
"Apa mereka sekarang tengah menjalin hubungan?"
"Ah tidak aku harus segera memastikannya"
Jhon menjadi sangat gusar setelah melihat postingan Tata dan Yogi.
Jhon memilih mendatangi Resort tempat Tata menginap malam itu juga. Jhon memacu mobilnya kencang butuh waktu satu jam untuk sampai ke Resort.
Ketidak percayaan dan kecemburuan menggelayuti pikiranya. Mengingat Elsa yang pernah menghianatinya dan sekarang Tata juga akankah mereka melakukan hal yang sama?
****
"Aku tidak bisa tidur, Aku ingin bercerita. Ku tunggu Kau di kamarmu." Isi pesan Tara.
Tata tersenyum senyum sendiri membaca pesan Tara. Yogi yang melihatnya menjadi sangat penasaran.
"Siapa?" Yogi bertanya sambil merapikan rambutnya dengan jari.
"Wanita yang sudah kau renggut ciuman pertamanya, nampaknya dia akan begadang malam ini." Tata menatap laut dan menyimpan ponselnya di kantung celana.
"Ah, sudahlah. Kau pergi sana temani saja sahabatmu." Ucap Yogi sambil memanikan kakinya di pasir.
"Baiklah kak, Aku akan menemani si korban." Tata meledek Jhon lagi sambil berlari kembali menuju kamarnya.
Yogi yang merasa kesal akan sikap Tata lantas berteriak kuat kearah Tata.
"Aku korbanya!!"
Selepas kepergian Tata Yogi masih saja berbicara sendiri, mengingat lagi saat mereka berciuman.
"Ah aku akan gila hanya dengan satu ciuman ini." Menggelengkan kepala dan mengusap wajah dengan kedua tanganya.
***
"Bodohnya Aku, sekarang bagaimana?" Tara bertanya pada Tata dengan bingungnya.
Tata hanya duduk di sofa dekat jendela yang menghadap ke laut. Melihat birunya laut ditrmani seorang teman yang menambah riuh bising suasana. Tata lantas menatap Tara serius dan menghela nafasnya.
"Memangnya kenapa kalau kalian berciuman?
itu tidak akan membunuhmu Tara, Yogi itu bukan sumber penyakit." Ucap Tata pada Tara yang masih memikirkan perihal ciuman pertamanya.
Tara meremas remas jarinya dan menggigit gigit bibirnya perlahan. Sesekali mengusap rambutnya sambil terus berjalan kesana kemari membuat Tara semakin ingin meghentikan langkah Tara.
"Hei, tenanglah! Itu juga yang pertama bagi Yogi. Jadi kalian impas, yang pertama untuk yang pertama." Cletuk Tata ngawur.
"Benarkah?" Tara berlari kecil menghampiri dan duduk disamping Tata. Matanya membulat seperti penasaran dan antusias akan jawaban yang akan di dengarkanya.
Tata mengangguk perlahan dan merebahkan dirinya kesofa menaikkan kakinya kepangkuan Tara.
"Iya, aku baru saja tadi mendengarkan segala kegundahanya. Dia juga tak bisa tidur, sama sepertimu. Aku pikir kalian Cocok." Ucap Tata yang menarik erat tali hoodienya sehingga matanya tertutup oleh kupluknya.
Tara masih dengan perasaan yang sama merasa malu untuk bertemu dengan Yogi besok.
"Tau tidak, aku hanya merasa sangat malu jika besok di pesta harus bertemu dengannya." Ucap Tara gelisah.
"Jangan berlebihan ah, Biasa saja. Aku rasa dia yang seharusnya merasa kehilanagan, bukanya Kau. Di luar sana banyak wanita berjejer menginginkan hal yang sudah Kau dapatkan secara cuma cuma itu." ujar Tata pada Tara yang memijit mijit kakinya karena kegelisahanya.
__ADS_1
"Kau benar. Tapi kenapa kali ini Aku hanya merasa malu dan bukan merasa kehilangan atau bahkan jijik seperti saat saat sebelumnya. Dulu saat mantan mantanku memintanya, aku sudah jijik dan menolaknya. Memilih putus dan mengakhiri hubungan dari pada harus berciuman." Ucap Tara yang membuat Tata tersenyum geli.
"Kenapa ada manusia seperti kita? Kamu senang bergaul tapi Jijik pada sebuah ciuman. Sedang aku tak suka bergaul tapi sangat menyukai kegiatan itu." Jawab Tata membuat Tara kesal karena telah meledeknya.
"Mungkin Dia jodohmu, sebab kamu bisa berciuman dengan Dia." Tata memiringkan badanya masih dengan kaki yang bertumpu diatas pangkuan Tara.
