Lelakiku Introvert

Lelakiku Introvert
18. Manja Elsa.


__ADS_3

3 hari sudah Jhon berada di London, tanpa kabar. Elsa menghubunginya.


Terdengar suara ponsel yang tak henti hentinya berdering. Jhon hanya melihatnya sesekali dan tidak mengangkat panggilan itu.


Tata pulang berebeda penerbangan dengan suaminya. Tata hanya tidak mau tertangkap kamera netijen dan menjadi bahan gosip tak jelas.


Skip~~~


"Pagi" Tata menyapa seluruh kru dan tim di lokasi syuting.


"Aku turut berbela sungkawa atas kepergian nenekmu ya" Ucap kak vito pada Tata yang raut wajahnya lesu.


"Aku turut prihatin ya cil" Yogi mengusap pundak Tata.


Tata hanya mengangguk perlahan.


"Nenek maafkan cucumu yang cantik ini aku menggunakan kematianmu untuk mendapatkan ijin". Doa Tata agar mendiang neneknya memaafkanya.


Nenek Tata, dari Ayahnya. Istri kakek Agung yang di London, memang sudah meninggal bahkan sebelum Tata lahir. Tata pasti menggunakan cara seperti ini untuk memperoleh ijin yang agak lama.


Dari dalam mobil nampak sesorang yang baru datang.


"Itu Jhon, ibunya baru meninggal 4 hari yang lalu". Ungkap kak vito.


"Iya, dia mengabariku via telefon. Aku juga ikut bersedih atas meninggalnya ibu Jhon" Ucap yogi melipat kedua tangannya ke dada.


"Benarkah? " Tanyaku aku seolah olah tak tau, padahal untuk kematianya aku sudah melihat lebih dulu di bandingkan orang lain.


Jhon menghampiri mereka dan mendapat pelukan penyemanagat dari Yogi dan Vito.


"Aku turut berduka cita pak, atas meninggalnya ibu anda" Tata menundukan kepalanya dengan canggung atas kehadiran jhon.


Hanya mendapat anggukan jhon perlahan.


"Terimakasih". Ucap Jhon singkat.


Terlihat gadis cantik itu turun dari mobil mewahnya, Dia langsung berjalan menuju ke arah pacar yang di sayanginya.


"Sayang, kenapa kamu ga bilang. Kalau ibumu meninggal kemarin?" Tanya Elsa pada Jhon yang hanya terdiam lesu.


Mereka seketika membubarkan diri melihat kedatangan Elsa.


Yogi, Vito dan Tata memilih melanjutkan aktifitas mereka ketimbang mendengar ocehan munafik Elsa.


"Aku tak mau merepotkan atau mengganggu waktumu". Jawab jhon singkat, sesekali sambil memandang ke arah istrinya.


"Ga papa, aku kan pacarmu sudah seharusnya kamu memberitahuku"


"Aku akan kesana dan memberi dukungan moril kepadamu". ucap Elsa sembari memeluk pacarnya.


Tata hanya mampu melihat dari kejauhan. Entah mengapa yang dirasakan tata seperti hatinya di tusuk seribu jarum.


"Make up Make up" Yogi mendekat ke meja Rias tata.


"Haduh, kakak pake baju putih ya".


"Tunggu sebentar ya" Tata mengambil kain untuk menutupi baju kemeja putih Yogi memakaikan dan melingkar di leher yogi.


Jhon mengamati dari kejauhan dengan Elsa yang masih menempel di lengan Jhon.

__ADS_1


"Jangan bersedih terus sayang". Elsa memegnag tangan Jhon lembut.


Jhon hanya bis amembiarkan saja untuk saat ini. Jhon tidak mau merusak beberapa kontrak yang masih terkait nama mereka berdua.


"Wartawan sebentar lagi dateng". Ungkap Elsa sambil memainkan ponselnya.


"Apa?" Jhon bingung.


" Untuk meliput kabar duka tentang kematian ibumu".


"Netijen sudah ramai memperbincangkanmu, lihat ini foto saat pemakaman ibumu". Elsa menunjukkan sebuah Foto.


"Wanita itu pasti adikmu ya, Wajahnya tak terlihat jelas. Tapi bentuk tubuhnya sangat cantik". Puji Elsa yang mengira Tata adalah adik pacarnya.


"iya dia adikku". Tandas Jhon.


"Ta, ta tiupin dong. kelilipan nih". Yogi meminta bantuan Tata.


" kena apa kak, memegang wajah Yogi lembut dan meniup mata yogi".


Berkali kali sampai akhirnya mata yogi sudah tak kelilipan lagi.


Jhon melihat adegan itu. matanya melirik tajam ke arah Tata. Saat Jhon hendak berdiri menghampiri Tata, sejumlah wartawan datang untuk meliput kegiatan Jhon.


Elsa, kembali ber acting sangat manja pada Jhon. Dan tiba tiba Elsa menyatakan bahwa mereka akan melakukan Lamaran. Jhon sontak terkejut mendengar ucapan Elsa.


