
"Apa maksudmu? kau tidak ingin aku menceraikanya? memangnya kamu benar benar bisa merelakanku bersamanya?" Jhon melihat Amel yang tiba tiba berdiri dan bersandar di dekat jendela besar.
"Apa maunya dia dengan ucapan seperti itu? Apa aku haya sebuah mainan di matanya?"
"Tidak aku tidak akan pernah merelakanmu untuknya. Dia telah menyianyiakanmu, dan ini waktuku untuk memilikimu seutuhnya." Ucapan Amel sudah sangat mirip seperti ucaapn seorang wanita berhati baja.
"Jelaskan apa maksudmu sayang, Aku tidak mengerti." Jhon dengan kepolosanya.
Amel berjalan dan duduk di sebuah meja rias melepas kedua anting berlianya dan menyisir rambutnya. Jhon menghampirinya dan berjongkok di samping Amel sambil berniat merayu Amel untuk memperjelas kata kata Amel.
"Katakan Sayang apa maksudmu?" Pinta Jhon dengan mengusap usap paha Amel.
Amel tersenyum melihat Jhon dan kemudian ikut duduk bersama di lantai yang beralaskan karpet bulu.
"Ini, pahami semua ini baik baik. dan dengarkan ini juga." Amel menyodorkan semua bukti yang telah di kumpulkan pak Darto.
Raut wajah Jhon seperti tidak terkejut atau cemburu, Hanya sedikit terlihat tak nyaman namun bahagia ketika mendengarkan sebuah bukti rekaman.
"*Tenang sayang, kamu harus sedikit mengalah. Bahkan bila dia memiliki kekasih lain Kamu harus pura pura tak tau sama sekali."
"Tapi kandunganku ini sudah semakin besar Willy, akan jelas terlihat bila tidak segera menikah dengan Jhon."
"Aku denganya baru 3 bulan sedang kandunganku sudah hampir menginjak 5 bulan, bagaimana aku bisa tenang? peluang kita untuk mendapat gono gini sangat kecil jika terbukti ini bukan anaknya."
"Sudah tenangkan dirimu Elsaku sayang, tak baik jika terlalu stres."
"Jangan buat bayi kita juga meras pusing di dalam sana*."
Jhon terbelalak dan menutup mulutnya yang hampir saja mengumpat di hadapan Amel. Antara senang dan sedih, kecewa dan lega ya rasa seperti itulah yang dirasakan Jhon.
Amel memegang dagu Jhon dan mengecupnya sekilas. Jhon seperti tersadar tetapi terdiam tak mampu berkata apa apa. Inilah yang selama ini Amel sebut sebut sebagai hadiah untuk Jhon.
"Ternyata otak Elsa sungguh busuk dan hanya untuk memanfaatkanku. Eh tapi itu berarti aku sekarang sudah tidak harus menjauhi atau menutup nutupi hubungan dengan Amel."
Kesadaran Jhon baru saja kembali dari dunia fantasi akibat mendengar bukti rekaman perselingkuhan Elsa.
"Sayang, Aku lega sekarang. Itu bukan Darah dagingku." Jhon memeluk Amel dengan luapan kegembiraan.
Belum sempat Amel menjawab ponsel Jhon sudah berdering, Tertera nama Elsa memanggilnya.
"Wah, ini sangat kebetulan sekali. Dia pasti emncariku sedari tadi. Baik, ini saatnya bagimu untuk pergi menjauh dari hidupku Elsa!"
Jhon mengangkat panggilan Elsa dan menyuruh Elsa untuk datang ke kamarnya sekarang juga mengatakan bila ada kejutan untuknya.
Amel telah menghubungi pak Darto untuk segera datang ke kamarnya juga sebagai saksi dan memerintahkan pak Darto merekam semua percakapan sebagai bukti jika ada tindakan yang tidak menyenangkan.
Pak Darto meletakkan kamera di sudut kamar itu mempersiapkan semuanya secara rapi. Suara derap langkah kaki kian mendekat memasuki kamar Amel. Amel hanya duduk diam di pojokan dengan pak Darto yang berdiri tegap di sisi kananya.
Elsa masuk ke kamar yang telah di katakan oleh Jhon dalam panggilan. Suasana romantis dan remang tercipta. Lampu kamar sengaja tak di hidupkan semua hanya sebuah lampu kecil berbentuk lilin. Sedang pak Darto dan Amel yang duduk di pojok ruangan pun tak terlihat tersamarkan oleh bunga palsu besar yang menghiasi ruangan itu.
"Jhon, sayang!" Elsa memanggil manggil Jhon.
__ADS_1
"Aku disini kemarilah." Jhon memanggil Elsa.
"Kau yang menyiapkan semua ini?" Elsa berjalan menghampiri Jhon dan hampir saja memeluknya.
Tangan Elsa mulai merentang dan hampir memeluk Jhon, tapi ada suara lain yang menghentikan pergerakan.
"Hentikan, dan jangan sentuh Lelakiku!" ucap Amel seraya menyalakan lampu seluruh ruangan hanya dengan pencetan remote.
Elsa sangat kebingungan menatap Amel dan Jhon bergantian dengan wajah sadis penuh amarah. Seperti singa betina yang mencoba menerkam mangsa. Sementara Amel berbicara dengan nada santainya.
"Oh, jadi kalian secara terang terangan berselingkuh di depanku hah?"
"Kau pela**r, sihir apa yang kau gunakan?" Menunjuk Amel yang tengah duduk santai.
Amel hanya melihatnya nanar dan malas. Amel lalu berdiri menghampiri Jhon dan memeluknya erat. Elsa yang melihat itu bertambah menaikan lagi suara tangisnya semakin mengiba histeris.
"Jhon aku tak menyangka kau seperti ini!"