Tara mengusap usap rambutnya sembari memainkanya. Memikirkan apa yang sudah Tata ucapkan membuat Tara menelaah lebih dalam lagi.
Terdengar derap langkah kaki yang berhenti di depan pintu lamar Tata.
Tok tok tok
"Masuklah" sahut Tata santai.
"Permisi Bu, ." Ucap Selly belum selesai dengan laporanya yang sudah disusul dengan Jhon yang menerobos masuk dengan wajah penuh emosi dan tanpa bersuara.
Tata masih tak melihatnya karena masih berbaring dengan wajah yang tertutup hoodie. Tara menepuk nepuk kaki Tata perlahan memberi isyarat jika ada yang datang. Namun Tata mengabaikanya mengira itu hanya Selly.
Tara menepuk nepuk kaki Tata lagi Tapi Tata malah mengoceh pada Tara.
"Yang bener dong, yang kuat sedikit kakiku lelah sekali hari ini. Tidak ada yang geratis maria celeste, untuk curhatanmu yang sudah mengganggu jam malamku ini." Tata menggerak gerakan kakinya di pangkuan Tara.
Merasa sebal dengan Tata yang tak merespon kode darinya Tara lantas mencubit kuat kaki Tata. Tata sontak terbangun kesakitan dengan wajah meringis dan membuka hoodie yang menutup matanya.
Rambut Tata berantakan dengan wajah yang tanpa makeup, dan terlihat sedikit pucat karena kelelahan. Tata merapikan rambutnya dan menatap tajam Tara. Tara yang gemas dengan lambanya respon Tata lantas memegang kepala Tata dan memutarnya menghadap Jhon dan Selly yang masih berdiri di depan pintu.
Selly membungkukkan badanya dan meminta ijin pergi.
"Saya permisi bu"
"Tunggu! bawakan aku minuman ya, jangan kopi, teh atau minuman beralkohol." ucap Tata.
Tara tersenyum melihat pasangan yang sedang dirundung aura negatif itu.
"Ayo kemarilah kita duduk dulu" Tata menarik lengan Jhon.
"Kenapa dengan wajahmu? kusut sekali." Ucap Tara melihat wajah Jhon.
"Kenapa kesini? bukanya istirahat di Hotel, hum?" menghentikan langkahnya dan menatap lembut Jhon.
"Apa maksudnya ini?" Jhon Memberikan ponsel pada Tata dan memperlihatkan foto yang di up oleh yogi.
Tata masih tidak mengerti dan bertanya apda Jhon.
"Ini gambar, lalu apa?" Tata polos masih tidak mengerti sama sekali.
Jhon menjelaskan semuanya secara rinci pada Tata. Mendengar penjelasan Jhon, Membuat Tata dan Tara tertawa bersama.
"Oh, jadi kamu cemburu? tidak percaya padaku? meragukanku?" Ucap Tata menatap manja Jhon dan merangkul pinggang lelakinya itu.
"Uuh... jadi begini seorang Jhon Athaa jika cemburu?" Tara meledek Jhon.
Masih dengan muka kesalnya Jhon menatap tajam Tata dan Tara yang masih tertawa.
"Akan aku jelaskan, ayo kesini duduk dulu" Tata menggiring Jhon kesofa.
"Jadi, tadi itu ada sebuah kejadian yang tidak terduga. Ada seorang anak gadis yang kehilangan ciuman pertamanya yang tak sengaja diambil oleh seorang pemuda tampan nan gagah berani." Tata terdengar seperti mendongeng membuat Jhon semakin kesal dan melipat tanganya ke dada.
__ADS_1
"Oke oke Aku akan memperjelas secara singkat." Tata menahan tawa
"Tara dan Yogi tadi berciuman di depan umum." Jawab Tata singkat sambil bersandar di sofa.
"Lalu apa hubunganya denganmu, dan foto itu?" Tanya Jhon serius.
"Permisi bu" Suara orang di balik pintu menjadi jeda pembicaraan mereka.
Tara membuka pintu dan mengambil minuman yang di pesan Tata. Pelayan yang mengahantarkan minuman pergi dan mereka melanjutkan kembalinobrolan serius mereka.
"Itu yang pertama buat mereka sayang, dan aku juga ada di sana menyaksikanya. Kebetulan tadi setelah kita VC aku terbangun dan susah untuk tidur lagi. Saat aku keluar aku bertemu dengan Kak Yogi. Dia mengadu soal ciuman pertamanya yang hilang. Dan foto itu, itu hanya kebetulan saja, Aku hanya iseng ingin mengupload gambar. Tak tau juga jika akan kompak. Setelah mendengar curahan hatinya ada anak gadis ini yang mengajakku mendengarkan Curahan hatinya juga." Tata menenggak minumanya.
