
Aku sengaja datang kembali hari ini. Hari dimana Aku akan menampakkan diri pada semua, menunjukkan siapa Aku yang sebenarnya.
Berjalan berlalu melewati Dia, Dia yang dulu pernah menempati relung hati ini. Sekarang dia sudah bersama dengan calon istrinya dan janin yang ada dalam kandungannya.
"Jhon, apa kabarmu? " Tatap mataku sekilas saat melihatnya bertanya dalam bahasa mata.
Jhon mengangguk membalas tanyaku yang tak bersuara, seolah menjawab tanyaku.
"Ya aku baik baik saja."
Tak seberapa tapi cukup untuk membuatku merasa lega.
"Hai." Sapaku pada Yogi yang sudah menungguku sedari tadi.
"Kau semakin lama semakin cantik Ta." Pujianya serasa manis seperti gula, tapi maaf aku tak suka gula.
"Makasih, Ini kak makan siangnya."
"Eh kemana aja selama ini? " Tanya Yogi yang bingung dengan menghilangnya aku beberapa waktu ini.
"Sibuk donk, namanya juga orang kaya." Cletuk kak vito yang membuatku tersenyum getir.
Meski aku adalah pemilik dari beberapa resort, hotel, dan perusahaan kosmetik terkenal di Negri ini, Aku ingin mereka semua tetap biasa saja padaku.
"Cerita dong, kenapa kamu tiba tiba berubah gini!" Yogi menatapku serius sambil mengunyah makanan yang kubawakan.
"hhmm, Kakek ku yang sudah tua dan merasa sudah tak mampu memimpin lagi kak. Ayah tak mau meneruskan, terpaksa aku yang ditumbalkan." Ceritaku singkat.
Yogi Mengangguk, menandakan dia sangat paham dengan apa yang sedang kujalani saat ini. Bagaimana tidak, beberpa hari ini aku sangat sibuk menggelar konfrensi pers, mengadakan beberapa pertemuan penting pemegang saham. Dan semua itu tak lepas dari media massa yang terus meliput segala kegiatanku.
Sesaat Elsa melihatku penuh dengan kebencian mengingat dulu kami pernah bersaing untuk mendapatkan Jhon.
Aku sengaja merusak suasana hatinya. Dengan tersenyum padanya meski tak mendapatkan balasan yang menyenangkan.
"Aku mau ngasih ini"
Aku memberikan undangan peresmian resort baruku.
"Karena ini kak, aku sampai tak punya waktu untuk bermain bersama kalian lagi."
__ADS_1
"Datang ya," Lanjutku sembari membagikan undangan pada kak yogi dan seluruh tim dan kru.
"Yang tidak mendapatkan undangan, harap menghubungi kak vito. Untuk akomodasi semua sudah tertanggung ya, kalian cukup meluangkan waktu. "
"Terimakasih" Aku kembali duduk dan melanjutkan perbincangan dengan Kak yogi.
Pov author
Disisi lain Perhatian Jhon tertuju pada secarik naskah yang dipegangnya. Sementara itu Elsa terus saja mengkritik dan mencibir Tata. Sangat jelas Elsa membenci Tata mati matian.
"Sudah, hentikan. kendalikan emosimu, itu tak baik untuk kehamilanmu." ketus Jhon karena muak mendengar ocehan calon istrinya itu.
Elsa terdiam mendengar ucapan Jhon yang terdengar seperti bentuk perhatian. Padahal sebenarnya itu hanyalah untuk membuat mulut Elsa berhenti bicara buruk tentang Tata.
"Ta, kenapa kamu sekarang jadi seperti ini?" Jhon masih tak menduga jika mantan istrinya akan sangat berbeda dengan dirinya yang dulu.
Pov Author
Batin Jhon masih sangat mencintai Tata, namun Keadaan sangat tak mendukung mereka. Disatu sisi Jhon memikirkan mantan Istri yang masih dia cintai, Tapi disisi lain ada darah daging yang membutuhkan sosok Ayah saat dia lahir nanti.
Tata meminta izin untuk pergi ketoilet. Tak lama dari itu Jhon pun pergi ketoilet, sementara Elsa masih sibuk dengan panggilan di ponselnya. Dan Yogi masih melanjutkan makan siangnya.
Tata sedang mencuci tangan di wastafel, tiba tiba Jhon masuk dan berdiri di samping Tata. Jhon diam dan menatap Tata dengan serius. Tata sontak terperanjat kaget dengan kehadiran Jhon di sampingnya.
"Aishhh.... mengagetkanku saja. kebetulan kau kesini aku ingin mengembalikan ini." Tata mengembalikan cincin pernikahan yang dulu pernah melingkar di jari manisnya.
"Biarkan, simpan itu sebagai kenang kenangan indah dariku." Ucap Jhon serius sambil memasukkan kedua tangganya kesaku celana.
