Lelakiku Introvert

Lelakiku Introvert
10. biasa aja tuh


__ADS_3

sederet daftar pekerjaan menanti kami. aku berusaha mengumpulkan daya sekuat tenaga. Teringat sedari pagi belum Sesuap nasipun yang masuk mengisi lambungku yang menggeliat kelaparan ini.


Dan saat di lokasi syuting hadirlah seorang bidadari cantik, kulitnya putih seputih salju, rambutnya panjang bergelombang seperti gelombang Tsunami. Elah,, pokoknya cantik banget dehh.


Dia aktris, dan model bernama Elsa. Elsa datang dan langsung memeluk Jhon. Iya dari rumornya mereka memang pacaran. Jhon meperkenalkan Elsa padaku, tangannya sungguh halus.


sebisa mungkin aku menahan ekspresiku untuk tetap tersenyum manis.


padahal sebenarnya apa yang kurasakan saat Elsa menjabat tanganku tadi adalah,


ingin kutarik tangan kecil itu, kubanting dia kelantai dan kujambak jambak rambutnya. Eits tapi semua itu cukup di anganku saja.


Gimana enggak, idol yang suka kamu halu halu in ternyata di jamah wanita lain? oh NO.


"its Big NO!!!".


Esmeraldah, tolong sadarkan dirimu dan bersihkan otakmu dari angan angan jahat itu. Jhon itu juga privasi, dia juga ingin hidup layaknya manusia biasa yang merasakan cinta. Tidak semata mata hanya untuk memenuhi halusinasimu saja. bisikan baik yang datang menghampiriku.


kerja aja fokus kerja. menyemangati diriku sendiri mencoba untuk biasa saja.


mungkin beberapa hari lagi aku akan bersikap biasa saja. kak yogi memecah lamunanku yang terdiam duduk di pojokan.


"Make up, Make up please!". pintanya.


"OK, OK!" mendekatinya dan mulai meriasnya.


"ga ada tema kan hari ini make up biasa aja?" tanyaku dan mengambil kapas.


"yups" mainan hp


"nih, pake" memberikan bantal leher.


"macihh,," jawabnya sok imut.


"hihh,, akoh geli beanget dah". seolah bergidik geli di depan kak yogi dan membuatnya tertawa.


"hwhahahaha sa ae esmeraldah" katanya dengan tertawa terbahak bahak.


"diamlah Antonio". balasku kesal


"udah ah ayok cepetan". pintanya dan kembali memainkan game.


"perhatian semuanya, untuk agenda bulan depan yang kita dapet iklan minuman itu. kita adakan syutingnya di pantai" ucap kak vito membagikan informasi di ruang rias.


"OK". jawab kak yogi singkat.


"dipantai kak?" tanyaku memperjelas pengumuman.


"iya, kenapa ga bisa renang ya?" tanyanya datar


"bukan, aku takut kalau deket laut entar aku jadi mermaid". masih dengan merias wajah kak yogi.


"Hahahahahaha..... sa ae kamu cil" tawanya lantang.

__ADS_1


Tawa keras kak yogi membuat semua orang melihat ke arah ku dan kak yogi, termasuk Jhon dan pacarnya.


pacar jhon itu selalu menempel pada jhon.


iyalah jelas dia nempel sama pacarnya, kan punya pacar. Nah kamu yang ga punya sono nempel aja ama tembok, biar kaya cicak. ocehku menasihati diri sendiri.


saatnya tiba ini adalah waktuku untuk merias wajah tampan itu.


"Make up" ujarnya sambil duduk di kursi meja rias.


kami tak banyak bicara, karena ya aku tau pacarnya itu terkenal pencemburu. Aku hanya berusaha bekerja sebaik mungkin, dan Secepat mungkin. Karena mencoba bersikap biasa pada sesuatu yang luar biasa itu sangat melelahkan.


Pekerjaanku selesai, hanya butuh sedikit sentuhan untuk rambut. Tapi saat itu ketika aku melihat wajahnya di cermin, bukan Dia yang sudah Tampan dengan riasan. Melainkan Jhon dengan rambut yang agak panjang dan berantakan, serta badan yang agak kurus dengan tato di lengan.


Aku sontak kaget dan mundur beberapa langkah dengan mengucek mataku ini. mencoba untuk meyakinkan tentang apa yang ku saksikan tadi.


Dan, sudah hilang begitu saja tanpa bisa kulihat lagi. aku mengucek ucek mataku lagi.


"kelilipan cil?" tanyanya membuatku berhenti mengucek mata dan mencoba untuk biasa saja seperti tidak melihat apa apa.


