Lelakiku Introvert

Lelakiku Introvert
7. kami semakin dekat


__ADS_3

jhon terus saja focus pada kemudi, namun raut kekhawatiran itu tidak dapat di tutupi.


sesekali dia menengok aku yang sedang tidur.


~POV jhon~


apa dia benar benar gadis 20 tahun? dia benar benar bisa melihat apa yang akan terjadi?


dan luka itu, seharusnya ada dikepalaku. tapi dia telah menolongku. apa hyeong yogi mau memindah kontrak tata padaku ya?


pikiranku masih seputaran Tata.


hingga saat aku bangunkan dia dan menanyakan alamatnya.


🐞🐞🐞🐞🐞


"Tata bangun, kita akan kemana ini? mana alamatmu huh? " tanya jhon sambil meminggirkan mobilnya.


oh kita sudah dekat, didepan gang itu kita belok kanan. ujarku dengan merenggangkan badan.


"maaf ya, karena kecrobohanku kamu jadi luka gini deh". melihatku dengan penuh rasa bersalah.


ga papa kali kak, aku ikhlas kok bantuinya. jawabku biasa aja.


ya sebenarnya aku berjuang mati matian untuk menutupi apa yang aku rasakan.


elah kak jhon seandainya aku suruh koprol bolak balik kanan kiri, asal deket kamu aja aku rela kok sumpah deh. batinku .


"kok malah bengong?" tanya jhon memecah lamunanku.


"ini bukan?" jhon memberhentikan mobilnya tepat di depan rumahku.


makasih ya. ucapku sambil berjalan memasuki rumahku. ku lambaikan tangan pertanda sampai jumpa lagi yang dibalas senyuman olehnya.


aku masuk rumah dan....


HORE.......HORE..... hore .... hore aku dianterin pulang pangeran!


hore hore.... asyik asyik..... besok di jemput lagi... kalau kepalaku tidak sakit mungkin aku akan koprol.


sial obat biusnya mulai habis.


kepalaku mulai terasa nyudnyudan lagi.


aku kesepian dan menelfon Tara.


πŸ“²πŸ“²πŸ“²πŸ“²


"apa esmeraldah". jawab tara malas


"*tebak aku tadi di anterin ciyapah?"


"au ah geyap*" jawabnya yang sudah tau siapa yang mengantarku.


"dayamu full lagi ya? ketaman aja sana biar bisa lari larian buang energi mu yang overvload itu". ucap tara memberi saran.


ide yang syungguh baik maria celeste. jam 2 gini aku disuruh main di taman, biar dikira kunti? jawabku jengkel.


"udah ah sana bobok ajah, biar ga gondah golanah". jawab tara sampai mengakhiri telvon.


flash back***


waktu aku diantarkan tadi sengaja sih aku minta di anterin kerumah sakit tempat tara bekerja. setidaknya biar ada sedikit kejutan untuk tara.


🐞🐞🐞

__ADS_1


aku merebahkan badanku yang terasa lelah namum belum mengantuk.


dan


Derrrt...... Derrrtt....


~chat~


"gimana ta, lukamu?"


siapa ya?


"ini aku, JA".


lukaku lumayan oke, sekarang sudah mulai bereaksi. udah mulai nyud nyudan kak.


"maaf ya, cil ".


its ok never mind😊


"besok berangkat pagi loh"


pagi? ok bye aku mau tidur dlu. dahhhh....πŸ‘‹


kring...... kring.....


"Amelita sabina, kamu dimana?" teriak suara dibalik panggilan itu.


aku baru melek dan nyawaku belum menempel sempurna, dan suara melengking itu seeprti hendak memecahkan gendang telingaku.


iya. sahutku dengan meregangkan badan.


"kamu masih nafas kan?" tanyanya mulai lebih rendah dari sebelumnya.


iya aku akan mandi dan berangkat. jawabku malas.


Cegrekk....


terlihat wajah tampan itu tersenyum saat aku membuka pintu. rasanya seperti aku ingin salto dan melonjak lonjak kegirangan. berlari larian memutari taman.


"kok bengong gitu ta?" tanyanya memecah lamunanku.


hayalanku lenyap seketika,


ahhh wajah bodoh ini pasti tadi terlihat jelas senyum senyum sendiri di depan kak jhon. celotehku dalam hati.


ah sial, sampai kapan aku akan menyembunyikan fakta ini? cuitanku lirih.


