Lelakiku Introvert

Lelakiku Introvert
20. Berbaikan


__ADS_3

"Jhon, aku mohon padamu biarkan semua berjalan sebagaimana mestinya, seperti kita baru kenal kemarin". Tata menatap langit malam.


"Ta, bagaimana bisa? sedang kita sudah mengucap janji suci di hadapan mendiang ibuku". Jhon mulai menunduk lesu.


"Biarkan semua berjalan perlahan tanpa ada paksaan." ucap Tata perlahan.


"Tidak, aku tidak akan mampu menunggu untuk itu".


"Aku tidak akan mengecewakan ibuku lagi". Jhon menampakkan wajah sendunya.


"Ibu, akan semakin kecewa bila putranya menjalani rumah tangga tanpa ada rasa cinta". Tata menghampiri Jhon.


"Jangan paksakan bila hatimu masih menjalankan pernikahan ini hanya atas dasar menebus rasa kecewa mendiang ibu". membuka pintu kamar, dan hendak memasukinya.


"Maka dari itu, berikan aku kesempatan untuk menjadi suami yang baik". menghampiri Tata, memegang tangan Tata


"Jhon, dengar semua ini tampak semu bagiku"


"Semua terjadi begitu cepat, aku masih tidak bisa membedakan antara iba dan cinta"


" Kamu, kamu menikah denganku hanya karena aku adalah wanita pilihan ibumu di akhir hayatnya".


"Sedang aku, aku menikah denganmu karena rasa ibaku melihat hal buruk yang akan menimpamu"


"Aku sangat tau dan bisa merasakan Jhon, tidak pernah ada Aku di sini" Tata menunjuk dada Jhon.


" Masih terukir sangat jelas, Elsa pemiliknya". Tata menangis.


"Jangan menangis Ta, tangisanmu menunjukan bahwa aku adalah suami yang buruk untukmu".


"Beri aku waktu, Beri aku kesempatan untuk dekat dengan mu istriku"


"Jangan tolak aku lagi". memeluk Tata erat.


"Lepaskan!!" Tata mencoba untuk melepaskan pelukan Jhon.


"Tidak,"


"Lepas!!" Tata menggeliat


"Tidak......!"


Jhon berteriak dengan wajahnya yang memerah, seketika Tata terdiam membeku, Tak bergeming barang sedikitpun.


"Sekarang, Aku Jhon Athaa sudah sah menjadi suamimu. Dan kau Amelita Sabina, harus Taat pada suamimu selagi suamimu dijalan yang benar"


"Dengarkan aku baik baik, Jika kamu lembut. Aku akan lebih lembut, Tapi jika kamu suka kekerasan Akupun tidak krberatan!"


seperti tersambar petir di siang hari,


"Inikah dia yang sebenarnya?"


"Aku tau, bahakan sangat tau menjadi seorang istri harus tunduk dan patuh pada suami yang baik"


"Dia sedang berusaha menjadi suami yang baik, apakah aku harus menuruti kemauannya?" Batin Tata yang bimbang


Tata sangat bingung tidak tau harus mengambil tindakan seperti apa.


"Baiklah aku akan membiarkanmu melakukan apa yang kau mau" Tata tetap diam ditempatnya dipelukan suaminya.


"Tapi, tetap rahasiakan hubungan ini dari siapapun". Pinta Tata pada suaminya.

__ADS_1


"Kenapa?" suara Jhon mulai bersuara pelan sesuai dengan amarahnya yang mulai mereda.


"Aku tidak ingin, kehadiranku merusak popularitasmu. Merusak karir dan impianmu" Tata mulai menitikan air mata lagi.


Tata merasa tidak sepantasnya dia menjadi seorang bintang besar. Takdir yang menyatukan mereka membuat Tata masih sulit memahami kenyataan.


"Baiklah!" Jhon mendekap Tata erat.


Skip


"Pulanglah" Tata membereskan sisa makan mereka berdua.


"Tidak, Aku suamimu".


"Dan aku akan tinggal denganmu" Jawab Jhon santai.


"Itu akan menjadi kabar miring dan akan merugikanmu". Tata menghampiri Jhon.


"Tidak, selama kau menjadi asisten pribadiku dan tinggalah bersamaku di rumahku". Jhon merebahkan badanya ke sofa.


"Ini" Memberi selimut dan bantal.


"apa?" bingung


" Tidurlah di sofa" Jawab Tata hendak memasuki kamarnya.


"Iya". Jawab Jhon tanpa mengeluh.


Saat Jhon tengah lelap tertidur, Tata yang hendak menuju kamar mandi melewati Jhon yang tengah tidur meringkuk di sofa.


