Lelakiku Introvert

Lelakiku Introvert
34. Satu tamparan


__ADS_3

"Jhon kemana aku harus mencarimu?"


Elsa berdiri di depan cermin.


Elsa kelabakan mencari keberadaan calon suaminya, memijit dahi dan berjalan mondar mandir.


"Tenang sayang, pria bodoh itu pasti akan segera kembali jika moodnya sudah pulih. Bukankah selama ini kau mampu bertahan dengan sikapnya yang seperti itu. Atau jangan jangan kau mulai mencintainya?" Ucap willy yang masih berbaring tanpa pakaian di ranjang Elsa dengan sebatang rokok yang mengepulkan asapnya.


"Tentu tidak sayang.Jangan ragukan kesetiaan dan pengorbanan ku sejauh ini oke!" Elsa berdiri di samping willy dan duduk di pangkuan Willy.


Willy mengusap lembut Kepala Elsa dan sesekali mencium perut Elsa. Sementara di belahan bumi lain, Tata dan Jhon merasakan manisnya bulan madu tepat setelah putusan petceraian mereka.


***


"Cincin ini, kenapa kau tak membuangnya?" Tata mengusap Cincin pernikahan mereka dulu.


"Akan selalu di sini sepanjang sisa umurku." Jhon mencium pipi Tata, dan melihat kalung Tata dimana masih menggantung sebuah cincin disana.


"Kau sendiri, masih menyimpan cincin ini?" Jhon memegang cincin itu.


"iya, hingga saatnya nanti tiba, aku akan mewariskannya kepada anakku." Jawab Tata membuat hati Jhon terenyuh dan meneteskan airmata.


Tata menggenggam tangan Jhon yang masih memegang cincin yang menggantung di lehernya itu, Tata membalikkan badannya dan menghadap wajah Jhon sekarang.


"Kumohon jangan menangis, cukup aku saja." Tata mengusap lembut wajah sendu prianya itu masih dengan perasaan sedihnya yang mengusai hatinya.


"Semakin jauh, Semakin aku mencintaimu Amelita Sabina." Ucap Jhon mengecup dahi Tata dan memeluk tata dengan hangatnya.


Jhon dan Tata masih bereplukan di ranjang yang sama, saling melepas rindu dan memadu kasih meski itu akan segera berakhir. Kamar itu menjadi saksi kisah cinta mereka yang rumit.


tok tok tok...


"Nyonya, Kakek sudah menunggu di bawah untuk sarapan." Suara pelayan di balik pintu.


Suasana di kamar itu seketika berubah menjadi dingin, Tata mempererat dekapannya dengan membenamkan kepalanya kedada Jhon. Mengingat semalam adalah malam pertama mereka,dan sekarang sudah menjadi hari terakhir kebersamaan mereka dihadapan keluarga.


Tata menangis terisak dipelukan Jhon. Jhon hanya diam dan memeluk hangat Tata.


"Bersiaplah kak." Tata kembali memanggil dengan sebutan Kak, seperti saat mereka tak memilik hubungan intim.

__ADS_1


"Kak?" Jhon mengerutkan dahinya.


"Jangan bersedih, aku akan tetap menemuimu setelah ini. Aku akan tetap mencarimu, Kita berpisah bukan untuk berakhir tapi untuk memulainya."


Jawaban Jhon membuat Tata sedikit merasa lega, setidaknya Tata tetap bisa memiliki Jhon meskipun tanpa ikatan. Rintihan nyeri yang dirasakan Tata membuat Jhon semakin yakin akan kesungguhan Tata.


"Masih sakit hum? membelai rambut Tata yang sudah mulai berhenti dengan tangisnya.


Tata mengangguk, Jhon memakai lagi bajunya dan mengambilkan handuk untuk Tata. dengan sedikit tertatih,Tata berjalan menuju kamar mandi di bantu oleh Jhon yang setia memapahnya. Bahkan Jhon menunggu sambil merapikan ranjang Jhon menatap bercak darah di seprai putih itu.


Pov Jhon


"Tata masih perawan, sedangkan Elsa sudah tidak perawan lagi saat malam itu. Dan aku hanya sekali melakukanya dengan Elsa, hubungan kami pun baru berjalan dengan beberapa bulan dengan Elsa."


"Jangan jangan apa yang dikatakan Tata ada benarnya jika yang dikandung Elsa itu belum tentu darah dagingku."


"Arghhh.... aku harus mencari tau tentang usia kehamilan Elsa."


Pov Author


Ceglek....


