Lelakiku Introvert

Lelakiku Introvert
5. penuh energy


__ADS_3

Aku pulang dengan perasaan meluap luap penuh anergi positif dan sangat sangat bahagia.


sepanjang perjalanan aku bernyanyi lirih, mengangguk anggukan kepala. sangat sangat bahagia.


dan tara merusak kebahagiaanku dengan mengirim pesan teks.


"jelek kau dimana?"


"aku dirumah". balas ku


"pembohong, aku sudah di rumahmu. tidak ada bau baumu disini."


"kau pikir aku bangkai yang menimbulkan bau?" jawabku


"hei esmeraldahh, bagaimana kalau kita makan di luar. akan aku tunjukan sesuatu padamu".


"wah aku penasaran akan hal itu, aku juga punya kejutan untukmu". kataku dengan tertawa terbahak bahak, seperti orang gila di dalam mobil.


"tidak, kita pesan makanan saja di taman. aku butuh ruang untuk meluapkan energyku ini". jawabku sombong


"oke".


setengah jam kemudian aku bertemu dengan tara.


aku berlari seperti anak kecil, melonjak lonjak kegirangan dan memeluk tara.


"tara, aku baru dapat berkah hari ini" berlari dan memeluknya.


"hentikan itu esmeraldah, biar aku dulu yang mengejutkanmu!"


aku langsung berhenti dan diam seketika


"silahkan maria seleste" kataku sambil membungkuk pada tara.


"nampaknya aku akan jarang menemuimu"


"kenapa?" tanyaku heran.


"aku,,, aku sudah punya pacar!!!" teriak tara girang


"benarkah?


woahh, kau sungguh hebat Tara". ucapku sambil melonjak lonjak kegiran kami sanagat sangat bahagia malam itu.


sambil makan, kami duduk di bangku taman dan aku melanjutkan kejutanku.


"bersiaplah tara"


"apa?" tanya tara


"kau akan tersedak, ini sangat mengejutkanmu". kataku sambil melirik tara dengan pandangan licik.


"apa, katakan!" kata tara.


"tebak, siapa yang ku peluk tadi?" kataku sambil terus makan.


mata tara sontak melotot ke arahku, wajahnya berubah penuh tanya dan ragu.


"apa mungkin JA?" tanyanya


aku hanya mengangguk.

__ADS_1


dan ya shoot boom!!


tara tersedak dan terbatuk batuk.


aku tertawa sambil menari nari di hadapan tara.


Wajah tara sontak menjadi kesal.


"kau benar benar merenggut kesucian JA,


aku tidak rela".ucap tara kesal


"Tidak......Tidak.......Tidak". tara menggoyang goyangkan badanku, menunjukan bahwa dia sangat sebal.


"ya....... Tara. jangan kau keras kerah mengguncang tubuh yang seksi ini. baju JA ini akan kusut". kataku meledek tara.


"apa, ini bajunya?" Tara terkejut


"iya lah, jangan dekat dekat ya. nanti bau harum ini akan tercemar oleh baumu." dengan tanganku yang ku kibas kibaskan seperti mengusir anak kucing.


"aaa........ TATA, biarkan aku memeluknya". Aku berlari menghindari tara yang akan menyergapku. dia sangat ingin memeluk baju JA ini.


kesombonganku benar benar berada pada titik puncaknya. hari ini aku menang telak dari Tara, aku sangat sangat bahagia.


energiku sangat penuh meluap dan hampir meledak.


aku berhenti saat tara menarikku dan kami terjatuh bersama kami tertawa bersama.


"hei esmeraldah jangan lupakan aku jika suatu saat nanti kau benar benar bersama JA". kata tara yang benar benar membuatku terkejut.


"maria seleste, aku tidak akan melupakanmu. mungkin kamu yang akan lupa karena kamu akan segera menikah". jawabku.


Tara berkata kalau aku akan bersama JA. aku merasa merinding, sebab tara itu punya kelebihan kadang banyak yang dia ucapkan tanpa sadar tapi bisa menjadi nyata dalam beberapa waktu.


~suara nada dering~


"iya hallo selamat pagi" jawabku malas


"tara, hari ini kau berangkat sore saja. jadwal kita kosong pagi hari". ucap sesorang di balik telvon.