Suasana itu sangat canggung, mereka pernah menjalin kasih tanpa ada orang lain yang tau. Sebenarnya Tata sangat gugup, ini kali pertama Tata bertemu dengan Jhon lagi setelah pertengkaran malam itu.
"Kapan tanggal pernikahanmu? jangan lupa undang aku." Ucap Tata tanpa berfikir panjang sambil kembali memakai lipstiknya.
Jhon hanya menggeleng dan menyeringai kecil.
"Secepat itu kau melupakan ku huh?" Tanya Jhon serius.
"Aku harus cepat karena kau juga secepatnya akan menikahi Elsa." Jawab Tata membuat Jhon tertunduk lesu.
Derap langkah kaki dan tawa cekikikan dari beberapa orang terdengar mengarah menuju toilet. Tata sangat kebingungan, Jika dia keluar sekarang maka orang orang itu akan tau jika dia bersama Jhon di dalam toilet. Tanpa berfikir panjang dan banyak bicara, Jhon menarik Tata masuk kedalam Toilet.
__ADS_1
Jhon duduk diatas closet sedang Tata ditariknya hingga duduk diatas pangkuan Jhon.
"Jangan terlalu menempel padaku ah." Tata menolak Jhon yang menarik tubuhnya hingga terlalu dekat.
"Lantas mau bagaimana? kamu mau kita ketahuan?" Tandas Jhon berbisik tepat di telinga Tata.
"Cepatlah lupakan aku sebelum hari pernikahanmu." Bisik Tata sedih
"Tidak, aku tidak akan dan tidak pernah bisa melupakanmu. Kamu istri pertamaku, akubakan tetap memberitahukan tentang pernikahan kita pada Elsa nantinya." bisikan dari Kata kata Jhon sekejap mampu menyihir Tata kembali pada diri Tata yang dulu, Tata yang lemah dan gampang menangis.
Air mata Tata jatuh menetes mengenai tangan Jhon yang sedari tadi masuk terus memeluk pinggang yang ramping itu.
"Kenapa kau memotong rambutmu dan merubah panampilanmu? apa ini juga termasuk caramu untuk melupakanku?" Tanya jhon berbisik yang penasaran semakin membuat Tata menagis tanpa suara.
Tata hanya mengangguk perlahan.
"Maafkan aku yang telah menyakitimu, aku ingin menjadi yang terbaik bagimu. Tapi semuanya rusak karena kebodohanku." Ucap Jhon menyesal akan apa yang telah dilakukanya berhasil merusak rumahtangga mereka berdua.
Hembusan nafas Jhon tepat mengenai leher Tata, itu membuat Tata susah menahan diri dari ingatan masa lalu disaat mereka berdua menikmati masa romantis bersama. Tata memutar badanya dan kini dia menghadap samping dan tidak membelakangi Jhon lagi.
"Aku sudah memaafkanmu. Bila memang dia adalah pilihanmu maka aku rela." Bisik Tata yang berderai air mata sambil menatap wajah mantan suaminya.
"Izinkan aku memelukmu, Setidaknya perpisahan kita tetjadi dengan baik baik." Jhon mengusap air mata Tata yang terjatuh di pipi.
"Biarkan aku menciummu sebagai salam perpisahan kita." Ucap Tata dengan wajah sendunya.
Tanpa membalas pertanyaan Tata Jhon seketika tak bisa menahan hasrat dan mencium Tata penuh gairah. Keduanya melakukanya sebagi salam perpisahan sebelum melanjutkan kehidupan masing masing. Jhon tak bisa menahan nafsunya lagi, ditambah dengan penampilan Tata kali ini semakin menambah gairah jhon semakin membuncah.
Tata mendorong Jhon, Tata kehabisan nafas dan merasakan ada yang lain tepat dibawah pantannya dimana dia duduk diatas pengkuan Jhon.
"Berhentilah, jangan teruskan lagi. kau semakin tak terkendali, kendalikan dirimu!" Bisik Tata ditelinga Jhon. Tata kemudian merapikan bajunya dan rambutnya yang berantakan dan memberikan amplop coklat kepada Jhon.
"Jangan lupa tandatangani ini." Ucap tata berbisik dan meninggalkan kecupan manis dipipi Jhon.
Tata merapikan roknya yang semakin naik kepaha dan berjalan keluar melenggang seperti tidak ada yang terjadi. Jhon yang merasa kesal dengan sikap Tata meluapkan amarah dengan berteriak dan menendang pembatas toilet.
Ciuman yang diberikan Tata semakin membuat Jhon teringat akan Tata, dan itu berarti Tata sukses dengan misinya.
"Lihat tak lama lagi kau akan sering menghubungiku Jhon." Gumam Tata sambil tersenyum licik saat melewati Elsa yang tengah duduk dengan membaca undangan pesta yang dibagikan oleh kru.
__ADS_1
"Kau akan semakin kecanduan dan terus mencariku!"