Lelakiku Introvert

Lelakiku Introvert
17. sendu


__ADS_3

Acara pemakaman selesai digelar, Makam ibu Jhon bersebelahan dengan makam Ayahnya. Tangis Jhon tak henti hentinya dari semenjak kepergian hingga pemakaman usai.


Tata selalu setia menemani di samping suaminya mengelus ulus punguung Jhon dan memberi semangat padanya.


"Malam ini kau temani suamimu, pulanglah kerumah suamimu" Perintah kakek yang hanya bisa di balas anggukan cepat oleh Tata.


Tata pergi bersama Jhon. Ada rasa lega di dada Kakek melihat cucu perempuannya sudah memenuhi keinginannya.


Jhon masuk kamarnya membanting pintu dan menangis sejadi jadinya. Penyesalan itu teramat menyiksa, keinginan ibu nya hanya satu. Melihat putranya memiliki pendamping yang setia serta keluarga yang bahagia.


Namun semua itu tidak tertuju pada pilihan Jhon, yaitu Elsa. Emma sangat sangat tidak menyukai Elsa, entah apa penyebabnya. Tapi, Emma jelas sangat menentangnya.


"Aku masuk ya". Tata berdiri di balik pintu cemas mendengar tangis Jhon yang terdengar begitu histeris.


"Tidak, aku ingin sendiri!!!". Teriak Jhon dari balik pintu.


Tata semakin sedih dengan teriakan Jhon itu. Tata menangis terisak, namun dia juga paham dengan kondisi Jhon saat ini.


"Biarkan dia sendiri, di butuh ruang sendiri" Pikir Tata positif.


PAGI HARI


cegrek...


Suara pintu terbuka, Tata memasuki kamar Jhon perlahan. Kamar itu sangat berantakan, langkah Tata terhenti saat melihat Jhon tertidur sambil memeluk erat foto ibunya.


Tata hanya menyelimuti Jhon, melepaskan sepatunya dan mengelus sedikit rambut Jhon yang berantakan.


Tata terkejut saat tangan jhon, tiba tiba meraih tangannya.


Tata hanya melihat sendu wajah tampan itu.


"Tidurlah, kau pasti lelah semlaman menangis". Tata berdiri masih dengan gaun yang dikenakanya saat ijab kabul semalam.


"Kepalaku pusing". Ucap Jhon membuat Tata menaiki ranjang lalu memegang kening suaminya itu.


"Iya badanmu panas".


"Aku ambilkan kompres dan obat ya". Tata berdiri lagi namun Jhon menarik tangannya hingga Tata berada dalam posisi merbah di samping Jhon.


"Temani aku saja". Jawab Jhon memeluk Tata.


Tata hanya bisa pasrah dia sangat iba dengan wajah sendu yang ada di hadapanya.


"Kemarin aku masih melihatmu memancing" Tanya Tata mengalihkan perhatian Jhon yang akan memulai tangis barunya.


"Ibu yang memintaku, dia ingin makan ikan hasil tangkapanku. Dan itu untuk terakhir kalinya". Tangis jhon kembali pecah saat mengingat moment itu.


Tata terus mengusap lembut dan halus rambut suaminya.


"Jangan menangis lagi, biarkan ibu bahagia dan tanang disana"


"Tangismu akan memperberat langkahnya berjalan menuju surga". Ucap Tata menahan airmata.

__ADS_1


"Ingat jika kamu sedih, aku pun ikut merasakanya" . Air mata kembali menetes di pipi Tata.


"Saat di rumah sakit, kamu pasti dudah melihat kilasan kematian ibu kan?" Jhon menatap wajah Tata lekat.


Angguk Tata cepat.


"Dan itu sakit sangat sakit, Aku masih belum faham dengan apa yang aku miliki ini"


"Aku bisa melihat hal buruk yang akan menimpamu, Dan juga ibumu. Tapi yang lain tidak kata Tata duduk dan bersandar.


Jhon menatap gambar di foto sambil terus mengusap lembut.


"Kita sudah menikah, lalu bagaimana kita menghadapinya saat pulang nanti?" Tata sangat bingung.


"Kita rahasiakan saja dulu". Tata mengerutkan dahinya


"Iya, tapi aku akan tetap menjalankan peran dan tugasku sebagai seorang suami". Jawab Jhon tegas, airmatanya sudah tak menetes lagi.


"Bagaimana dengan Elsa?" Jhon terbelalak mendengar nama itu di sebutkan.


"Kita jalani saja hidup kita masing masing seperti biasa saat kita kembali kesana". Pinta Tata.


