
Tata mengacungkan kedua jempolnya pada Yogi yang sekilas melihatnya dan berlalu pergi dengan membawa rasa malu karena telah mencium Tara tanpa sengaja di hadapan banyak orang.
"Hah mereka ada ada saja." Tata mendengus dan kembali berjalan menuju kamarnya.
Di setiap Resort dan Hotel yang dimiliknya, Tata selalu memiliki satu kamar yang disediakan khusus untuknya. Para staff dan karyawan paham betul akan hal itu karena Tata tak mau terganggu jika sedang ingin menyendiri.
"Maaf aku sedang sibuk tadi" Isi pesan Tara membalas pesan Jhon.
Jhon yang tak kunjung bisa tidur langsung terbelalak membaca pesan dari Tata. Tak lama Jhon melakukan panggilan VC dengan Tata. Melakukan panggilan dan berbicara sangat lama, membahas semua tentang mereka bahkan tentang hal yang tak penting sekalipun.
Tata tertidur pulas ditengah panggilan itu, Jhon hanya terus menatap layar ponsel dan tersenyum melihat mantan istrinya tertidur pulas menghadap layar ponsel.
"Mengapa tidak sedari dulu kita bertemu, dan tidak sedari dulu aku menerima permintaan ibu."
"Maafkan Aku ibu, Aku terlalu lamban menyadari semua ini. Jika saja sedari satu tahun lalu aku menikah, Kau pasti sudah merasakan bahagianya menimang cucu."
"Maafkan anakmu ini ibu." Jhon menangisemgingat lagi pernikahan mereka dulu yang dilaksanakan di ujung usia sang Ibu, Bahkan samapi di nafas terakhirnya pun sang putra belum bisa membahagiakanya.
"Maafkan Aku ibu, Ku yang telah gagal memepertahankan pernikahanku dengan menantu pilihanmu." Jhon menyeka air matanya.
Panggilan itu masih tersambung, Tata terjaga dari tidurnya melihat Jhon yang masih menunduk menyeka air matanya. Jhon mengangkat kepalanya dan melihat Tata lagi, Tata berpura pura tidur lagi.
"Sayang, maafkan aku yang tak bisa menjaga pernikahan kita. Aku terlalu takut melepaskan segala apa yang aku punya demi utuhnya rumah tangga kita." Tangis Jhon terdengar sangat jelas dan Tata masih berpura pura menutup mata.
"Maafkan Aku bukan suami yang baik untukmu, Saat bersamamu terkadang Aku masih memikirkan Elsa." Pengakuan Jhon membuat Tata sedikit merasa tak nyaman dan menggerakkan tanganya hingga ponselnya terjatuh menengadah kelangit langit.
Jhon mematikan panggilan dan berfikir jika Tata tidak mendengar apa yang sudah dikatakanya.
***
"Betapa bodohnya Aku, sudah jelas Dia lebih lama bersama Elsa. Tentu dihatinya masih disinggahi oleh Elsa, Aku terlalu berharap banyak pada Jhon." Tata meremas ponselnya yang sudah tak menyala.
Tata jadi tak bisa melanjutkan tidurnya kembali, dan memutuskan untuk berjalan jalan keluar mencari udara segar. Melihat dari kejauhan, terlihat pria berhoodie hitam berdiri di tepi pantai. Nampak tak asing bagi Tata, Tata lalu mendatangi Pria itu.
"Benarkan? Aku pikir siapa." Menepuk pundak Yogi.
__ADS_1
"hemm." Yogi tersenyum.
"Kenapa disini? tidak tidur?" Tanya Tata.
"Kamu juga Tak Tidur?" Yogi balik bertanya.
Tata menggeleng
"Nampaknya Aku terlalu gugup untuk pesta besok." Jawab Tata lirih.
"Kamu kenapa ga bisa tidur? atau gara gara tadi?" Tata meledek Yogi.
Yogi mengangguk perlahan.
Tata terkejut melihat Yogi yang mengangguk atas jawabanya sendiri. Tak percaya dengan seorang Yogi yang tampan sampai detik ini menjadi gugup hanya karena sebuah ciuman tanap sengaja.
"Benarkah? seperti anak gadis yang hilang keperawanan saja sampai seperti itu gugupnya." Ledek Tata.
"Hei, jangan seperti itu. Ini ciuman pertamaku." Jawab Yogi polos.
"Hentikan! jangan meledekku lagi. Kayak kamu sudah pernah saja." Ucap Yogi menghentikan Tawa Tata seketika.
"Tentu sudah." Jawab Tata spontan.
"Siapa, dengan siapa?" Tanya Yogi penasaran dengan pernyataan Tata.
