Lelakiku Introvert

Lelakiku Introvert
8. ketahuan


__ADS_3

📲📲📲📲


"*esmeraldah,, malam ini kita karaoke yuk!"


"kamu beli minuman dan makanan kecilnya maria celeste, oke ganti".


"pesan di terima, oke ganti".


"tempat di persiapkan ganti."


"Ha Ha Ha Ha Ha.. kita menjijikan syekaleee*" ucapku berdiri di dekat pintu.


tut... tut... tut...


kumatikan panggilan dari maria celeste eh maksudku Tara. kak jhon masih berdiri di belakangku dengan melipat tanganya.


jadi apa syaratnya? tanyaku datar.


"besok akan ku beri tau kamu syaratnya oke cil". katanya seraya kembali merebahkan diri dan tidur di sofa.


belum sempat aku keluar, kak yogi sudah berteriak padaku dari samping dan dia berjalan kearahku. rupanya dia akan memasuki ruang rias.


"ayo rias aku lagi, shadingnya kurang". serunya sambil duduk di meja rias.


"huh, lagi? aku ke kamar kecil sebentar ya". tanpa mendengarkanya aku berlari ke kamar kecil.


POV yogi


dasar anak kecil, menahan pip sebentar aja ga bisa..


hemhhh aku kembali memainkan hpku.


dan


Dert...Dert...


"esmeraldah, jangan lupa siapkan sesajiku, ganti" suara perempuan dalam panggilan.


"apa?"


"hallo, apa?"


"sesaji".


Tut.... Tut.... Tut...


ih aneh, hari gini masih mainan sesaji. eh apa tadi, sesaji?


aku harus menyelidiki si anak kecil ini, lihat nanti malam jadwalku kosong. aku akan beraksi. sederet rencanaku dalam hati.


🐞🐞🐞


hemmhh lega.. ucapku selesai dari kamar mandi.


aku berjalan kembali ke ruang rias. dan kulihat kak yogi baru saja meletakkan hpku. aku tidak berfikir negatif akan hal itu, lagian kan hp sudah ku kunci kode.


ku perbaiki riasanya tanpa banyak perbincangan yang terjadi.


samapi kak yogi bertanya hal aneh padaku.


"kamu percaya mistis?" tanyanya.


"iya" jawabku polos.


"kamu suka mistis?". tanyanya semakin membuatku bingung.

__ADS_1


"apasih kak, tanya kayak gitu aku takut tau". jawabku menghentikan pertanyaan selanjutnya.


"JA bangun, ini sesi fotomu! bangun atau ku slepet?" kak yogi menendang nendangkan kakinya ke kaki JA.


wihhh bangunin orangnya barbar juga.


kesian kan sayangku di gitu gituin. pelanan dikit napa?batinku yang meronta ronta mulai berdemo anarkis.


udah kak, biar aku rias dia sambil tidur gini juga bisa kok. kataku untuk menghentikan kejahilan kak yogi


aku membangunkan kak jhon, dengan menempelkan minuman dingin di pipinya.


sontak dia terbangun.


"aa.... anak kecil ini membangunkanku". celotehnya membuatku tertawa geli.


"ayo bangun kita make up dulu". menata alat alat make up.


"sambil duduk ya." pintanya dengan muka yang masih ngantuk.


senyamannya kakak aja kok gimana posisinya. jawabku sambil mulai membersihkan wajahnya dengan lembut.


"hari ini kamu tau apa lagi?" tanyanya menghentikan jariku yang sedang mengoleskan kapas ke wajah yang tampan itu.


"opsso" jawabku singkat


"ga bohong kan?". ungkapnya lagi


"kalaupun ada, aku sudah ambil tindakan". tetap merias dan melanjutkan pekerjaan se bagus mungkin. Tuntutan bersikap profesional, menjadikanku lebih bisa menata emosi saat ini.


meski terkadang godaanku berat saat melihat idolaku sendiri di depan mataku secara dekat. bahkan tangan ku ini sudah biasa dan terampil menjamah wajah tampan itu.


Di setiap sisi kekuranganya aku selalu berusaha sebaik mungkin menutupinya.


kak jhon beranjak dari tempat duduknya dan keluar ke tempat pengambilan gambar.


aku hanya mengamati punggung yang bidang itu sampai meghilang dari pandangan yang terhalang daun pintu.