"Aku ingin waktu terhenti saperti ini." Jhon mencium pundak mulus Tata.


"Cepatlah mandi, kita harus temui Kakek. Biarkan ini cepat berlalu dan kita dapat melanjutkan hidup." ucap Tata terua memakai bajunya tanpa menghiraukan Jhon yang masih melilit pinggangnya.


"Emmmm baiklah, Cium dulu tapi." Jhon manja.


"Tidak sampai kau selesai mandi, hem!" Tata mulai merias wajahnya.


"Janji?"


Tata mengangguk dan tersenyum.


Jhon sudah selesai mandi Tata sudah menyiapkan baju Jhon. Memakaikan baju Jhon mengancingkan secara urut dan rapi. Jhon duduk di meja rias, Tata memakaikan skincare Jhon menata rambut pria kesayanganya yang sebentar lagi akan menikah dengan orang lain.


"Sudah, sekarang tepati janjimu." merangkul pinggang Tata yang duduk di meja rias di depan Jhon.


Tata m***mat manis bibir tipis itu.

__ADS_1


"Sudah" Ucap Tata berbalik dan merapihkan riasanya.


Tata mulai gugup saat keluar kamar, Jhon terlihat pasrah dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Kak Nino dan Kakek menyambut Tata dan Jhon dengan wajah yang muram. Tata kebingungan dan slah tingkah, dia mengira jika Kak Nino sudah membocorkan rahasianya kepada Kakek.


"Duduklah!" Ucap Kakek dengan memasang muka masam.


Tata dan Jhon duduk tanpa berbicara satubpatah kata pun. Hingga Kakek mulai melontarkan satu pertanyaan yang membuat mereka tercengang. Tangan Tata mulai gemetar, sedangkan Jhon tertunduk lesu tak berani menatap Kakek.


"Beritahu Kakek apa yang semalam terjadi dengan kalian berdua?" Tanya Kakek masih dengan mengunyah makanannya.


Bibir Tata betgetar tak mampu menjawab, sedang Jhon hanya menunduk tak berani memandang Kakek. Nino hanya terdiam dan masih tak tau sama sekali dengan apa yang terjadi semalam.


Kakek meminum seteguk air putih setelah menelan makanannya.


BRAAAAKKK.......!!!


Suara gebrakan meja membuat Tata langsung melihat Kakek dengan ketakutan, Tata sangat paham dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Jawab!."


"Aku mendengar semua pertengkaran kalian semalam. Jelaskan padaku sekarang juga!" Perintah Kakek membuat Tata akhirnya menceritakan semuanya dengan terbata bata.


Emosi Kakek semakin meluap setelah mendengar penjelasan Tata, Wajah Kakek memerah mencoba meredam amarah. Nino berdiri di dekat Kakek dan mencoba menenangkan Kakek.


Tata menangis sesenggukan tak kuasa menahan air mata. Jhon hanya tertunduk pasrah, Kakek sudah menjinjing kerah baju Jhon dan benar saja satu tamparan keras mengenai pipi Jhon.


"Hentikan kek, kumohon!" Tata memeluk Jhon tepat dihadapan Kakek.


"Tata lepaskan dia, di bukan suamimu lagi. Dia yang kupercaya ternyata seperti ini. Bisa bisanya dia menghamili eanita lain sedang dia masih sah sebagai suamimu." Ucap Kakek sambil menarik Tata untuk melepaskan pelukannya.


"Kakek, semua diluar kendalinya kek." Nino mulai menceritakan semuanya kepada Kakek tentang siapa Elsa.


Kakek yang tersulut emosi sudah tidak mau mendengar ucapan Nino lalu beranjak pergi.


"Keluar kau dari rumah ini sekarang juga!" menunjuk Jhon yg masih tertunduk pasrah.


"Kak bantu aku membujuk Kakek," Tata memohon pada Nino.


"Akan kucoba Ta" Ucap Nino sembari berlari menyusul Kakek yang berlalu pergi.

__ADS_1


Tata menangis sendiri di ruang makan, sedang Jhon masuk kamar untuk berkemas pergi. Dengan mendorong sebuah koper Jhon berjalan melewati Tata yang masih tertunduk dalam tangisnya. Ingin membelai, mengusap dan memeluk Tata tapi Jhon tak bisa Para pelayan pria sudah menggiringnya keluar dari rumah itu. Menyaksikan punggung yang bidang itu menghilang secara perlahan, hanya itu yang bisa Tata saksikan.


__ADS_2