"Aku tidak akan menuntut apa apa darimu".


Tata memainkan ponselnya.


"Tidak itu akan membuat Ibu kecewa".


"Aku tidak mau membuatnya kecewa, ibu harus bahagia disana". Ujar Jhon, sembari mengelus foto iibunya.


Tata berdiri, dan jhonmengikutinya berdiri tepat di belakang Tata. Tiba tiba Jhon memeluk Tata dari belakang dan itu membuat Tata terduduk di atas pangkuan Jhon.


Tata masih mengenakan gaun putih saat acara pernikan sederhana mereka berlangsung, Gaun itu sungguh menawan. Dengan bagian punggung yang sedikit terbuka, Jhon memeluknya dan menempelkan keningnya di punggung Tata.


"Panas, keningmu panas". Tata sedikit menggeliat kaget saat kening Jhon menyentuh punggungnya.


"Aku ingin mendinginkanya sebentar, Jadialah istri yang baik untukku ya".


"Tentang Elsa, perlahan aku akan memutuskan hubungan kami".


Tata tetkejut mendengar ucapan suaminya itu.


"Jangan terburu buru, biarkan hatimu yang memilih"


"Aku tidak akan memaksakanmu"


Jawab Tata yang tanpa sengaja semakin membuat Jhon merasa nyaman bersama Tata.


~POV TATA~


"Sadarlah Tata, dia berkata seperti itu bukan karena apa apa. Tapi hanya karena hatinya sedang merana kehilangan sosok terkasih dalam hidupnya."


"Cukup bantu dengan menenangkan hatinya jangan berharap lebih"

__ADS_1


"Untuk pernikahan ini, anggap saja tidak pernah terjadi. Anggap saja hanya berpacaran tanpa ada keseriusan". Batin Tata mencoba menasihati diri sendiri.


"Sudah dingin?" Katakau dengan mencoba berdiri dari pangkuanya, dan dia merengkuhku dengan cukup erat.


Rasa canggung ini sungguh tidak nyaman, jantungku masih tidak bisa ku kontrol dengan baik. Jantungku masih berdegup dengan sangat kencang.


"Biarkan sebentar lagi".


Masih dengan memeluku yang ada di pangkuanya.


Mungkin dia hanya mengumpulkan sedikit tenaga dan daya. Terbersit di dalam fikiranku,


"Apa dia juga semanja ini dengan Elsa?" Tanya batinku yang sungguh membuatku merasa semakin bersalah.


Aku telah merebut milik Elsa, Tapi maaf Elsa juga sudah mempermainkanmu dari belakang.


Aku akan selalu berusaha membuatmu senyaman mungkin. Tentang Elsa, aku rasa aku harus bisa mrncari tau seperti apa dirinya yang sebenarnya.


"Jika Elsa benar benar baik dan tulus padamu, maka aku akan mengakhiri pernikan ini."


"Tapi jika Elsa hanya memanfaatkanmu, maka jangan salahkan aku atas apa yang akan menimpanya nanti". Janjiku pada diriku sendiri.


"Aku lapar" Kataku seraya melepaskan pelukan Jhon yang masih melekat erat di pinggangku.


"emmm" Dia hanya melepaskan pelukanya dan kembali menatap foto mendiang Ibu.


skip...


Beberapa lama saat kemudian aku masuk membawa makanan untuknya.


"Bangunlah, makan dulu. Dan minum obat ini"


Jhon terbangun dan hanya meminum obatnya saja. Aku rasa dia masih kehilangan nafsu makan.


"Makanlah, jangan siksa tubuhmu. Ibu akan sangat sedih melihat putranya seperti ini". Bujukku pada Jhon.


~POV JHON~


"Sisi lain dari dirinya yang tidak ku ketahui, Dia sangat dewasa tidak seperti apa yang kulihat selama ini."


"Aku mulai merasa nyaman padanya"


"Ah, Elsa. Tidak! aku harus menyelesaikan hubunganku dengan Elsa, dengan cara baik baik".


"Ibu, aku tidak akan mengecewakanmu lagi".


POV AUTHOR


Tata menyuapi suaminya dengan lembut, tanpa sadar mata jhon memperhatikan Tata lebih dalam.


Tata merasa risih dengan pandangan Jhon.


"Boleh aku pinjam kausmu?" Tanya tata berdiri dan membuka lemari baju.

__ADS_1


"Ambilah yang mana kau mau, kau istriku sekarang".


Kalimat yang di lontarkan Jhon sangat membuat Tata melayang.


__ADS_2