
pagi,
embun masih turun dan membasahi ranting dan dedaunan di jalanan.
sedang aku sudah berlarian menarik koper yang berisikan perlangkapan make up ku.
pagi ini merupakan waktu yang teramat sibuk untukku. aku mendapat kontrak untuk merias artis artis figuran dalam suatu acara reality show.
sampai dilokasi sudah di sibukan dengan sederet artis artis figuran yang sudah menungguku.
aku merias mereka tanpa ragu dan dengan percaya diri semua berjalan lancar seperti biasanya.
sampai pada segment bintang tamu.
aku mengamati jalanya syuting itu dari kejauhan, karena tugasku sudah selesai.
reality show ini hanya berlangsung pagi hari. Dan hari ini entah kebetulan atau takdir, bintang tamu yang diundang adalah.
Jhon Athaa, iya jhon athaa idolaku.
sorot kegembiraan langsung tertuju padaku. aku serasa ingin bergulung guling di rumput, ingin berteriak teriak sambil berlari mengitari taman itu.
aku masih sangat ingin melompat lompat dan imajinasiku patah seketika saat tim penyelenggara menyuruhku untuk memakaikan riasan bintang tamu.
Badanku otomatis lemas, peraturan disini adalah tidak boleh ada fans dalam tim.
ya Tuhan, aku ini fans beratnya dia.
Aku berusaha keras untuk mengontrol emosiku biar tidak meluap luap saat aku menyentuh wajah tampan itu.
wajah yang sungguh tampan dan benar benar tampan.
"aku harus bagaimana menyembunyikan ini?" gumamku dalam hati.
jhon duduk di meja riasku memintaku untuk meriasnya, sementara aku belum tersadar dari lamunanku dan masih tersenyum senyum melihat dan membayangkan wajah tampan jhon yang seolah olah melihatku dengan tersenyum dari rerumputan.
tangan itu mengagetkanku, suara merdu itu menyadarkanku.
"hai, nona tolong cepatlah rias aku" pintanya dengan suara perlahan.
aku masih membeku, dengan tatapan kosong menatapanya. Mencoba memendam ungkapan bahwa aku nge fans itu sangat berat.
"iya, baik" jawabku.
tiba tiba tanganku menegeluarkan keringat dingin saat akanenyentuh wajah tampan itu.
"TUHAN, terimakasih untuk hari ini kau telah mempertrmukanku dengan dia. Menakdirkanku untuk menyentuh wajahnya, dan mencium aroma wangi parfumnya. Hal ini akan selalu ku ingat sampai aku tua TUHAN". batinku terus meronta ronta berharap daapt mengungkapkan yang sejujurnya.
tapi apalah dayaku sikap profesional harus aku tanamkan, untuk aku agar bisa bertahan hidup.
dan ternyata ada 2 bintang tamu saat itu yang ke 2 tidak berpengaruh apa apa kepadaku.
dia yogi aktor dan rapper.
fansnya sangat banyak di luar sana, entah berapa tapi aku malas untuk menghitungnya.
__ADS_1
aku meriasnya sebaik mungkin, tanpa tangan yang berkeringat, dan tanpa dada yamg terasa sesak karena menahan luapan kegembiraan.
akhirnya aku selesai merias yogi, dia tak banyak bicara.
hanya mengutarakan suka atau tidak, bagus dan jelek.
iya hanya sedikit kata yang keluar dari pria berkulit putih mulus seputih susu itu.
"hasilnya bagus, aku suka". berjalan meninggalkanku.
"terimakasih" belum selesai berucap yogi sudah pergi.
saat aku beranjak untuk meninggalkan area pengambilan gambar, manager yogi menghampiriku.
"nona, ini kartu nama kak yogi. dia ingin anda meriasnya mulai besok". menyodorkan kartu nama padaku.
"aku akan memikirkanya" jawabku
hari ini adalah hari terakhir kontrak kerjaku dengan reality show ini.
memang programnya sudah habis, jadi akupun sudah harus bergegas mencari kontrak baru.
ku kibas kibaskan sambil kubaca kartu nama itu seraya berjalan menarik koper make up ku.
"ambil enggak, ambil enggak?" bimbang melanda.