Ban Jhon teramat besar untuk ukuran sofa Tata yang pendek dan kecil itu.


"kasihan sekali dia, Tubuhnya yang besar ini harus menempati sofa kecil ini".


"Dia hanya ingin menjadi suami yang baik"


"Hanya ingin mengenalku lebih dekat"


"Dan aku, akan seberapa egois lagikah aku?" Batinku bergelut dengan keegoisanku.


Aku tidak bisa membiarkan dia seperti ini, bagaimanapun dia sekarang suamiku. Dan Kita sah secara Hukum dan Agama.


"Kak, bangunlah. Tidurlah di kamarku". Mengusap rambutnya lembutnya.


"Benarkah?" Matanya seketika membulat, seperti masih tak yakin sama sekali dengan apa yang di dengarnya.


"Ya, maaf aku terlalu keras padamu"


Butiran air mataku mulai menetes lagi. Aku hanya mampu menunduk, Aku sungguh merasa menyesal setelah berdebat dengannya tadi.


"Hei, jangan menangis".


Dia mengangkat pundaku perlahan untuk duduk di sampingnya. Dia memelukku hangat dan membelai rambutku perlahan. Kala itu, Waktu menunjukkan pukul 03.00 dini hari.


"Ayo kita tidur , jangan menangis lagi".


"Aku bisa memahami apa yang kau rasakan". Ucapnya membuatku semakin tenang dan percaya.


~POV Author~


Suara alarm memenuhi kamar Tata. Tangan tata meraba raba mencari ke arah sumber suara. Namun apa yang di gapainya Adalah sebuah dada bidang.

__ADS_1


"Eenghhh... brisik" Tata masih dengan mata yang lengket ingin kembali tidur langsung mematikan alarm.


Perdebatan mereka semalam benar benar menguras tenaga keduanya, Jhon tertidur sangat lelap. Yang awalnya mereka tidur saling membelakangi, berbeda posisi ketika mereka terbangun di siang hari.


"Enghhhhh... Pagi" Sapa Jhon pada istrinya.


"Pagi" Bangun duduk bersandar dan memeriksa ponselnya.


"Kita akan sangat terlambat" Tata memegang dahinya.


"Tidak, aku bosmu dan aku pun masih disini" Jawab jhon santai sembari menatap istrinya.


Tata mengangguk


"Mau apa?"


Tata menanyakan tentang makanan Sambil memainkan ponselnya.


"Mau kamu bisa lebih hangat lagi menerima semua ini". Ungkap Jhon dengan menatap wajah cantik di hadaapnya itu.


"Jangan memulai peperangan di hari yang damai". Sahut Tata kesal.


"Nanti sore, jadwal kita berangkat ke pantai untuk acara syuting iklan besok". Tata kembali memakai selimut dan ingin tidur lagi.


"Iya aku ingat"


"Biarkan aku memlukmu, aku ingin memelukmu"


"Boleh?" Jhon menggapai tangan Tata.


"Kenapa harus minta ijin, udah sering juga kan kamu peluk aku atau aku peluk kamu?" Tata masih memainkan ponselnya.


" Aku hanya tidak ingin kamu melakukanya tanpa kerelaan" Jhon memandang Tata lekat.


"Baiklah" Tata merentangkan tanganya lebar lebar pertanda dia mau dipeluk suaminya itu.


"Berada di kamarmu aku seperti berada di dalam album" ucap Jhon sembari mengusap usap lengan istrinya yanh masih dipeluknya.


"Udah deh" Tata malu.


"Aku ingin kita saling menerima" Ucap jhon santai.


"Ada sesuatu yang selama ini ingin ku tunjukkan padamu" Tata membuka foto di ponselnya.


Foto itu, foto dimana Tata memergoki Elsa sedang bersama laki laki lain.


"Ini, Elsa?"


Jhon nampak terkejut.


"Iya, itu tanggal dimana kita ada acara makan di resto". Jawab Tata untuk memperjelas bukti yang ada.


"Biklah, nampaknya aku harus lebih cepat mengakhiri hubunganku dengan Dia". Ucap Jhon lirih.


"Kamu sangat mencintainya?" Tata penasaran


"Jangan pernah bertanya seperti itu lagi padaku. Kamu istriku, tak pantas bagimu menanyakan perasaan suamimu dengan wanita lain secara langsung".


"Aku akan mengakhiri hubunanku denganya".


Jhon mrngirimkan foto perselingkuhan Elsa tadi ke ponselnya.

__ADS_1


__ADS_2