Lelakiku Introvert

Lelakiku Introvert
19. Tara tau


__ADS_3

Sesi pengambilan gambar sedang berlangsung. Tata super sibuk hari ini, dia berlari kesana kemari mempersiapkan segala kebutuhan Jhon.


"Astaga Tuhan, beri aku sedikit jeda"


"Aku lelah sekali hari ini"


"Ehhh"


Tata terkejut, Yogi menempelkan sebotol jus jeruk dingin di pipi Tata.


"hem, Makaceh kakak Yogi yang tampan". Puji Tata pada Yogi dan mereka duduk bersama di belakang mobil Jhon yang sengaja di buka pintu belakangnya.


"Puji aja kalau abis di kasih apa apa, kalau enggak?" Tanya Yogi pada Tata yang tengah menenggak jus.


"Tidak ada yang geratis di dunia ini Antonio". Tata menirukan mimik dan suara dari telenovela.


"Hahahaha, mulai lagi ya".


Cletukan dari Tata selalu saja berhasil membuat Yogi tertawa.


Yogi memandang Tata dalam, tapi Tata tidak menyadari itu sekalipun Yogi ada di hadapanya.


Bagaimana mungkin Tata tidak menyadari?


Itu karena Yogi sengaja mengenakan kacamata hitam di depan Tata dan berpura pura seperti sedang fokus pada ponselnya.


Tapi ternyata ponselnya pun sengaja Yogi gunakan untuk mengambil gambar Tata yang tengah serius membaca jadwal.


Tata berdiri mengangkat kedua tangannya keatas dan meregangkan Tubuhnya. Kesempatan ini pun tak luput dari pandangan dan kamera ponsel Yogi.


Pose seperti Tata seeprti itu sangat menggemaskan bagi Yogi.


"Kenapa aku selalu tersenyum saat membayangkanya?" Gumam Yogi dalam lamunannya.


"Ayo kak, kita touch up lagi". Tata maju beberapa langkah dan mulai mengoleskan beberapa kuas ke wajah Yogi.


"Ni kacamata mau di touch up juga?" Tanya Tata kesal.


"Iya iya lupa". Jawab Yogi yang selalu saja tertawa dengan cletukan cletukan Tata.


Dengan usilnya Yogi menelfon nomor Tata, Tata mengabaikanya.


"Kok ga di angkat Ta?" Tanya Yogi penasaran.


"Kan lagi kerja" Jawab Tata cuek.


Lagi dan lagi Yogi terus membuat pondel Tata berdering. Dan yups! Tata melihat ponselnya.


"Ngapain sih? Muka cemberut tata semakin membuat Yogi gemas.


Yogi mengambil ponsel yang sedang di pegang Tata.


dan mengganti namanya di kontak menjadi Yogiku.


dan disertai foto kontak yang sangat narsis.



"Serah kamu lah kak, yang penting bahagia". Ucap Tata sembari mengambil ponselnya.


Senyum sumringah menyeringai di wajah Yogi.


Skip~~


Menunggu kedua bosnya sedang take gambar bersamaan dalam satu frame, Membuat Tata memiliki sedikit waktu untuk bersantai.


notifikasi chat berbunyi Tata membacanya serius.


"Ta, selamat ya!"


"Untuk?"

__ADS_1


"Hari bahagiamu".


"Huh?"


"Pernikahanmu, aku tau kamu sudah menikah".


Tata tak membalas pesan Tara. Tata sungguh terkejut dengan apa yang di bacanya.


"Nanti malam, kita ketemu di Atap rumahku ya". Tata mengirim chat pada Tara.


"Astaga bagaimana ini?" Raut kekhawatiran sangat lekat di wajah Tata.


Tata melihat Jhon yang sedang Take satu scene lagi. Elsa dia seharian ini menunggu Jhon di lokasi syuting. Tata sangat bingung bagaimana cara dia menyampaikan dan menjelaskan pada Tara.


Tara pasti melihat kilasan Kebahagiaanku bahkan sebelum aku menikah.


"Aku sudah keplang basah, Aku akan berterus terang saja padanya nanti". Batin Tata bimbang akan keputusan yang akan di ambilnya.


🐞🐞🐞


"Sayang, makan yuk". Bujuk Elsa yang seharian ini menempel pada Jhon.


"Kak, boleh malam ini aku pulang lebih awal?" Tata menghampiri Jhon dan meminta ijinya.


"Tidak!" Jawab Jhon cepat.


Tata hanya mengangguk perlahan dan pergi.


"Aku Toilet sebentar". Ucap Jhon sembari berlalu pergi meninggalkan Elsa.


Jhon segera berlari dan menelfon Tata.


"Temui aku sekarang di ruang ganti". Ujar jhon singkat.


"Apa, ruang ganti mau ngapain? Oh bajunya mau ganti lagi mungkin" Tata berfikir positif.


Tata memasuki ruang ganti clingukan


"tidak ada siapa siapa disini" Tata melangkahkan kaki masuk untuk memastikan.