"eh, tadi aku ketemu jodohku. ya tuhan dia sangat tampan dalam kenyataan. tangan ini, tangan ini sudah menyentuhnya" meloncat loncat kegirangan.
"aku photo dulu ah tangan yang sangat diberkati dan beruntung ini"
"aku akan up di ig ku".
up ig dengan caption.
"tangan yang di berkati hari iniππ".
"tangan ku ini tidak akan kucuci" tertawa dengan keras dan loncat loncat di pinggir jalan seperti orang gila.
sesampainya dirumah karena tidak ingin tangan yang beruntung ini kotor atau tercuci, aku membungkusnya dengan sarung tangan plastik saat makan dan mandi.
"aku sudah mulai gilaππ". tawaku sendri.
malam itu temanku menginap dirumahku dia selesai bertengkar dengan ibunya gara gara urusan jodoh menjodohkan.
dia lebih tua dariku, kami beda 4 tahun.
Namanya Tara, dia sudah 24 dan masih melajang.
dia selalu kerumahku kalau ada masalah, dan melupakanku saat sedang bahagia.
Tapi bagiku itu tak masalah, karena ada atau tidaknya tara tak berpengaruh pada roda kehidupanku.Sebab aku lebih suka sendiri dan sunyi.
Tara datang sambil menangis.
"aku harus cari pacar dimana?" tangis tara sungguh fals
"cari via online, nanti kalau sudah ada yang pas kamu bisa download"
__ADS_1
"kamu tega" semakin keras suaranya.
aku lebih memilih bodo amat sama keluh kesahnya Tara, selagi itu tidak membahayakan hidupnya.
satu satunya alasan aku mau menjadi temanya adalah, dia selalu memberitahuku update terbaru tentang jhon.
iya, tara juga mengidolakan Jhon Athaa.
Kami sama, hanya aku yang tidak pernah berkumpul dengan fans fans yang lain.
Karena itu sangat menguras tenagaku.
tangisan Tara tak berhenti hingga aku memamerkan tanganku padanya.
"coba lihat ini"
"apa, tangan busuk itu?" jawab Tara
"ini tangan yang diberkati hari ini" senyumku mulai mengembang melihat tanagnkubsendiri.
"tebak wajah siapa yang kusentuh hari ini?" tanyaku sambil meledek Tara.
"apa mungkin Jhon?" tebak tara.
"iya" aku dengan tawaku yang terbahak bahak menunjukan kehebatanku yang membuatku bangga pada diri sendiri.
"benarkah? benar?" tanya tara tidak yakin
aku hanya mengangguk dan tersenyum.
sementara Tara berguling guling semakin menangis dan tidak rela.
"itu wajah pria tampanku, kenapa kau yang menjamahnya?" ucap tara sambil terus merengek.
"aku tidak rela, aku tidak rela. kembalikan kesucianya" ocehan Tara semakin menjadi seperti balita yang merengek akan sesuatu.
"akan kurampas dia darimu maria seleste" ucapku sambil meninggalkan Tara yang semakin menjadi jadi dengan rengekanya.
Aku masuk kamar dan ku kunci pintu kamarku.
tertawa tawa sendiri sambil mengelus elus pipiku dengan tangan ku yang di berkati.
berharap malam ini aku bisa memimpikan si pemilik wajah tampan yang telah kusentuh tadi.
dan di luar,
"buka pintunya, Tata. buka". rengek Tara sambil menggerakan gagang pintuku dan mengetuk pintu berkali kali.
"malam ini kau tidur di depan TV. aku tidak mau berbagi tangan yang membawa keberuntungan ini" ucapku sambil meledek Tara.
"baiklah esmeraldah bila itu maumu" Tara berpura pura beranjak pergi.
beberapa detik kemudian.
"bukakan pintunya, Tata biarkan aku menciumnya sakali saja" rengek Tara di depan pintu.
"hei maria seleste, dengarkan aku. malam ini aku akan bersenang senang dengan aroma ini, HaHaHaHaHa". tawaku sangat girang.
__ADS_1
Maria seleste adalah panggilan sayangku pada Tara.
Esmeraldah adalah panggilan sayang Tara padaku.