"ayo!" ajaknya dengan berjalan memasuki mobil.


dan aku melihat lagi kilasan kak jhon terserempet motor, seketika aku langsung berteriak sekencang kencangnya. kutarik badan kak jhon sehingga dia jatuh menimpaku.


raut kebingungan nampak nyata di wajahnya seolah banyak bertanya ada apa?


posisi kami sangat dekat karena aku ada di bawah badanya yang kekar itu. Dia berat sangat berat, sehingga aku sesak dan terbatuk batuk.


beberapa saat, hal buruk itu terjadi. saat kak jhon membantuku untuk berdiri,


BRAKkkk......


sebuah motor terpental, sehingga mengenai body samping kak jhon. ada kecelakaan beruntun 2 mobil dan 1 sepeda motor yang terpental kearah mobil kak jhon.


setelah hal itu terjadi, kak jhon. melihatku aneh dan semakin aneh.


"apa yang terjadi ini, kamu tau semua?" tanya jhon penuh dengan kebingungan.

__ADS_1


"jangan ceritakan hal ini pada siapa pun, cuma kesialan kakak yang bisa aku lihat sementara ini". jawabku seraya berjalan memasuki mobil.


kami seperti sedang terauma, di dalam mobil kami hanya diam. dan mataku terpejam lagi karena masih ngantuk. Hingga kami sampai tetap tidak ada apapun yang terjadi.


di lokasi syuting kali ini.


"hei kecil, gimana udah baikan?" tanya kak yogi padaku dengan wajah datarnya.


aku udah sehat. kataku singkat dan berlalu menuju ruang rias.


POV author:


jhon masih memikirkan kejadian yang menimpanya tadi, hal aneh apa ini. kenapa dia hanya bisa tau apa yang akan terjadi padaku saja, tidak pada yang lain?


kepalaku masih di penuhi tentang pertanyaan pertanyaan yang mengganjal.


nanti malam aku akan ke rumahnya, akan aku tanyakan lebih mendalam soal ini tadi. batin jhon


"kak yogi diem geh jangan gerak gerak." pintaku pada kak yogi.


"capek tau cil". ucapnya sambil menggerak gerakan badanya kecil.


"dikit lagi geh, dikit aja ya" pintaku dengan suara lembut.


"kamu betah kerja sama aku yang cuek ini" tanya kak yogi memecah konsentrasi ku.


"betahlah, banget". jawabku singkat.


kapan lagi aku bisa bertemu manusia manusia yang sama sepertiku? tak bicara jika tak perlu, dan tak makan jika tak lapar. Dan tidur untuk mengisi energy.


"daebak" kak yogi mengankat kedua jempolnya.


dan kami tertawa bersama, dari arah belakang jhon datang dan langsung merebahkan badanya di sofa. Dia tertidur. sementara itu kak vito tidak berangkat hari ini, dia sendang demam.


jhon tertidur lelap, tapi tidak dengan aku dadaku mesih berdegup kencang meski aku mencoba menutup mata. aku menutup badan kak jhon dengan jacket nya.


sedang aku berjalan keluar untuk mengurangi degupan di dada. aku takut dadaku akan meledak. saat aku keluar, aku merapikan beberapa baju dari kru yang terjatuh. Aku menggantung gantungkan nya, dan saat berbalik seraya berjalan seeprti ada yang menarik hoodie ku.


sontaka ku berteriak histeris, aku ketakutan.


huaa.... huaaa.... lepaskan aku. aku tidak berbuat apa apa!


tolong tolong.... lepaskan aku! kakiku gemetaran, dan suaraku mulai habis seperti tak bisa berbicara lagi.


"ya... kamu kenapa?" tanya kak jhon sambil melepaskan hoodie ku yang tersangkut paku.


ya, kebodohanku ini tidak bisa pilih tempat. dan selalu membuatku malu dimanapun dan kapan pun.


he.... he..... he... tawaku garing karena malu.


aku kira hantu, ternyata kecantol paku.


"Hahahahahaha.......... ini lucu sumpah, hei tata penakut". tawanya membuatku jengkel.


hentikan kak, aku malu kalau ada yang tau.


ini rahasia kita oke! pintaku secara paksa.


"oke, tapi ada syaratnya."


POV


Author..


hayo gimana lagi nih kelanjutanya?

__ADS_1


akankah mereka semakin dekat atau semakin jauh.


__ADS_2