Namun lagi lagi Jhon tak berani berbuat banyak. Jhon hanya mampu diam dan meng iyakan semua celotehan Elsa.


"Cih, dasar penjilat" Ucap kak vito kesal.


"Lihat deh, sungguh Jhon yang malang". Kak yogi menggeleng gelengkan kepala seperti tak percaya dengan apa yang ada di depanya itu.


"Jangan ah, pengaruhnya ke beberapa kontrak dan produksi film, drama, dan iklan kak Jhon juga". Ujar Tata santai.


"Iya ya". Yogi mulai menurun emosinya.


"Gimana, kalau sambil menunggu kita cari bukti yang lebih kuat". Usul Tata pada Yogi dan Vito.


"Benar, kita kumpulkan dulu". Kata kak vito seraya pergi berjalan meninggalkan kami.


SKIP~~~


"Break..... Break......" seru kak vito.


Tata seharian ini lebih banyak diam dan termenung. Tata masih tak percaya dengan apa yang sudah di laluinya kemarin.


Bahwa dia sudah menikah. Cincin pernikahan yang melingkar di jari manis Tata, sengaja ia lepaskan. Agar teman temanya tidak curiga.


Berbeda dengan Jhon, yang selalu memakai cincin pernikahan itu. Meski bibirnya akan selalu berbohong bila ada yang bertanya perihal asal usul cincin itu.


Tata menikmati makan siangnya sendirian selalu dengan musik yang setia menemaninya. Pemanadangan menggelikan itu tak juga usai, masih dengan Jhon yang di tempeli oleh Elsa.


~POV TATA~


"Ta, habis ini kamu make upin Jhon ya". Suruh kak Vito padaku, yang hanya ku balas dengan anggukan.


Hingga waktu istirahat habis dan dengan sangat malas dan terpaksa aku harus merias suamiku sendiri yang di tempeli mahluk jadi jadian ini.


"Sabar ta, ingat"

__ADS_1


"Jangan berharap apa apa"


"Lakukan seperti biasa, tidak ada apa apa yang terjadi di antara kalian" Aku mengucapkan Nasihat untuk diriku sendiri.


~POV AUTHOR~


Tata mulai meriasnya.


"Permisi maaf, mengganggu kalian. Sambil make up ya". Tata menarik dan membawa alat alat make upnya.


"iya" Jhon menjawabnya dan mempersilahkan Tata mulai merias wajahnya.


Tata sama sekali tidak mengajak Jhon ngobrol atau apapun. Mereka hanya terdiam untuk waktu yang lama. Hingga saat make up akan selesai, Badan Jhon bergerak karena terdorong oleh Elsa yang memeluknya erat.


Terlihat kekesalan di wajah Tata, bagaimana tidak hanya tinggal sedikit lagi tapi malah tercoret lipscare yang mengenai pipi jhon.


Jhon tersenyum kecil melihat kekesalan di wajah Tata itu. Belum selesai Tata merapikan, dan terulang lagi. Tata semakin kesal, Tapi Jhon semakin menahan tawa.


Hinga sepasang suami istri itu seperti bisa berkomunikasi melalui sepasang mata.


"Sruh diam pacarmu itu atau ku tendang dia"


"Tendang aja cepet"


"Awas aja ya, capek tau benerin terus".


Itulah percakapan mata mereka.


"Mbak, biasa aja ya liatin bibir pacar saya" Ketus Elsa tiba tiba.


"Maaf kak" Angguk Tata cepat.


"Sialan!! Ini suami aku tau kamu!!" Batin Tata meronta ronta menahan amarah pada Elsa.


Tiba tiba Jhon berdiri dan menyuruh Tata membenarkan riasan dengan berdiri saja. Jhon tau merias sambil terus menunduk selama 1 jam lebih itu melelahkan.


"Ta, ayok cepet benerin". Pinta Jhon pada istrinya.


Jhon sedikit menunduk untuk memudahkan Tata membenarkan riasannya. Tata menggunkan masker, seharian ini Tata tidak melepas masker sama sekali.


"Kenapa?" Tanya jhon tanpa suara dan menujuk dekat mulut yang menggambarkan masker.


Tata menggeleng, yang mengartikan tidak apa apa.


Jhon menjentikkan jari manisnya dengan cincin yang melingkar indah disana.


Jhon menggerakkan jari yang ada cincinya itu tanpa bersuara sperti bertanya.


"Mana cincinmu?". Tanya jhon dengan bahasa isyarat.


Tata menunjuk dadanya, tepat di tengah dadanya.


Jhon masih belum paham, dan menggerakkan tangan lagi seperti sedang bertanya


" Dimana?"


Kemudian Tata hanya memperlihatkan sedikit kalungnya. Dan, Jahon mengangguk paham.


"Selesai". Ucap Tata

__ADS_1


__ADS_2