Lelakiku Introvert

Lelakiku Introvert
11. males banget


__ADS_3

Belum jadi aku melangkahkan kaki dan berbalik, Jhon menjinjing hoodie ku. Ia aku mirip seperti anak kucing yang di jinjing lehernya.


"udah masuk sini aja, mau kemana sih?" ujar jhon membawaku masuk ke rumahnya.


Pemandangan apa ini, baju berserakan, seisi rumah berantakan.


Sebenernya mereka abis ngapain sih, tawuran atau demo besar besaran? keluhku malas memperhatikan sekitar sudut rumah Jhon.


aku hanya duduk di sofa tanpa berkata kata sedikit pun. Kubuka bolak balik jadwal Jhon seharian ini rupanya tidak terlalu padat hanya ada satu kali pemotretan pagi.


Mereka selesai dengan kesibukan berdua, dan aku masih tetap sibuk dengan musik di telingaku ini.


Wanita itu pulang dan menyapaku


"Hai," Elsa menyapaku


Aku hanya membalas dengan anggukan dan senyuman.


"Ayo buruan nanti siang kan udah selesai". Pinta Jhon duduk di sebelahku.


aku hanya diam dan meriasnya, serasa berat sekali pekerjaanku hari ini karena melihat pemandangan yang tak indah sama sekali pagi ini.


sudah. Kataku malas.


aku mbereskan peralatanku dan bergegas keluar, lebih memilih menunggunya di mobil daripada harus melihat isi rumah yang berantakan itu lagi.


siang hari aku tidak ada jadwal apa apa.


ahhh akhirnya aku bisa puas tiduran melanjutkan misi dan mimpi anak bangsa yang tertunda REBAHAN. senyum di pipiku mulai mengembang mengamati jadwal yang ada.


sampai tiba tiba


"Hallo, Tata. kamu siang kosong ga ada jadwalkan?" suara kak vito di balik telfon.


iya. jawabku malas.


"kebetulan yogi sedang ada perubahan jadwal mendadak, kamu bisa kan sebentar saja merias dia?" Tanya kak Vito menunggu jawaban dariku.


"sebentar aja kan? ga anmbah nambah lagi". Tanyaku memperjelas.


"iya, tenang aja. cuma sebentar banget kok". Tegasnya


"oke". jawabku menyetujuinya.


Jhon berjalan dan masuk kedalam mobil. Rasanya tuh hari ini sumpah aku malas super malas untuk ngobrol atau sekedar melihat wajah Jhon.


Mencoba tertidur di atas mobil yang melaju adalah pilihanku untuk menghindari segala tanyanya yang aku sedang tak berminat sama sekali untuk menjawabnya.


Serasa seperti ada yang mencolek colek tubuhku.


"Ta, bangun ta. kamu ga lupa jadwal nanti malem kan?" jhon menoleh padaku


"hem, apa?" aku melepas sebelah headsetku.


"Nanti malam kamu ikut ya, kita ada acara kumpul kumpul di resto". Ujar jhon dengan bermain game.

__ADS_1


"makan malam?". Aku memperjelasnya


Dia hanya mengangguk.


"Enggak ah, aku mau istirahat aja. agak ga enak badan". Bohongku karena malas.


"Ok, lain kali ikut ya". pintanya.


Aku hanya mengangguk dan kembali mencoba memejamkan mata. Padahal males banget, harus Jhon lagi ama Elsa.


Kok aku kayak cemburu ga jelas gini ya?. celotehku dalam hati.


Selesai dengan Jhon, Kak yogi sudah memanggilku.


Hpku terus berdering seperti bayi yang merengek minta susu, tiada henti.


"Iya hallo". jawabku santai


"Kemana aja si cil di telfon ga di angkat? Nada kesal yang terlontar dari kak yogi.


"maaf kak, lagi kerja kan. sebentar lagi aku selesai". Jawabku santai


"Kita ketemuan di depan mall xxxx aja ya, biar ga kelamaan muter rute". Pintanya


"Ok," Aku mengakhiri panggilan.


~POV Yogi~


aku berangkat lebih cepat karena harus membeli sesuatu di mall.


sekalian menunggu Tata, kak vito juga akan membelikan beberapa pesanan istrinya.


ihhh lamanya, keluhku mulai kesal.


ceglek pintu mobil terbuka.


