Lelakiku Introvert

Lelakiku Introvert
30. Pemberian cek


__ADS_3

chat...


"Kak, usahakan datanglah sebagai tamuku yang pertama ya. Ada kejutan yang menanti untuk 3 orang pertama." Tata mengirim pesan pada Yogi.


Jhon dan Elsa pasti akan datang, sudah sangat jelas terbaca jika Elsa akan datang dengan memamerkan kemewahan disekujur tubuhnya.


"Hahahaha, maaf Elsa kau tak sekelas denganku sekarang. Karena pemenang tak selalu berdiri didepan."


"Membayangkan itu sudah membuatku geli."


"permisi"


"Masuk!" Sahutku kepada seseorang yang mengetuk pintu.


"Ada yang ingin bertemu anda nona."


"Silahkan dia masuk." Jawabku sambil terus membaca berkas berkas.


"Bu, ini yang anda minta." Ucap mata mata yang kusewa untuk mengawasi gerak garik Elsa.


"Kerjamu bagus, kau ingin uang atau mobil?" Tanyaku sambil melihat isi amplop besar yang dia berikan padaku.


Foto foto Elsa bersama laki laki lain, dan Rekaman cctv dimana mereka pernah menginap dihotel bersama.


"Aku ingin uang saja Bu." Ucapnya sambil menunduk di hadapanku.


"Baik, akan ku kirim."


"Sudah, ingat tugasmu belum selesai sebelum kamu mengumpulkan data akurat tentang si ayah di dalam kandungan Elsa." Aku memerintah Pak darto, orang kepercayaanku saat ini.


"Tapi itu sedikit memakan waktu lama Nona." jawab pak Darto sambil mengerutkan dahinya.


"Tidak apa apa pak, aku butuh kejelasan dan kepastian tentang siapa Ayah dari bayi itu." Aku memutar mutar pena dijariku.


Pak darto sedikit gugup dan terlihat bingung dengan perintah baruku itu.


"Pak, ingat saat ini uang yang berkuasa. Terserah bagaimana caramu aku hanya ingin bukti yang benar benar autentik." Jelasku pada pak Darto yang masih gugup dengan perintah baru ini.


"Baik Bu." pak darto terlihat menggaruk tengkuknya yang tak gatal dan meminta ijin pergi.


"Nona, ada panggilan dari Kakek."


"Sambungkan aku dengan Kakek."


"Hallo kek, apa kabar?"


"Baik nak, Bagaimana kabarmu dan suamimu? "


"Baik kek, aku dan dia sedang sama sama sibuk saat ini. Dia sedang manggung Kek."

__ADS_1


"Jangan terlalu lelah, nanti bisa lama kalian kasih cucu ke kakek."


"Secepatnya kek."


"Yasudah lanjutkan pekerjaanmu."


"ok"


"huft.. akhirnya lega juga aku."


"Selly segera ke ruangan saya." Selly adalah asistenku yang di tunjuk oleh kak Nino. karena dulu Selly adalah teman sd kak Nino.


"Ada apa Bu?" Tanya selly menunggu perintah dariku.


"sudah kau siapkan hadiah untuk tamu pertamaku saat pesta nanti?" Aku bertanya sembari melihat bukti bukti yang terkumpul tadi.


"Sudah Bu."


"Emm... kau boleh pergi." Kataku sambil membaca beberapa keterangan yang ada di gambar hasil tangkapan cctv.


Beberapa saat kemudian selly kembali lagi.


"Ada tamu untuk anda Bu."


"Hari ini aku tidak ingin bertemu tamu kecuali klien dan keluargaku." Perintahku pada selly.


"Baik " selly beranjak pergi.


"Ibu Tata sedang tidak ingin bertemu siapapun selain klien dan keluarga pak." Ucap Selly kepada orang itu.


"Aku adalah keluarganya, aku suaminya." Ucap laki laki di balik pintu itu.


Sayup sayup Tata mendengar perdebatan itu. Tata kemudian menelfon Selly,


"biarkan dia masuk." Perintah Tata kepada Selly mengakhiri perdebatan yang terjadi.


"Silahkan masuk pak." Ucap Selly menunduk malu dengan apa yang sudah terjadi tadi.


Selly mengerutkan dahinya heran,


"Sejak kapan Bu Tata punya suami ya, Kenapa Nino tak pernah memberitahukan hal ini kepadaku?"


"Dan wajah laki laki itu sepertinya tidak begitu asing," Gumam Selly dalam hati.


"Ah, tamatlah sudah karirku ini." Keluh Selly atas kebodohannya sendiri.


Ceglek...


Jhon masuk tanpa memgetuk pintu, membuat Tata kelabakan merapikan beberapa barang bukti tentang perselingkuhan Elsa yang baru saja di dapatkanya. Belum sampai Jhon berjalan mendekati Tata, Tata terlebih dulu melayangkan pertanyaan.

__ADS_1


"Ada perlu apa kau kesini?" Tanya Tata sembari berjalan menuju sofa di depan meja kerjanya.


Jhon masih berdiri menghentikan langkahnya mendengar Pertanyaan Tata.


