiri.


"Apa yang Kak Lily katakan?"

__ADS_1


"Mawar hanya kamu yang bisa menolong kami." Lily meng-iba pada Mawar demi rasa cintanya pada Raka.


"Kak Lily lebih memilih Pria yang tidak mau bertanggung jawab daripada adik mu sendiri?"


"Mawar... Mengertilah, Ini demi bayi yang ada dalam kandungan ku."


"Lily! Apa kamu sudah gila?! Bahkan Aku tidak rela menyerahkan Mawar pada mereka!" timpal Raka.


"Raka! Apa kamu benar-benar menyukai Mawar?"


"Ahhh!!! Kalian kebanyakan bicara, Kemarilah gadis manis." salah seorang teman Raka langsung menarik Mawar ke sisinya melingkarkan tangan ke leher Mawar dan mengunci pergerakannya.


"Kak Lily... Erghhh!" Mawar berusaha meminta tolong Lily, Namun Lily sibuk menopang tubuh Raka yang sudah babak belur.


"Kalian berdua pergilah, Ini jaminan kalian." ujar salah seorang teman Raka tertawa.


"Erghhh... Lepaskan-Lepaskan!!!" sekuat tenaga Mawar memberontak. Namun tubuh mungilnya tak mampu melawan kekuatan mereka.


"Mawar..." lirih Lily yang terasa berat meninggalkan Mawar. Namun karena keegoisannya akhirnya Lily meninggalkan Mawar sendiri bersama ke empat pria itu.


"Kak Lily... Kak Lily..." teriak Mawar.


Lily tak menghiraukan teriakan Mawar dan memilih memapah Raka meninggalkan tempat tersebut. Karena jarak tempat itu dan jalan raya cukup jauh, Mereka harus berjalan kaki untuk mencari taksi. Kondisi tubuh Raka yang lemah membuatnya hampir terjatuh ketika menginjak batu di trotoar jalan.


Teeetttt...!!! suara klakson mobil membuat pengendara motor hampir menabrak mereka.


"Rakaaaa..." teriak Lily menahan tubuh Raka. Namun Lily tak mampu menopang berat tubuh Raka sehingga keduanya terjatuh di trotoar.

__ADS_1


Pengendara motor tersebut membuka helmnya dan berniat menolongnya. Namun alangkah terkejutnya pengendara motor itu ketika melihat Lily.


"Lily..."


Lily yang tengah fokus mengangkat tubuh Raka menoleh ke belakang dan tak kalah terkejutnya melihat pengendara motor tersebut.


"Pak Fandi?"


"Lily... Apa yang terjadi?" Fandi pun turun dari motornya dan membantu mengangkat tubuh Raka.


"Apa yang terjadi, Kenapa dengannya?"


Karena merasa takut Pak Fandi akan memarahinya karena meninggalkan Mawar sendiri, Lily hanya diam tak menjawab pertanyaan Pak Fandi. Namun Raka yang masih tidak rela melepaskan Mawar kepada teman-temannya mengatakan apa yang baru mereka alami.


"Jadi maksud mu kalian meninggalkan Mawar dengan teman-teman mu yang tengah mabuk?"


Raka mengangguk pelan, Sementara Lily hanya menundukkan kepalanya.


"Kakak macam apa kamu Lily! Kamu mengorbankan adik mu demi pria baji'ngan sepertinya?!"


Lily hanya diam. Ia tetap menundukkan kepalanya tanpa berani mengangkat wajahnya.


"Aku tidak akan memaafkan mu jika sesuatu terjadi pada Mawar!" ancam Fandi yang kemudian pergi ke tempat Mawar terakhir di tinggalkan.


Bersambung...


📌 Tanggal 05 Desember, Ini ke dua kalinya Author ulang tahun di NT. Buat yang mau kasih ucapan Doa dan hadiah di tunggu yah 🤣

__ADS_1


__ADS_2