"siang kak". Tara


"Lama baget sih cil?" Tanyaku kesal


"Tadi aku mau memakai jurus bayangan kak, tapi da boleh kata naruto. Takut di bilang sombong katanya". jawab Tara yang membuatku geli.


"O**h syungguh lucu syekalee candaan anda". Timpalku.


Ayo pak jalan, pintaku pada sopir.


mobil tiba tiba terhenti saat kak vito melihat sesuatu di sebrang jalan.


"Berhenti. Yogi,Tata , coba kalian lihat itu!". menunjuk satu titik.


Aku terkejut sekali, seperti tamapran keras menghantam wajahku.


~POV Tara~


Aku bersama kak vito, dan kak Yogi melihat Elsa memasuki hotel.

__ADS_1


"Itu Elsa kan pacar Jhon?". Kak yogi kaget


"Apa yang dia lakukan di hotel?" Kak vito penasaran.


"Mungkin dia sedang bertemu client". Jawabku sangat malas mngurusi Elsa.


buang buang tenaga saja, mau kehotel kek, mau ke goa kek. Bodo amat lah. ucapku dalam hati.


"Udah biarin aja sih, kalau dia mau ngapain juga. Ayok ah jalan". pintaku sudah kesal.


"Ayo pak, jalan" kak vito.


Kak yogi sibuk dengan tumpukan kertas yang di bacanya. Sedangkan aku sibuk mencoba untuk menutup mata sebentar saja.


Belum puas aku memejamkan mata, pergerakan mobil sudah berhenti. Kita turun dan melanjutkan pekerjaan dengan penuh semangat.


Acara berjalan baik dan selesai sore hari. Saat aku hendak pulang kak Yogi menariku.


"Eh, ayok temenin aku melihat sesuatu". pintanya menggandeng tanganku.


"*apa?"


"udah ayok ah ikut aja*". terus menarik tanganku sampai masuk ke mobil.


Kak yogi membawaku ke Hottel. Aku mulai takut akan ada hal aneh, bahkan pikranku mulai kotor. Tanganku menyilang menutupi dadaku.


"Mikirin apa?" menepuk keningku dan membuatku bangun dari lamuanan.


"kita mau ngapain kesini lagi?" Hottel tadi siang tempat kita melihat Elsa.


Kami bertanya pada resepsionist dengan banyak alasan. Liciknya kak yogi mengatakan kalau aku adalah adik dari si wanita yang dia cari.


Dan resepsionist memberikan informasi nomor kamar Elsa. Gimana enggak alasanya itu lho tak terduga.


Mbak, saya mau minta tolong apa ada reservasi kamar atas nama Elsa? Ini adiknya mencarinya, ada keributan di rumahnya Elsa kakaknya kabur dan Ibu sekarang sedang sakit jantung. Tolong mb cepetan kasian Ibunya . Aku menirukan kak Yogi yang pandai membuat alasan tadi dengan menye menye.


Dia hanya tertawa melihat ekspresiku yang menye menye. kami berjalan mencari nomor kamar yang diberikan. Belum kami temukan, dari kejauhan kami melihat Elsa dia berjalan bermesraan dengan sesorang.


Bahkan mereka berciuman, membuat aku dan kak yogi yang menyaksikan itu melotot dan menjadi panas badan.


foto foto cepetan foto. kataku menggoyang goyangkan tangan kak Yogi yang menggenggam Hp.


"iya iya, cerdas kamu Ta" timpalnya antusias.


Selesai dengan itu kami berlari secepatnya keluar Hottel dan kembali memantau keadaan di dalam mobil.


Kak pulang aja yok , aku udah laper. membaca berita online.


" Tenang nanti aku traktir sekalian kasih bonus". ucapnya yang terus mengamati depan hotel.


yaudah, Aku kembali tidur. dayaku sungguh sudah minim malam ini.


Semuanya membuatku Malas, sungguh Malas.


Kak, betah banget deh nguntit orang. kalau aku sih ogah, males baget". ledekku pada kak Jhon.

__ADS_1


"Brisik" menyumpal mulutku dengan roti.


Wah, Enakkk. Gitu dari tadi kan aku udah kenyang. Melahap roti isi.


__ADS_2