"Silahkan duduk."Tata mempersilahkan Jhon untuk duduk di sofa.


"Apa maksudmu dengan ini?" Jhon melemparkan Amplop coklat besar yang sedari tadi dibawanya.


"Hemm, ini? kau sudah membacanya?"


Tata berdiri kembali kemeja kerjanya dan menelfon Selly.


"Larang siapapun masuk keruanganku sebelum tamuku yang tampan ini keluar." Ucap Tata memberikan perintah kepada asisten pribadinya.


Jhon memandang heran ke arah Tata. Selesai dengan panggilan dengan Selly Tata kemudian mendekati dan menarik Tangan Jhon untuk duduk disofa.


Jhon masih sangat terkejut dengan penampilan mantan istrinya yang sekarang ini. Tata sekarang sudah tak malu lagi menampilkan keindahan tubuhnya. Berbalut baju minim dengan rok pendek dengan outer yang menutupi dadanya.


Tata membuka outernya dan hal itu menampakkan keindahan dada Tata yang menggunakan inner berbahan wal yang menempel ketat sebatas pusar.


"Jelaskan padaku apa maksudmu memberikan aku cek itu!" Jhon berbicara dengan nada tinggi dan menatap tajam kearah Tata.


"Sssstt.... jangan berteriak, aku ada di depanmu. Aku sangat sangat bisa mendengar suaramu meski hanya desahan." Jawab Tata sambil mendekat dan berbisik ke telinga Jhon.


Tata selalu saja bisa menenangkan dan merusak konsentrasi Jhon. meski hanya dengan satu tindakan kecil.


"Akan ada yang terjadi denganmu nanti, kau akan sangat membutuhkannya. Simpan saja hingga waktunya tiba bagimu untuk menggunakanya dengan baik." Ucap Tata sambil menyilangkan kakinya dengan paha yang putih mulus itu.


"Lusa, luangkan waktumu sedikit untukku. Kita akan ke London. Sebelum pernikahanmu kau harus menjelaskan semua ini kepada Kakek, Ayah dan juga Ibu." Jawab Tata yang sengaja ingin menggoda Jhon dengan merebahkan dirinya kesofa dan memainkan ponselnya, posisi Tata yang seperti itu sangat menggoda mata kaum pria.


Bagaimana tidak, pusar Tata tetlihat sangat jelas dengan dada yang menyembul membulat sempurna dan paha mulus yang hanya tertutup rok pendek, Rok itu sedikit agak naik ketika Tata duduk.


Jhon yang melihat pemandangan itu seketika hilang konsentrasinya.


"Jangan umbar ini pada siapapun." Jhon menutup tubuh Tata dengan outter yang baru saja dilepaskan oleh Tata.


"Tidak, sementara ini hanya kamu saja yang bisa menikmati pemandangan ini." Tata menggoda sembari berdiri dan memakai outernya lagi.


"Apa yang kau lihat, sehingga aku akan sangat membutuhkan uang itu?" Tanya Jhon sambil menunduk melihat kedua tagannya yang saling mengenggam.


"Sesuatu yang akan sangat membuatmu jatuh dan terpukul. Ingat saat itu terjadi, cari dan temuilah aku." Ucap Tata sambil berjongkok dan menggenggam tangan Jhon lembut.


Jhon berdiri dan mengibaskan genggaman Tata, mencoba memfokuskan pikiran yang sedari tadi sengaja Tata buyarkan. Tata hanya tersenyum kecil menerima perlakuan itu. Tata berdiri dan merapikan Rambutnya berdiri dan memakai lipstiknya di depan jendela besar yang menghadap pemandangan kota.


Sesaat mereka sama sama terdiam, hingga tiba tiba Jhon menghampiri Tata. Mereka berdua berdiri didepan jendela besar itu, suasana itu seketika menjadi sangat hangat ketika Tata dengan seenak hatinya tiba tiba memeluk Jhon. membuat Jhon sangat kaget dengan tindakan Tata.


"Jhon Athaa artis idolaku, kau akan tetap menjadi idolaku meski kau sekarang adalah mantan suamiku." Ucap Tata lirih di telinga Jhon dan memberikan kecupan hangat di bibir Jhon, Tangan Tata tak henti hentinya mengusap lembut rambut mantan suaminya itu.


Jhon yang habis kesabaran dan sudah tak mampu menahan semua godaan sedari tadi akhirnya membalas ciuman Tata. Jhon merengkuh kepala Tata dan memperdalam ciuman mereka, Tata membalasnya dengan senang hati dan berirama. Tangan Tata mnggapai tali tirai dan menutupnya, membuat suasana ruangan itu semakin nyaman untuk melakukan kegiatan mereka.

__ADS_1


Jhon menggiring Tata dan merbahnkanya di sofa. Jhon semakin tidak terkendali, menyadari hal itu Tata kemudian berdiri dan menyudahinya begitu saja.


"Disana pintunya, silahkan keluar jika urusanmu sudah selesai. Untuk urusan ini kita bisa melanjutkan saat di London nanti." Ucap Tata sembari menepuk dada pria yang masih berbaring disofa dengan wajah kesalnya itu.


__ADS_2