"Ampun ampun.... maaf permisi saya ga ganggu". Ucap Tata yang masih menutup mata.


"Buka matamu, lihat aku" Bisik Jhon.


Tata merinding sekujur tubuh saat Jhon berbisik di telinganya.


"Ish, mengagetkanku saja" Memukul dada Jhon perlahan.


Tata dan Jhon berdiri berhadapan, mereka saling tatap seperti berkomunikasi dengan mata.


"Ada apa panggil aku kesini?" Tata


"Tadi minta ijin mau kemana?" Jhon balik bertanya.


"Ini lihat". Tata menunjukan isi Chat nya dengan Tara.


Tata menggerakan tangannya tanpa suara seolah dia bertanya pada suaminya itu.


"Gimana?"


Jhon menghela nafas panjang...


"Kita jelaskan padanya nanti malam" Jhon pergi meninggalkan Tata sendirian.


Skip~~~


"Sayang aku pergi dulu ya" Elsa memeluk Jhon Erat.


Hati Tata mulai terasa sedikit ngilu melihat itu. Bagaimana tidak, Jhon sekarang suami Tata mereka sah secara Hukum dan Agama.


Tata menundukan pandangan saat melewati keduanya. Tata tidak bisa banyak berbuat apa apa saat ini.

__ADS_1


"Ta, ini buatmu". Yogi menyodorkan minuman bersoda.


"Terimakasih Yogiku".


Yogi terbelalak kaget mendenga Tata memanggilnya dengan nama sama persis yang dia tulis di kontak Tara.


"Maksudnya?" Yogi penasaran


"Hehehe, biar sering di beliin. Kan lumayan" Tata tersenyum manis di hadapan yogi.


Jhon melihatnya


dan hanya berdecak kesal.


"Terimakasih kerjasamanya semuanya". Ucap Tata pada kru dan tim yang sibuk sendiri sendiri untuk pulang.


Tata sibuk memasuk masukan perlengkapan dan peralatan Jhon. Jhon lekas membantunya.


"Ga usah ah, biar aku sendiri". Tata merebut barang barang yang dia angkat suaminya.


"Biarkan aku membantumu, kau sudah cukup lelah hari ini". Jhon memasuk masukan barang barang.


"Ga usah ah, nanti pada lihat". Tatapan tajam Tata menghentikan niat baik suaminya itu.


"Oke oke". Jhon pergi dan masuk ke dalam mobil.


selama dalam perjalanan Jhon hanya diam. sedang Tata tertidur pulas dengan earphone dintelinganya.


Lampu merah menyala, Tata masih tertidur di bangkunya. Jhon menatap wajah istrinya itu lekat dan dekat, sampai lampu kembali menjadi hijau.


"Ta, bangun. Kita sudah sampai". Jhon membuka seatbelt.


"Ta... Amelita..." Jhon menepuk nepuk pundak istrinya.


"Engghhh.... kita sudah sampai?"


"Maaf aku tertidur". Tata membuka pintubdan turun dari mobil suaminya itu.


Tata dan Jahon menghela nafas apnjang bersamaan. Tata menghadap langit melihat ke atas atap. Mobil Tara sudah terparkir di depan rumah Tata.


Langkah Tata menjadi sangat berat, mengingat dia harus memberi penjelasan pada sahabatnya.


Jhon mendorong bahu Tata perlahan dan menaiki tangga menuju atap.


"Esmeraldahh..... selamat ya!!" Tara melonjak gembira menyambut datangnya pengantin baru itu.


"Hemh...." Senyum bimbnag Tata membalas sambutan Tara.


" Eh, kok lesu gitu?" Tara heran


Tata menghempaskan badanya ke sofa panjang, sedang Jhon menatap indah langit malam dan Tara kebingungan menatap dua orang yang nampak aneh itu.


"Aku melihat kalian menikah"


" Aku juga melihat bayi yang cantik dan tampan". Tara duduk di samping Tata.


"Gila, kamu tau apa artinya ini?" geleng Tara.


"Artinya aku harus tetap berperan menjadi bukan apa apa sampai masanya tiba"


"Dan kau, harus membantuku untuk merahasiakan semua ini".


"Oke?" Tata memberikan kelingkingnya untuk Tara mengaitkan dengan kelingkingnya sebagai janji persahabatan.


"Aku tau, aku akan banyak dan sering tenggelam dalam air mata". Tata menutup wajahnya dengan lengannya.


"Tidak! kau bersamaku dan aku akan ada untukmu". Jhon melihat Tata yang masih tiduran.


"Hahahahaha, bisa?" Tata seketika duduk tidak yakin dengan ucapan suaminya.


"Kalian bicarakan ini berdua, aku pulang dulu. Aku akan selalu menjaga rahasiamu Tata".

__ADS_1


"Percaya padaku" Tara berlalu.


Tata tetap tak yakin dengan apa yang di ucapkan suaminya.


__ADS_2