Lelakiku Introvert

Lelakiku Introvert
37. Video Call


__ADS_3

Tata pergi ke resort untuk mengurus segala kebutuhan untuk peresmian resort barunya. Nino sudah menunggunya disana atas perintah Kakek. Kakek mengutus Nino untuk memastikan bahwa Tata benar benar sudah tidak berhubungan lagi dengan Jhon. Kakek masih belum bisa menerima meski Nino sudah mencoba memberi penjelasan.


"Hai kak" Sapa Tata kepada Nino.


"Hem, adikku sayang. gimana kabarmu?" Tanya Nino sambil melepas kacamata hitamnya seraya tersenyum pada Tata.


Mereka duduk berdua di tepi pantai, tak bisa di pungkiri jika hubungan Tata, Jhon dan Elsa memang sangat pelik. Membuat Nino semakin penasaran dan samkin ingin tahu kebenaranya.


"Baik kak" Jawab Tata singkat dengan meminum jus yang sudah di pesan Nino.


"Kenapa bisa baik baik saja, paling enggak ya lebam kek, atau memar gitu." Cletuk Nino ngawur.


Tata sangat paham dengan arah pembicaraan Nino yang mengarah pada sikap ibunya yang gampang tersulut emosi. Tapi juga mudah membaik dengan sendrinya.


"Ibu maksudnya?"


"Iyalah, siapa lagi? atau kamu belum jujur sama tante?" Tanya nino serius.


"Udah, cuman Jhon aja yang kesana." Tata bersandar pada kursi kayu dan menengadahkan kepalanya menghadap langit.


"Jhon kesana, sendiri?" Nino menyilangkan kakinya dan menatap serius Tata.


"Iya, setelah pertengkaran di rumah kakek itu Jhon langsung menuju kerumah Ibu dan mengakui semua perbuatanya." Jawab Tata


"Lalu?" Nino penasaran dan mendekatkan kusinya pada Tata dan mendengarkan dengan seksama.


" Ya gitu, balik pada lebam lebam." Ucap Tata singkat dengan wajah yang sedih megingat kondisi Jhon.


"Aku ikut bersedih mendengar ceritamu, kisah cinta kalian sungguh aneh. Saling mencintai di saat sudah bercerai?" Nino menggelengkan kepala.


Tata hanya diam tanpa ekspresi apa apa masih dengan menatap langit biru di tepi pantai. Tangan Tata saling menggenggam dan sedikit mengusap usap keduanya.


"Lantas dimana dia sekarang? Dari yang aku baca di internet karakter Jhon itu cendrung sama denganmu, Dia introvert kan?" cletuk Nino membuat Tata menatapanya serius.


"Kau ada di pihakku atau Kakek?" Tata memberikan kelingkingnya untuk mengikat janji Nino.


"Tentu kamu lah, kan dari jemput kamu di pesawat aku udah bilang!" jawab Nino yakin dan mengaitkan Jari kelingkingnya.


"Dia ada di salah satu hotelku saat ini untuk menenangkan diri. Setidaknya dia jauh dari gangguan Elsa." Ucap Tata jelas.


"Tapikan Jhon calon suami dan Ayah dari bayi Elsa. Sedangkan kamu apa hubunganmu dengan Jhon?" Nino menggali lebih dalam masalah yang sedang di hadapi adiknya itu.


Tata menatap Nino serius dengan Tatapan yang dalam nan tajam.


"Aku dulu mantan istrinya dan aku yang sekarang adalah pacarnya." Terang Tata akan hubungannya dengan Jhon.


"Aku harus terus berjuang mendapatkan dia yang sepantasnya menjadi milikku, sebab aku tau Elsa hanya memanfaatkan popularitas Jhon dan kecuekan yang Jhon miliki untuk meraup keuntungan." Imbuh Tata yang semakin membuat Nino salut pada adiknya.


"Kau benar benar pandai sekarang, jauh dari dirimu yang dulu. Terapi masih rutinkan?"


"Masih kak, sampai aku bisa seperti orang lain yang tetap merasa nyaman meski berkumpul dengan orang banyak." Jawab Tata sambil meminum jusnya lagi.

__ADS_1


"Aku tak heran karena Kakek, dan Ayah kita sama sama sepertimu dulu. Mereka juga introvert, Tapi sekarang sudah tak terlalu. Untung aku seperti ibuku yang tidak introvert. Seharusnya kau tidak,


karena kau anak perempuan." Ucap Nino ngawur.


"Memang hanya bisa dimiliki Laki laki saja ya? Lalu kenapa Kakak tidak? Apa jangan jangan Kakak anak pungut?" Tata mencandai Nino.


"Ishhh, kau ini." Nino mengacak rambut Tata.


"Dokter Rafia selalu rutin datang ke Hotel dan melakukan sesi terapi padaku, Hal itu sangat membantuku. Aku mengerti sekarang kenapa Kakek sangat kekeh ingin aku mengurus Hotel dan Aset asetnya. Salah satunya karena aku akan sembuh dari sikap introvert bila banyak bertemu orang di luaran, tentu dengn bimbingan dan di dampingi dokter kepercayaanya yang selalu memberikan obat terbaik untukku." Jelas Tata panjang lebar pada Nino.