"maaf ini siapa?" tanyaku masih dengan mata terpejam.


"bangun dan coba lihat layarmu!" dengan nada agak tinggi.


"kak vito, tapi kok suaranya beda. serak serak geliin gini" ucapku tanpa sadar jika panggilan ini masih tersambung.


"ya....., aku yogi". jawab yogi dengan berteriak dan mematikan panggilan.


kupingku serasa berdengung mendengar teriakannya.


"sempurna ini waktuku mengumpulkan tenaga". kataku sambil kembali tidur.


entah berapa lama aku tertidur dan aku terbangun pukul 3 sore.


membereskan rumah dan memasak makanan lalu bersiap berangkat merias. Dayaku sudah full saat ini.


Dan aku sampai di lokasi yang sudah dikirimkan alamatnya padaku.


tim dan kru semua sudah sibuk masing masing. hanya aku yang masih menganggur, hingga saat yogi datang dan menepuk bahuku.


"hei kecil, ayo rias aku". pintanya.

__ADS_1


baru kali ini aku bekerja dengan orang yang benar benar cocok sama aku. karakter kita sama "We are talk less do more "


saat meriaspun tak banyak komentar yang aku dapatkan.


kalau tidak dia tidur, pasti dia bermain game. dia hanya perduli pada hasil akhir Bad or good.


saat aku akan selesai ada sesorang yang menepuk bahuku dari belakang.


"hei". sapanya


iya itu JA dia baru saja menyapaku. aku hanya menganggukan kepala sebagai tanda bila aku menerima sapaanya itu.


Asal tau aja jantungku saat itu seperti selesai lari estafet. berdetak tak beraturan.


"ahhhh..... dia menyapaku." ucapku dalam hati tanpa suatu ekspresi.


tapi apa kemudian, yogi melihat itu. dan yogi mencetuskan suatu kalimat.


"anak kecil yang mulai bertumbuh" kata yogi.


entah apa maksud dari kata katanya itu. yang ku tau cukup lakukan pekerjaanku dengn baik dan segera pulang.


"besok jangan panggil nama aku, panggil aku kak yogi". katanya sambil berdiri selesai ku make up.


aku hanya mengangguk mengiayakan, aku harap hari ini tidak ada kesialan menimpaku.


aku duduk di pojok area pengambilan gambar, dan saat kamera mengambil gambar ke wajah yogi.


Listrik tiba tiba padam, semua kru pada berisik dan gaduh. mereka kebingungan mencari tau kenapa listrik bisa padam sedang yang lain tidak.


para kru mencari tukang instalasi listrik.


"satu jam lagi, baru akan sampai" seru salah satu anggota kru.


"apa? itu terlalu lama, kitq akan kehabisan waktu jika menunggunya". sahut kru yang lain.


dan tanganku sudah gatal melihat respon lambat para laki laki yang hanya bisa bengong dan berisik tanpa tindakan apapun.


aku berjalan sambil menyenteri dengan lampu hpku dengan headset yang masih menyumpal telingaku. kulihat ada percikan api, dan aku mendekatinya semua kru mundur.


terlihat dari gerak binir mereka menyuruhku untuk menjauhi percikan api itu, aku baru sadar headsetku belum ku lepas. aku melepas headset dan berteriak.


"tolong berikan aku korek, obeng dan selotip ya. dan juga tolong matikan sekringnya dulu". teriakku menyuruh mereka mencari apa yang aku butuhkan.


"ini, apa kau bisa?" tanya salah satu anggota kru.


"mundurlah kalau tidak bisa,kerugianku bisa bertambah nanti". ucap ketua tim produksi.


"aku bisa". jawabku yakin sambil membenarkan kabel kabel yang korslet itu. entah mengapa tanganku ini handal sekali.


20 menit dan jreng.....


"coba hidupkan!". pintaku pada kru.


dan ya lampu menyala lagi. mereka semua memnadangku aneh, dan ku hanya mengagguk memberi sapaan sambil menyumpal lagi kupingku dengan headset.


kak vito datang menghampiriku,


"rias JA lagi ya. MUA nya belum sembuh". kata kak vito.


"ok, tapi bayaranya nambah kan?" ucapku

__ADS_1


"oke, gampang lah itu". jawab kak vito.


__ADS_2