Lelakiku Introvert

Lelakiku Introvert
23. tergulung ombak


__ADS_3

"Iya aku menggodanya, mari kita bersaing secara adil"


Kata kata itu terngiang ngiang di telinga Jhon yang menyaksikan perkelahian dua wanita yang tengah memperebutkan dirinya.


~POV JHON~


"Dia bilang akan bersaing secara adil? huh apanya belakangan ini jelas jelas aku yang mencoba mengejar dia"


"Dia berbeda, meskipun kami sudah menikah tapi sekalipun dia tak pernah menggodaku"


"apa aku bukan kriterianya?"


"Apa aku bukan tipenya?"


"Apa aku kurang tampan?"


POV Author


Jhon berkacak pinggang di depan cermin dan memutar mutar badannya. Jhon masih


dengan handuknya saat dia selesai mandi.


Tata tanpa mengetuk pintu tiba tiba masuk. Jhon sangat kaget melihat Istrinya itu.


"Aishh.... mengagetkanku saja, Ada apa kenapa sangat terburu buru?" Tanya Jhon polos


"Cepat pakai bajumu, aku akan meriasmu untuk pura pura sakit hari ini." Tata mempersiapkan alat make up.


"Aku melihatmu tergulung ombak tadi malam saat kau terlelap". Jawab Tata membuat Jhon melongo bingung antara harus percaya atau tidak.


"Tidak, aku akan terkena denda jika tidak menyelesaikan pekerjaanku hari ini." Jhon membelot.


"Baiklah lakukan apa maumu!" Tata keluar kamar Jhon dengan nada marah.


Jhon memakai baju dan keluar menyusul Tata.


" Ini, oleskan di wajahmu yang luka". Memberikan salep.


"Aku akan baik baik saja, ini hanya di tepian dan aku pandai berenang." Bujuk Jhon pada istrinya.


Tata hanya mengangguk.


"Lakukan sesukamu, aku tidak bisa memaksakan kehendakmu." Batin tata pesimis


"Sudah siap semua?" kak vito antusias pada take pertama.


"Ready. " Yogi menyahut.


"Ayo Cil make up aku" Pinta Yogi menarik baju kemeja Tata.


"Aku duluan kak yang Take, jadi aku dulu." Jhon menarik tangan Tata.


"Ya udah lah" Yogi mengalah dan duduk sambil memainkan game di ponselnya.


"Diem jangan rewel" Tata memegang dagu suaminya.


"Apa lukamu sakit? Tanya Jhon polos


Tata mengangguk.


"Aku tadi melihatnya, dan mendengar sebagian perdebatan kalian." Jhon memainkan ponselnya.


"Istriku hebat!" Mengacungkan kedua jempolnya.


"Jangan sebut itu disini, aku tidak mau punya suami gembel." Tata memandang tajam sambil bicara berbisik di hadapan Jhon.


"Ta, butuh berapa menit untuk membuatnya tersungkur?" Yogi memecah keributan dalam bisikan Tata dan Jhon.


Pertengkaran antara Elsa dan Tata tang terjadi beredar dengan cepat dan luas. Baik secara maya atau nyata. Bahkan seluruh kru tak henti hentinya membicarakan hal itu.


"Ga usah di bahas ya, males." Tata enggan menjawab dan memilih konsentrasi untuk merias.


"Minun, ambilkan minum" Tata pergi mengambilkan minum untuk Jhon.


" Kau tidak marah, pacarmu di pukul Asistenmu?" Tanya Yogi yang curiga dengan sikap Jhon.

__ADS_1


"Dia pantas mendapatkan itu." cletuk Jhon.


"Apa, kenapa? ada apa dengan kalian?"Yogi curiga jika Jhon mengetahui perihal perselingkuhan Elsa.


"Dia menghianatiku" Jawab Jhon datar


"Apa kalian putus?" Yogi penasaran


"Belum, aku masih menunggu hingga kontrak kami selesai." Tutur Jhon serius pada Yogi.


Yogi mengangguk.


"Ini minumnya" Tata memberikan pada Jhon.


Tak menunggu waktu lama, Tata selesai merias Jhon dengan Apik.


"Dah selesai". Ucap Tata dan bergeser ke meja Yogi.


"Astaga wajahmu separah ini? lihat luka cakaran ini?"


Yogi dengan sengaja membuka topi dan masker Tata.


"Biasa aja sih" Tata mengambil kembali topi dan masker dan mengenakannya.


"Tunggulah yang lebih parah akan datang dan beracting paripurna sebentar lagi." Ucap Tata melirik Jhon dan Jhonpun sedang memperhatikan Tata dan Yogi.


"Sayang, sayang lihat ini . sakit..."


Elsa datang dan memberitahukan lebam besar dan bengkak hasil tinjuan Tata.


"Siapa yang melakukanya padamu?" Jhon berpura pura tidak tau.


"cepatlah kedokter atau cantikmu akan memudar, kau jelek sekali sekarang." Ejek Yogi.


Elsa berdiri dan berjalan menghampiri Tata.