Nino mengangguk menandakan kalau dia paham dengan ucapan Tata.


skip


***


"Sial, sama sekali tak bisa duhubungi." Elsa menggerutu di dalam mobilnya.


"Tenang sayang, kamu harus sedikit mengalah. Bahkan bila dia memiliki kekasih lain Kamu harus pura pura tak tau sama sekali." Willy menenangkan Elsa.


"Tapi kandunganku ini sudah semakin besar Willy, akan jelas terlihat bila tidak segera menikah dengan Jhon." Elsa memainkan ponselnya.


"Aku denganya baru 3 bulan sedang kandunganku sudah hampir menginjak 5 bulan, bagaimana aku bisa tenang? peluang kita untuk mendapat gono gini sangat kecil jika terbukti ini bukan anaknya." Ucap Elsa memperjelas renacana yang telah di susunya.


"Sudah tenangkan dirimu Elsaku sayang, tak baik jika terlalu stres." Ucap Willy dan memluk Elsa.


"Jangan buat bayi kita juga merasa pusing di dalam sana." ucap willy menenangkan Elsa.


skip


***


"Baik trimakasih pak, aku akan menyimpan ini. Untuk hadiahmu akan segera kunkirim." Ujar Tata santai.


"Siapa dek?" Tanya Nino penasaran


"Pak darto." Tata mencermati isi rekaman.


"Dengarkan!" Menyuruh Nino untuk mendengarkan juga dengan earphone.


isi rekaman.


"*Tenang sayang, kamu harus sedikit mengalah. Bahkan bila dia memiliki kekasih lain Kamu harus pura pura tak tau sama sekali."


"Tapi kandunganku ini sudah semakin besar Willy, akan jelas terlihat bila tidak segera menikah dengan Jhon."


"Aku denganya baru 3 bulan sedang kandunganku sudah hampir menginjak 5 bulan, bagaimana aku bisa tenang? peluang kita untuk mendapat gono gini sangat kecil jika terbukti ini bukan anaknya."


"Sudah tenangkan dirimu Elsaku sayang, tak baik jika terlalu stres."


"Jangan buat bayi kita juga meras pusing di dalam sana*."

__ADS_1


"Gila, benar benar gila si Elsa itu. Tak kusangka dia yang anggun, lemah lembut dan cantik itu memiliki rencana sejahat ini?" ucap Nino sambil menunjuk nunjuk meja sebagai bentuk luapan emosinya mendengar pernyataan dari hasil rekaman itu.


"Apa rencanamu selanjutnya?" Tanya Nino pada Tata yang menunduk dan memainkan bibirnya sepertis edang betfikir keras.


"Aku belum tau" Jawab Tata.


"Segera selesaikan, agar Jhon tak terombang ambing terlalu lama." Nino melepas earphone dan memakai kacamata hitamnya lagi.


"Aku akan pergi beristirahat, cari saja aku jika ada sesuatu segera hubungi aku." Nino pergi meninggalkan Tata.


di Hottel.


***


Tok tok tok


"Permisi tuan, Layanan kamar!" Seru pelayan hottel.


"emm"


Jhon baru saja membuka mata dari tidurnya, badannya terasa sangat lemah. Dia bangun dan mengucek matanya menyisir rambutnya dengan jari, melihat di sekitar kamar tak ada Tata disana pandangan Jhon tertuju pada kertas kecil di meja.


"Kak, jaga makanmu jaga kesehatanmu. Aku ada urusan selama dua hari ini, jangan Nakal ya. Hubungi aku jika rindu.


bye: pacarmu **"


Senyum Jhon menyeringai membaca tulisan Tata dan berjalan membuka pintu untuk mengambil makanan, kemudian melakukan Video call dengan Tata.


"Sudah bangun rupanya dia." Tata tersenyum melihat layar ponselnya dan menerima panggilan Jhon.


"Hemm..." Ucap Tata mengawali percakapan.


"Ya **... kenapa tidak membangunkanku?"


"Tidak, aku tau kau sedang mengumpulkan energy. Jadi aku tidak mau mengganggumu. Makanan yang ku pesankan sudah diantarkan?"


"Sudah." Mengalihkan kamera ke makanan yang masih hangat itu.


"Akan berapa hari disana?"


"Sekitar dua hari, ya pokoknya sampai acara peresmian selesai."


"Jangan Nakal disana ya." Jhon meledek Tata.


"Tidak, kau tenang saja Kak, tenagaku sudah habis terkuras untukmu tadi." Jawab Tata.


"Kumpulkan dayamu sebanyak mungkin biar nanti pas pesta aura ketampananmu akan memancar, Aku ada sedikit hadiah kejutan untukmu seusai peresmian resort ini." Ucap Tata.


"Aku harus masuk kedalam sebelum berubah menjadi mermaid."


Cletukan Tata seketika membuat Jhon tertawa geli.

__ADS_1


"Bye" ucap Tata mengakhiri panggilan.


"Kejutan? kejutan apa?"


__ADS_2