"Emm... pacarku lah." Jawab Tata.
Yogi sangat heran siapa yang dimaksud pacar oleh Tata kenapa Tata sama sekali tak pernah menunjukanya di muka umum.
"Huh, Tak percaya Aku. Palingan kamu hanya sekedar jaga gengsi kan bilang kalau sudah punya pacar. kenapa tidak pernah menunjukkannya di muka umum?" Cletuk Yogi dengan serentetan kata katanya.
"Yah, ketahuan deh bohongnya." Balas Tata yang menutupi kebenaranya yang hampir saja terbongkar.
"Kalian itu aneh, asal Kakak tau saja ya, untuk Tara ini juga kali pertamanya." Imbuh Tata.
__ADS_1
"Benarkah?" Yogi terkejut.
"Ehem, bagi Tara berciuman bibir itu seperti bertukar kuman dan bakteri. Dia kan dokter jadi ya gitu deh." jelas Tata.
"Tak mungkin, apa dia tak pernah punya pacar selama ini?" Tanya Yogi penasaran dan semakin menatap Tata serius menunggu jawaban dari Tata.
"Pernah pacaran, tapi selalu putus saat hendak melakukan itu." Tata menautka kedua ujung telunjuknya memperagakan isyarat dua orang yang tengah berhubungan intim.
"Oh, apa?!" Yogi terkejut sekaligus heran.
Tara yang di lihat Yogi sangat pemberani ternyata sangat takut akan hal itu. Berarti untuk ciuman tadi Yogi yang pertama bagi Tara.
"Harusnya kalian bahagia setidaknya bisa saling merasakan yang pertama untuk yang pertama."Ucap Tata ngawur.
Yogi melipat tanganya kedada dan berfikir akan kejadian tadi. Mengingat kembali sentuhan lembut bibir indah Tara, membuat Yogi mengulum bibirnya sendiri perlahan. Hal utu tak luput dari pandangan Tata yang menjadi semakin gila untuk meledek Yogi terus menerus.
"Kenapa teringat lagi akan rasanya?" Ledek Tata sambil mencolek pinggang Yogi dan merusak lamunan Yogi.
Yogi yang tertangkap basah sedang mengingat kembali moment langka itu menjadi tertunduk malu dengan senyum lebar di pipi.
Tata memfoto langit malam yang ada di hadapanya dengan caption *Dark night. Begitu juga dengan Yogi yang memfoto buih buih ombka di tepi pantai dengan caption yang sama, *Dark night.
Tata meng uploadfoto tadi ke status (WAW)pesannya dan Yogi meng upload di Ih Gitu (IG) storynya.
***
Jhon yang belum bisa tertidur masih memainkan ponselnya saat tanganya berhenti menggerakkan jarinya pada sebuah gambar yang di up oleh Tata. Menandakan jika Tata tak tertidur, Kesal dan jengkel merasa di bohongi oleh Tata. Namun Jhon mengabaikanya dan hanya berfikir positif jika Tata mungkin susah tidur karena memikirkan acara besok.
Jhon kembali berselancar di Dunia maya membuka Ih Gitu (IG) miliknya. Jhon melihat foto yang baru saja di up oleh Yogi, menunjukan keberadaanya dibpinggir pantai. Hal itu membuat Jhon bolak balik menelisik kedua Foto itu dengan seksama dan benar saja dalam Foto yang di ambil Yogi terdapat bayangan sosok perempuan dengan rambut panjang yang tergerai. Bayangan yang tersorot lampu itu jelas menunjukkan jika wanita yang ada di dalam foto itu sedang memotret langit dengan ponsel, sama seperti yang dilakukan Tata barusan. Karena difoto itu juga menunjukkan waktu yang sama dan caption unggahan yang sama.
Malam itu benar benar menjadi malam yang tidak mengenakkan bagi Jhon, Dia yang susah tidur malah dikejutkan dengan unggahan foto kedua orang tersebut. Jhon sangat mengingat bagaimana ketika Yogi terang terangan mengatakan kepadanya jika Dia menyukai Tata. Belum lagi Jhon juga menyaksikan langsung saat Yogi mrnyatakan perasaanya pada Tata.
Jhon meremas tanganya berjalan bolak balik kesana kemari mencoba menahan luapan emosi. Kali ini Jhon mengira jika Tata itu tidak beda dengan Elsa yang menghianatinya. Jhon langsung begitu saja dengan mudahnya menghakimi Tata.
Rasa kecewa berkecamuk di dalam dada Jhon. Ada rasa benci yang terselip dalam hatinya.
__ADS_1
"Tata apakah kau juga sama denganya?"