Tara mengangguk mengiyakan apa yang dikatakan sahabatnya.
"Jadi kau tak usah cemburu buta Jhon, Tata itu adalah tipe setia. Jangankan saat kau sudah menjadi pacarnya, dulu waktu kalian bukan apa apa pun dihatinya hanya ada kamu." Tara menunjuk Jhon dengan ledekannya.
Tata merasa malu dan melempar Tara dengan bantal sofa.
"Hhhhh, sudahlah aku tak mau menjadi pengusir nyamuk untuk kalian berdua." Tara berdiri dan mengambil sebotol minuman kaleng dan bergegas keluar kamar.
Saat Tara hendak membuka pintu ada Elsa di depan pintu membuat Tara terperanjat kaget dan berdiri mematung di depan pintu. Elsa lalu mendorong Tara dan menerobos masuk.
"Oh, jadi benar dugaanku selama ini. Kau berselingkuh denganya di belakangku huh?" Elsa membentak Jhon.
"Sejak kapan huh, katakan!" Elsa terus mendesak Jhon untuk berkata jujur.
Jhon terpancing emosi dan hendak mengatakan semuanya namun Tata meremas lenganya dan berdiri di hadapan Elsa hingga Jhon terhalang oleh Tata.
"Kau salah paham Elsa, ini tidak seperti yang kau fikirkan. Lihat kami disini bertiga, ada urusan pekerjaan yang sedang kami bicarakan." Tata mencoba menutupi semuanya dengan tenang.
"Kau pandai berkilah!" Elsa membentak Tata.
"Kau tidak mempercayaiku kan, baik akan ku berikan buktinya." Ucap Tata santai.
Dari setiap kesalahan yang pernah dilakoninya Tata selalu belajar akan kekurangan dan kecerobohanya membuat Dia lebih berhati hati dalam menyikapi keadaan dan lebih bersikap dewasa.
Jhon hanya bisa terdiam mencoba menahan emosinya menatap Elsa yang terus saja berlagak sok suci dan benar di hadapan mereka semua. Tara masih berdiri terdiam di depan pintu.
"Selly tolong antarkan kontrak kerja yang baru saja di tandatangani oleh Tuan Jhon kesini ya, secepatnya Aku tunggu." perintah Tata pada Selly melalui ponselnya.
Tak selang beberapa lama Selly masuk dengan membawa berkas perjanjian kerja antara Tata dan Jhon yang sudah di tanda tangani oleh Jhon.
"Berikan pada Nona Elsa biar dia memahaminya." Ucap Tata smabil duduk dan menenggak minuman yang masih di genggamnya sedari tadi.
Jhon menatap heran pada Tata yang terlihat santai. Jhon mengerutkan dahinya merasa tidak pernah menandatangani kontrak kerja dengan Tata.Tara kemudian kembali duduk di samping Tata. Tatap mata Tara seperti bertanya "Kapan kau merencanakan semua ini?"
Di balas senyuman kecil yang menyeringai di ujung bibir Tata. Melihat itu Jhon menjadi sedikit tenang. Jhon merasa lega katena Tata sudah menyiapkan sebuah kontrak aplsu untuk mengelabuhi Elsa dan mempermudah mereka untuk saling bertemu. Jhon kembali duduk di sofa dengan jarak yang agak berjauhan dengan Tata.
Elsa tak bisa berbicara barang sepatah katapun setelah melihat kontrak kerja yang dibacanya. Pandanganya tertunduk dan meminta maaf pada Tata akan apa yang sudah dilakukanya.
"Kau sudah paham sekarang?" Tata memandang tajam Elsa dan mulai berdiri menghampiri Elsa, memasukkan tanganya kekantung celana dengan santainya.
"Jangan bertindak ceroboh dalam melawanku, karena itu akan menjatuhkanmu." Bisik Tata dan berlalu meninggalkan Elsa yang masih menunduk tak bergeming.
Tata berdiri di depan pintu dan memegang satu gagang pintu dan menggerakkan tangannya mengisyaratkan Elsa dan jhon untuk segera keluar.
"Bila sudah tidak ada hal penting lagi silahkan Tuan dan Nona meninggalkan ruangan ini. Jam istirahatku sudah banyak tersita." Tata mengarahkan tanganya mempersilahakan keluar Elsa dan Jhon.
__ADS_1
Elsa merangkul Jhon dan mengajaknya keluar jhon sedikit menolak tapi itu tak berpengaruh pada rengkuhan Elsa. Tatapan mata Jhon pada Tata saat melewati pintu dan beranjak pergi seolah berkata, "Maafkan aku."
"Sampai kapan kau akan kuat dengan semua ini? Mereka akan segera menikah."