Lelakiku Introvert

Lelakiku Introvert
48. perhatian Aldo


__ADS_3

Jhon masih bertahan dengan rasa kesalnya. Sesaat setelah kepergian keluarga Amel, kak vito manager Jhon menghubunginya perihal pekerjaan. Amel sendiri pun masih sangat sibuk dengan laptopnya.


"Selly, siapkan hellynya segera. 2 jam lagi kita berangkat. Ada rapat darurat di pusat." Perintah Amel kepada Selly.


Di rumah sakit tempat Tara bekerja, lalu lalang orang yang sedang berobat membuatnya pusing kepala. Berbagai macam karekter dan perilaku pasien sudah menjadi lauknya sehari hari.


Saat jam istirahat, Tara berinisiatif untuk menyapa teman sehatinya yang sudah lama tak bersua karena kesibukan masing masing.


Kira kira Amel sedang apa ya? Kepalaku seperti hampir pecah rasanya. Kenapa semua pasien hari ini suka sekali merengek?


"Hallo Esmeraldah" Kata Tara


"Iya maria celeste, kenapa? kamu kangen aku ya?" Jawab Amel menggoda Tara.


"Hhhh tidak! siapa juga yang kangen kamu. Sudah pasti aku kalah saing dengan Jhon Atha yang sedang ada di pangkuanmu." Ucap Tara.


"Dari mana kau tau?" Tanya Amel penasaran.


" Hei, jauhkan headsetmu dari dadamu aku bisa mendengarkan dua nafas yang saling beradu."


"Ah benarkah? kau memang benar benar penggemar setianya. Sampai nafasnya pun kau tau nadanya. Hahahaha!" Amel tertawa.


Benar saja saat Tara menelfon memang Jhon sedang ada di pangkuan Amel dengan bantal sofa yang ada di atas paha Amel. Menjadikan kepala Jhon lurus menghadap dada Amel, sedang mic earphon amel berada di atas dada amel.


Jhon mengambil salah satu earphon Amel dan memakainya. Jhon pin ikut bergabung bersama mereka.


"Jauhakan micnya dari dekat Jhon mel, aku jadi tidak focus." cletuk Tara yang tidak mengetahui jika Jhon juga ikut mendengarkanya.


"Kenapa, hei aku sudah menjadi suami temanmu ya. Masa iya kamu masih ngefans sama aku?" Ketus Jhon.


"Ihhh salah paham nih. Aku udah ga ngefans lagi ya sama kamu. Udah ganti haluan." Jawab Tara sewot.


"Siapa? " Tanya Amel penasaran.


"Halah, paling juga yogi. ya jelas lah ngefans udah ciuman." ucap Jhon ngawur.


"Esmeraldah, suruh Suamimu itu menjauh dari ranah perumpian kita. Dia membuat semua ini jadi membosankan." Nada suara Tara terlihat kesal.


"Baiklah."


Amel melepas earphon yang ada di telinga Jhon dan mengecup Bibir jhon. Kecupan itu jelas terdengar di telinga Tara. Tara yang mendengar itu sontak berteriak.


"Cup" suara kecupan.

__ADS_1


"Hei kalian! Apa itu tadi? huh, jangan lakukan itu di hadapanku. Kalian hanya bertukar bakteri saja." Tara mengoceh kesal.


"Hahahaha maaf maaf, dia hanya sedikit manja jadi aku memberinya sebuah kecupan tutup mulut." Amel tertawa sambil mengusap usap lembut rambut Jhon yang masih di pangkunya.


"Aish, sudah sana lanjutkan sesuka kalian. Jiwa lajangku meronta ronta dan berdemo anarkis akibat ulah kalian!" Tara menutup panggilanya.


Waktu keberangkatan pun tiba Selly sudah datang menjemput dan menunggu di depan pintu apartmen Amel. Ada sesosok lelaki yang juga hendak mengetuk pintu Apartmen Amel.


"Anda siapa?" Tanya selly


"Aku Aldo, kamu?" Aldo melihat penampilan Selly dengan setelan kerja.


"Aku asisten nona Amel." Jawab singkat Selly.


"Kenalkan, Aku Aldo temanya Amel." Jawab Aldo sembari menjabat tangan Selly.


"Aku Selly"


Mereka berjabatan dan selly mengangguk seperti memberikan balasan rasa hormat. Amel keluar dengan koper dan Jhon yang berdiri di belakangnya.Jhon menggernyitkan dahi melihat ada Aldo di depan pintu.