Elsa berteriak dan menangis histeris mencoba mengiba dengan acting barunya. Amel tak bergeming, dan Jhon hanya menatap kesal Elsa dengan segala bakat actingnya.
Amel hanya melihat pertunjukan yang disajikan oleh Elsa seperti menikmati teater di kursi depan.
"Berhentilah berakting dan pahami itu!" Pak Darto berjalan dan memberikan sejumlah foto bukti perselingkuhanya.
Elsa masih mencoba mengelak.
"Hahaha ini, kau ingat dia Jhon? dia sepupuku willy" ucap Elsa meyakinkan Jhon.
"Sepupu yang seperti ini?"
Jhon memutar rekaman suara dengan ponselnya.
"*Tenang sayang, kamu harus sedikit mengalah. Bahkan bila dia memiliki kekasih lain Kamu harus pura pura tak tau sama sekali."
"Tapi kandunganku ini sudah semakin besar Willy, akan jelas terlihat bila tidak segera menikah dengan Jhon."
"Aku denganya baru 3 bulan sedang kandunganku sudah hampir menginjak 5 bulan, bagaimana aku bisa tenang? peluang kita untuk mendapat gono gini sangat kecil jika terbukti ini bukan anaknya."
"Sudah tenangkan dirimu Elsaku sayang, tak baik jika terlalu stres."
"Jangan buat bayi kita juga meras pusing di dalam sana*."
jhon mematikan rekaman.
"seperti ini kah percakapan antar sepupu?" Ucap Jhon pada Elsa yang mulai diam tak bersuara setelah memdengar rekaman.
"Sekarang, Aku yang memenangkan ini! Kau telah salah memilih lawan Elsa. Hadapi semua ini, Bilang pada agensimu kau yang memutuskan kontrak kerja bersama Jhon. Atau, Aku akan membuka bukti bukti ini ke media dan menutup semua celahmu untuk kembali bekerja di Dunia hiburan."
"Aku rasa akan sia sia bakat actingmu itu jika tak kau gunakan." Ucapan Amel sangat menindas Elsa.
Seperti telah kering darah Elsa dengan ucapan ucapan Amel yang menindasnya. Berucap satu patah katapun tak berani.
__ADS_1
"Cepat pilih, kami akan banyak kehabisan waktu untuk bersenang senang jika kau terlalu lama." Sahut Jhon menyambung ucapan Amel.
Elsa tertunduk lemas, kehabisan akal dan kata.
"Baik, iya aku bersalah melakukan semua ini." Pengakuan Elsa mengkhiri ketegangan.
"Pak Darto, suruh dia tanda tangani berkas yang sudah kita siapkan."
Pak Darto memberikan surat perjanjian pada Elsa yang berisi bila Elsa kembali menganggu kehidupan keluarga Jhon atau Elsa maka serangkaian bukti itu akan diserahkan kepada seluruh agency dan kepolisian. Yang secara otomatis Elsa akan kehilangan pekerjaan dan Jaminan hidup.
Berkas itu telah ditandatangani Elsa. Senyuman kepuasan muncul dari bibir Amel. Amel menyuruh pak darto untuk memesankan taksi untuk Amel pulang malam ini juga.
Elsa berlalu dengan kekalahan yang menghujam. Tak bisa berencana maupun berkata kata lagi.
Pak Darto keluar ruangan bersamaan dengan kepergian Elsa. Tinggallah Amel dengan Jhon di dalam kamar.
"Lega juga akhirnya, sama sekali tidak menyangka jika Amel akan secerdas ini."
"Aku sudah membuktikan kata kataku sayang."
"Apa?" Jhon tak mengerti.
"Jika Dia benar baik untukmu, maka Aku akan melepaskan Kamu untuknya. Tapi jika Dia buruk untukmu maka Aku akan merebutmu darinya." Ucap Amel pasti.
"Muach muach muach" ciuman mendarat di wajah Amel.
"Aku masih punya kejutan untukmu suamiku." Ucap Amel
"Suami?" Jhon menyeritkan dahinya bingung akan ucapan Amel.
"Iya suami. lihat ini dan ini" Amel menyodorkan buku nikah dan menyematkan sebuah cincin di jari manisnya lagi.
"Buku nikah? bukankah kita sudah resmi bercerai? dan cincin kenapa kau pakai lagi bahkan kita belum menikah lagi sayang!" Tanya Jhon masih dengan kepolosanya.
"kita tidak resmi bercerai suamiku. Itunhanya salah satu caraku untuk melihat sejauh mana Elsa berubah baik untukmu. Dan ternyata tidak, Dia semakin buruk untukmu."
"Itu caraku untuk semakin yakin padamu, jika kau benar benar mencintaiku."
"Aku membayar mahalnuntuk putusan cerai palsu itu."
"Jika Aku tidak berpura pura cerai denganmu, Apakah kau mau jauh jauh dariku? Dan Elsa akan dengan mudah menjatuhkanmu dengan segala denda yang akan merugikanmu."
"Aku tak mau punya suami yang tidak berpenghasilan ya!"
Amel menjelaskan segala tujuan dan maksudnya. Jhon dengan sigap membopong Amel ke ranjang.
"Kau harus mendapatbhukuman untuk ini istriku." ucap Jhon penuh birahi. sedari lama menahan hasrat lantaran tidak tau jika Amel masih sah menjadi istrinya.
"Aku mengaku salah, tapi aku lega. Hukuman ini yang aku nantikan selama ini." Jawab Amel dengan senyum nakalnya membuat Jhon semakin tergugah dan berhasrat.
" Baru saja aku berfikir untuk menikhi mu lagi secara diam diam." Ucap Jhon berbisik di telinga Amel yang sedang di tindihnya.
__ADS_1
"Apa menikah diam diam?"