"Lihat gara gara kau aku jadi seperti ini"


Elsa membentak Tata yang sedang asik merias.


Tata membalikan badanya dan melihat ke arah Elsa dengan melipat kedua tangannya di dada. Tatapan Tata sangat tajam sehingga Jhon pun bergidik ngeri melihatnya.


"Akan kulaporkan kau ke polisi."


"Laporkanlah, lihat disana ada cctv. disana juga. Kurasa sudah cukup untuk mendapatkan tangkaapn gambar yang bagus dari berbagai sudut" Menunjuk beberapa titik cctv.


"Atau kau mau menjadi seprti ini"


Tata mengambil bata pembatas yang mengelilingi bunga dan mematahkan bata itu dengan jari telunjuknya saja tepat dihadapan Elsa.


Elsa menelan ludah kasar.


"Bradu denganku lagi kalau kita sudah setara ya." mendekat dan berbisik pada Elsa.


Yogi dan Jhon hanya bisa berdecak kagum dengan apa yang Tata tampilkan di hadapan mereka.


"Aku padamu Tata!!" Yogi meneriakkan yel yel menyemangati Tata.


Tata kembali merias Yogi dengan santai. Sementara Elsa hanya bisa menelan ludah kasar atas kekalahanya.


"Wahh aku harus berhati hati bila nanti kita hidup bersama sampai tua, jangan sampai nasibku seperti batu bata tak berdosa itu." Batin Jhon menasihati diri sendiri.


"Oke ready ayo take." Kak vito memberi aba aba pada kami.


Take 1 aman


Take 2 lancar


Take 3 oke


Take 4


"Agak mudur sedikit lagi Jhon" Teriak produser.


"Lagi" Teriak kru.

__ADS_1


Byur....


Jhon hilang terbawa ombak. Kru berteriak panik, tim seketika riuh menelfon bantuan.


Tanpa pikir panjang Tata yang tengah merapikan perlengkapan langsung lari terjun dan mencoba menggapai Suaminya.


"Pegang tanganku" Tata mengulurkan tanganya.


"Lebih erat." Tata dapat menggapai jhon dan membawa jhon dengan tergopoh gopoh.


Seluruh kru hanya fokus pada keselamatan Jhon. sedangkan Tata hanya dibiarkan saja berjalan sendirian meski badanya lemas kehabisan tenaga, melawan tinggi dan kuatnya gelombang yang menggulung mereka berdua.


Yogi mengantar Tata, Yogi memberi Tata perhatian lebih. Yogi menunggu Tata mengganti baju, dan memberikan teh hangat untuk tubuh tata yang lemas.


"syuting ditunda sampai besok" pengumuman dari ketua tim.


"Oke" sahut Yogi pelan.


Yogi masih menunggu bahkan berjalan bersama Tata.


Jhon memandang jemu keduanya, seperti ada api cemburu dimata Jhon.


"Malam ini kau ku temani ya, kondisimu sedang tak baik". ucap Elsa pada Jhon.


"Tidak, aku sudah membaik" Jhon berkilah agar Elsa segera pergi.


"Harusnya kau ada pekerjaan kan hari ini?" Jhon mengingatkan Elsa.


"Ah iya sayang, aku lupa. Aku sangat khawatir padamu sampai aku lupa jadwalku"


"Kamu beneran udah baikan?" Tanya Elsa lembut.


Jhon mengangguk cepat.


"Baiklah aku pulang ya, cepat kembali ya sayang. Love you!" Elsa mengecup pipi Jhon.


"Bye"


"Bye" jawab Jhon.


sampai larut malam Jhon belum bisa tertidur mengkhawatirkan dan memikirkan keadaan Tata.


"Apa dia baik baik saja?"


"Ah, aku masuk saja ke kamarnya."


Tok tok tok...


"Ta, ta, buka pintunya!" Jhon menelfon Tata "Ok" Tata berjalan agak pincang karena kakinya tadi menghantam batuan.


"Kamu kenapa Ta, kok jalanya gitu?" Tanya Jhon khawatir.


"Biar asik aja" Ucap Tata kesal.


"Serius kenapa?" Jhon semakin khawatir.


"Biar lucu aja, Ya sakit donk suamiku. Udah tau jalan susah gini masih aja tanya."


Tata duduk di pinggir ranjangnya.


Saat Tata hendak menaikkan kakinya ke ranjang, Jhon tiba tiba membantunya dengan lembut dan perlahan.


"Kita kerumah sakit ya?"


Tata menarik celana panjangnya sampai ke lutut.


"Udah nih liat" menunjukan balutan perban di kakinya.


"Parah?"


"enggak lecet aja." jawab Tata singkat.


" Siapa tadi yang anterin?" Jhon duduk di sebelah Tata.


"Kak Yogi". Mata Jhon sontak berubah seperti silet yang amat tajam.

__ADS_1


" Biasa aja sih lihatnya, gitu amat. kita bertiga sama salah satu kru". ungkap Tata


"ohh" Api yang membara itu seketika padam dan tenang.


__ADS_2