"Aldo?" Tanya Amel heran.


"Amel, kau akan pergi? Aku hanya ingin memberikan ini, sekalian lewat tadi. Ini kesukaanmu kan?"Aldo memberikan sekotak jelly gummy bear.


"Aku juga suka." Jhon langsung memakan Jelly itu sambil berjalan mendahului mereka.


Amel hanya bisa terdiam dan kehabisan kata dengan prilaku Jhon. Amel terlihat sangat kaku setelah itu. Aldo memulai percakapan dengan menepuk pundak Amel perlahan.


"Rupanya, dia juga suka? Baiklah, lain kali aku akan membeli yang lebih banyak untuk kalian." Ucap Aldo di iringi dengan senyum yang tulus.


Aldo, kau masih sama. Lelaki baik, ramah dan penyabar. Hhhh tapi maaf hanya ibuku yang mengidolakanmu.


"Heheheh iya," Amel tertawa garing.


"Nona mari kita segera berangkat, Helly kita sudah menunggu." Ucap Selly mengingatkan Amel.


"Aldo, maaf. Aku ada urusan tidak bisa berbincang lama denganmu. Kita sambung lain waktu ya."


"Oh, oke. Ga apa apa kok. santai aja."


"Jelly bear tadi sebenarnya ibu yang membelinya dan menyuruhku untuk memberikanya padamu." ucap Aldo jujur.


Sudah kuduga, pasti ibu yang menyutradai setiap gerakan Aldo.

__ADS_1


"Hahaha, tak apa. bilang padanya Aku sangat suka." Ucap Amel sambil berjalan menuju mobil.


Tanpa Amel duga, Aldo berjalan mendahului Amel dan membukakan pintu mobil untuk Amel. Tangan Aldo memegang bagian atas rambut Amel saat Amel menunduk memasuki mobil.


Jhon yang melihat bagian per adegan dari setiap gerakan Amel dan Aldo seperti menahan amarah. Wajahnya memerah dan giginya gemertak.


*Hei kau si buta. Apa matamu tak melihat mahluk Tuhan yang tampan ini adalah suami gadis cilik ini huh? Sok perhatian sekali.


Salahku juga, Ah kenapa jadi rumit begini*.


Jhon memutar bola matanya malas dan mengalihkan pandangan. Jhon menatap keluar jendela. Suasana menjadi sangat kaku dan dingin. Tidak ada obrolan Jhon dan Amel hanya saling menatap sesaat lalu membuang pandangan.


Hanya percakapan dalam hati yang terjadi.


Pasti dia marah, Aku harus gimana? Aldo kau muncul bukan pada waktunya. Harus seperti apa aku merayunya? Baju kesayangan Jhon pun masih menjadi lap. Aku harus bagaimana Tuhan? Bantu Aku Tuhan.


Amel mencolek pinggang Jhon bermaksud untuk menggodanya dan meminta maaf. Jhon menggeser pinggangnya seperti tidak mau di sentuh. Selly yang duduk di depan hanya bisa mengamati yang terjadi itu sekilah melalui kaca spion dalam.


Marahan nih ye..


Amel tanpa basa basi langsung merangkul Jhon dari belakang. Jhon hanya diam tanpa bisa menolak, tapi masih dengan kemarahan dalam dirinya.


"im sorry." Ucap Amel


Jhon tak menjawab masih dengan kemarahan yang mengusainya.


"Hhh ya sudah memang ga pantas untuk di maafkan. Ak kemudikan secepat mungkin. Aku ingin kita segera pergi." Ucap Amel yang mulai cemberut.


"Cepetan pak" Perintah Selly pada si supir.


"Pak, aku turun di depan." Cletuk Jhon tiba tiba.


Entah apa yang ada di dalam pikiran Jhon hanya dia yang tau.


"Baik pak." Jawab supir.


Jhon turun dari mobil tanpa berbicara ataupun melihat Amel barang sekilas. Sepertinya kemarahan Jhon kali ini benar benar memuncak. Melihat istrinya mendapat perhatian dari laki laki lain di depan matanya.


sebuah pesan masuk di ponsel Jhon.


*Aku akan pergi, dan kau tak memberiku pelukan atau ciuman? Bagus, jangan menyesal untuk ini.


I Love you my husband.*

__ADS_1


__ADS_2