Apa yang kulihat tadi sungguhengganjal di pikiranku. Hal buruk seperti apa yang akan di alaminya kali ini, Dia tidak berdarah tapi terlihat sakit sekali jauh di dalam sana.


Aku mulai banyak melamun, karena memikirkan hal tadi. samapai saat pekerjaan hari ini selesai dan kami pulang.


Dirumah tidak ada Tara, aku memeriksa pesan pesan darinya. Tara pulang kerumahnya sendiri karena sudah berdamai dengan ibunya.


Hehh lega akhirnya aku ada waktu sendiri. cari tenaga ah....! keluhku dan bergegas keluar rumah dengan sepatu lariku.


Aku hanya sendiri di taman bermain anak. Mendengarkan beberapa lagu yang membuatku ingin menari nari kecil dan bernyanyi.


lari ah udah lama ga lari, tiap pagi jadwal padet.


Aku berlari malam ini, niatnya sih ingin mencari keringat. sampai aku di taman bermain anak aku beristirahat sejenak.


Aku kaget setengah mati saat melihat sesosok hitam berdiri di bawah perosotan. Aku tanya dan ku panggil tidak menyahut.


Akhirnya aku mencoba memberanikan diri dan menepuk bahunya, saat dia menengok.


hemmm ternyata kamu cil, ngagetin aja. Aku mengelus dada lega setidaknya bukan hantu atau preman.


dengerin apa sih, di panggil ampek ga nyahut? merebut sebelah earphone Tata.


"Lagu donk, masa iya mantra". ketus Tata yang membuatku tertawa.


"Syelalu begitu kamu". ucapku yang membuat kami tertawa bersama.


POV Tata


Aku bertemu kak yogi yang malam itu membagi tawanya bersamaku. Kami seperti orang gila yang menari bersama dan bernyanyi bersama.


Tidak ada kecanggungan di antara kami. Rasanya seperti bersama seorang Kakak yang sudah lama ku tunggu kehadiranya.


eh, kak. aku kan masih merias kakak, terus merias kak Jhon juga. jadi bayaranku dobel ya? tanyaku

__ADS_1


Karena kemarin aku hanya menuruti emosi, soal gajiku pun belum aku bahas dengan mereka.


"ehmmm soal itu ya? kamu tanya langsung ke bossmu yang sekarang. Oke". merebahkan badanya di lapangan basket.


"Awas aja kalau cuma cuma". keluhku


"Awas? ya minggir lah". jawabnya membuat kita tertawa bersama.


"*Pulang cil yuk dah malem"


"Ayok".


"kesian anak kecil tar kalau piyek*" menye menye.


"huahhhh,, kau sungguh membuatku geli Antonio!" sahutku sambil bergidik gidik di hadapanya.


Kak yogi tiba tiba berdiri dan merangkul ku sambil tertawa.


Aku hanya setinggi pundaknya, dan tau lah ya kalau dia merangkulku maka keteknya dia pas di leherku.


aku tetiba berhenti


plese geh kak jangan kayak gini. tar hidungku berdarah. olokku padanya


"kenapa kamu sakit?" tanyanya polos


enggak, hidungku ga kuat sama bau acem ketekmu! jawabku yang tak bisa bergerak karena terkunci oleh lengannya.


"Oh, bagus. Rasakan ini". semakin bersemangat membuatku pingsan dengan ketek asemnya itu.


Aku dan kak yogi semakin dekat karena hal itu, tapi aku tetap sok biasa aja tuh.


skip


ting tung...


lama syekalee . keluhku dalam hati.


Kak Jhon membuka pintu dengan muka bantalnya itu. Saat aku mau melangkahkan kaki, seorang wanita turun mengenakan kemeja besar berwarna putih milik kak jhon.


wanita itu Elsa, hhh serasa hilang darahku.


badanku lemas, ternyata mereka semalam mengerjakan sesuatu bersama? ocehku dalam hati.


kak aku nanti aja kesininya ya kalau kalian udah pada beresan. Aku keluar dulu. kataku pada Jhon yang masih berdiri di depanku.


Jhon hanya mengenakan celana pendek hitam dan bertelanjang dada, sedang perempuan itu hanya menggunakan kemeja putih tanpa apa apa.


Itu terlihat nyata saat badanya terkena sinar matahari, baju yang rapat berwana putih itu. kini menjadi menerawang seolah transparan.


melihat seperti ini membuatku sangat tak nyaman berada diantara mereka.


pov author.

__ADS_1


Elah, Amelita ngenes amat nasib ya. harus menyaksikan hal seperti ini.


duhhh bikin emeshh deh jadi pengen nangis sambil ujan ujanan.


__ADS_2