~malam hari, di rumah Amelita sabina~


suara musik kita kencangkan, kepala kita angguk anggukan. hari ini kita pesta, kita party...


karaoke di mulai dengan sederet Album dari sang idol Jhon Athaa. ini tidak mirip rumah tapi lebih mirip basecamp untuk saat ini.


terlebih di kamar ku, sangat banyak dan tak sulit di temukan barang sejengkal gambar gambar JA.


semua berbaris rapi di dinding. memandangiku saat aku sedang tidur sekalipun.


POV author


Dari luar ada seseorang yang sedang berdiri di depan pintu, sedang seorang lagi mengamati dari balik semak semak.


"hei, kamu ngapain disini?" tanya kak yogi pada jhon yang sudah ada di depan pintu dari tadi.


"ada yang ingin aku bicarakan pada Tata". ucap jhion dengan memasukkan tangannya ke saku celana.


"sama, ayok kita masuk bareng aja. aku pikir kamu tadi siapa". ungkap kak yogi yang sedari tadi mengamati dari semak semak.


mereka berkali kali memencet bel tapi tidak di bukakan. sampai akhirnya jhon mencoba menelfon Tata, Dan tata pun keluar agar tidak bising.


saat tata keluar dan membuka pintu, jhon dan yogi bersama sama menerobos masuk.


POV Tata


hei hei jangan masuk,menarik jaket mereka berdua. tapi aku kalah tenaga, mereka sangat bertenaga.

__ADS_1


jangan, jangan. Gawat ini akan ketahuan aku.kesalku tiada tara.


tarik menarik itu di menangkan oleh 2 orang pria itu, yang tersungkur di depan pintu. Tara yang sedang bernyanyi sontak bengong dan kebingungan.


"ada apa ini?" tanya tara melihat kami bertiga


aku menunduk malu, sedang badanku berada di atas kak jhon dan kak yogi.


"ya... cil, awaskan badanmu" perintah kak yogi dengan muka yang dingin itu.


iya, maaf. aku menunduk malu.


sirna sudah semua harapan dan mimpiku. mungkin aku akan segera dipecat saat mereka tau aku ngefans banget sama mereka.


"whoooahh...... kalian penggemarku?" tanyanya yang penasaran.


iya kak jhon. jawabku pasrah.


"maafkan kami kak" sahut Tara.


"ada syaratnya". kata kak jhon yang memeberiku sedikit harapan untuk pekerjaanku.


apa kak, aku akan berusaha memenuhinya. jawabku antusias.


"jawab pertanyaanku dengan jujur dan penuhi permintaanku" pintanya seperti mafia


"1. kenapa kamu hanya bisa melihat kesialanku aja?" tanya kak jhon.


ga tau. jawabku


"2. apa maksud kalian dengan sesaji?" celetuk kak yogi.


dan di jawab oleh Tara,


"oh jadi tadi yang mengangkat panggilan kamu, Ayo ta, kita keluarkan sesajinya". aku dan Tara mengangkat sebuah box yang berisi album dan koleksi kami tentang JA.


"3. apa motiv kamu bekerja dengan kami, apa kalian fan fanatik yang punya modus?" tanya kak jhon melirik tajam pada ku.


bukan kak bukan sama sekali, aku hanya mencoba membaur dan bertahan hidup.


tolong kak tolong jangan pecat aku. aku merangkul kaki kak yogi.


"tidak aku tidak akan memecatmu, berdiri sekarang." ucapnya nada rendah.


"tapi"


"tapi apa kak, jangan buat aku penasaran." rengekku sambil memegang dan merangkul kaki kak yogi.


"tapi kamu pindah kerja jadi asisten JA, sekaligus make up artis JA" ucapnya membuatku bingung.


apa? bunuh saja aku kak, bunuh saja dan buang aku kerawa rawa. tandasku sambil merengek seperti anak kecil.


kak jhon tertawa melihat tingkahku.


aku tidak akan sanggup mengerjakan dua hal sekaligus.


jawabku putus asa.


"yaudah pecat ajalah kalau ga mau, yang lain banyak kok yang mau posisi ini". tindas kak jhon


aku berlari dan memeluk kakinya seraya memohon. kepalaku berada di lututnya karena dia duduk di sofaku yang pendek ini.


"telfon agensi aja, biar besok udah off" sambung kak yogi.


menangis merengek seperti anak kecil di kaki ayahnya yang menolak kepergian ayahnya.

__ADS_1


__ADS_2