Lelakiku Introvert

Lelakiku Introvert
28. Elsa Hamil


__ADS_3

Terlihat panggilan berkali kali pada ponsel Jhon. Tertera nama Elsa disana, Jhon hanya mengabaikanya saja seperti sudah tidak ada rasa yang tersimpan untuk Elsa.


Namun semua itu seperti runtuh seketika saat Jhon membaca satu pesan dari Elsa.


pesan: Sayang, kenapa tak menganggkat panggilanku?


aku mencarimu dari kemarin, hanya kamu dan asisatenmu yang belum pulang.


Aku hanya ingin bilang jika AKU HAMIL.


Isi pesan itu sungguh membuat Jhon langsung menjadi pucat dan hanya terdiam di sudut kamar Tata. Tata yang melihat perubahan itu langsung mengetahuinya karena mereka 2 sosok introvert yang sama.


Tata menghampiri dan duduk di samping Jhon meski dengan sangat kesusahan dengan kaki yang masih tak bisa di tekuk.


"Ada apa?" Tata bertanya serius pada Suaminya yang masih menunduk memegang keningnya.


Jhon tak bisa menjawab sama sekali, Dia merasa sangat buruk dihadapan Istrinya. Bagaimana dia bisa melakukan hal bodoh semacam itu pada wanita yang belum dinikahinya. Penyesalan itu sangat lekat pada raut wajah Jhon.


"Baiklah jika kamu belum mau menjawabnya aku bisa mengerti"


Tata mengusap lembut rambut Jhon.


Jhon melihat Tata, Sosok penyayang dan penyabar yang sederhana.


"Apa yang terjadi bila kau tau yang sesungguhnya terjadi? Apakah kau akan terus setia disampingku? " Tanya Jhon pada dirinya sendiri.


Jhon hanya terdiam dan menatap jendela, menatap bulan yang bersinar terang nan elok. Memikirkan tentang apa yang akan dilakukan olehnya esok hari.


"Maaf, setelah bertemu dengan ku hidupmu menjadi serumit ini. Maafkanlah sikap kasar Ibu ya, seperti inilah keluarga kami. Kamu harus mulai membisakan diri menerima ini. " Ucap Tata memberikan penjelasanya pada Jhon sembari mengusap hangat jari jemari Jhon.


Tata kemudian berdiri, beranjak dari tempat duduknya dan merebahkan dirinya ke ranjang tidurnya yang tak terlalu lebar itu. Tata sengaja memberikan ruang untuk Suaminya agar bisa sendiri dan mengumpulkan energi. Tata hanya butuh memutar lagu dan memasang earphone ke telinganya untuk mengisi daya pada dirinya sendiri.


Jhon menatap Istrinya yang tengah tertidur dengan musik yang masih mengalun di telinga nya. Jhon berdiri dan menghampiri Istrinya mengusap lembut dan mencium kening Tata perlahan.


"Maafkanlah aku sayang. ini pasti akan menyakitkanmu."


*****


Beberapa hari sudah berlalu, tapi Jhon selalu menghindar dari Tata dan menarik diri dari Tata. Hubungan mereka menjadi sangat dingin dan canggung. Terlebih di lokasi syuting, hampir tidak ada perbincangan antar keduanya.


"Kak kau mau kopi?" Tata menawarkan secangkir kopi pada Jhon, tetapi tidak mendapatkan jawaban yang menyenangkan, Jhon hanya sekedar menggelengkan kepalanya.


"Apa yang salah?" Tata menerka nerka di dalam hatinya. Mengerutkan dahi dan bergumam sendirian.


Datanglah Yogi yang mengakhiri suasana yang dingin itu. Yogi datang dengan senyuman yang bisa membuat orang lain ikut terbawa aura kebahagiaannya.


Sepulang dari rumah orang tua Tata, Jhon memutuskan untuk memberhentikan Tata sebagai Asisten dan penatariasnya dengan alasan itu akan sangat melelahkan bagi Tata dan membuat hubungan mereka mudah terbongkar. Tata menerima keputusan Jhon dengan suka rela. Dan sekarang Tata hanya bekerja pada Yogi.


"Bahagia banget hari ini?". Tata bertanya pada Yogi yang berjalan mendekatinya dan duduk tepat di depannya.

__ADS_1


Jhon berada tak jauh dari Tata dan Yogi namun tidak ada sesuatu yang berarti, Jhon hanya duduk diam sambil membaca majalah fashion.


"Kasih tau ga ya?" Jawab Yogi menggoda Tata.


"Apasih" Mulai merias Yogi dengan santai.


"Happy birtday Tata!"


Yogi memberikan sebuah kotak kecil pada Tata. Dengan senyuman yang merekah di pipi, Tata membuka kado dari Yogi. Sekilas Tata melihat kearah Jhon yang sedari tadi terus bersikap acuh Pandanya.


"Sini kupakaikan. " Ucap Yogi meraih tangan halus nan putih Tata dan memakaikan gelang.


"Terimakasih kakak, Kakak orang kedua yang ingat hari ulang tahunku setelah kedua orangtua ku. " Ucap Tata sembari tersenyum bahagia. Tangan Yogi masih lekat memegang tangan Tata yang baru saja dipakaikan gelang olehnya.


Tata melihat kearah Jhon yang tetap acuh kepadanya. Sememtara Yogi yang masih tersenyum menatap gelang yang sudah terpasang manis di tangan yang cantik itu, Masih berada di depan Tata.


"Ta,"


"Iya apa kak?" Sahut Tata menjawab pertanyaan dari Yogi.


"Aku tidak perduli kau akan menolak atau menerima ini, aku sudah tak bisa memendam perasaan ini lebih lama lagi. Siang malam aku selalu memikirkan hal ini, jika kau menolaknya, tetaplah bekerja padaku seperti biasa. Dan jika kau menerimanya aku akan membawamu kejenjang yang lebih serius. "


"Aku mencintaimu Tata. " Ucap Yogi dihadapan Tata. Tata yang gugup seketika membekap mulut Yogi dengan tangannya.


Seperti tethantam benda keras di kepala Jhon mendengar istrinya mendapatkan pernyataan cinta dari seseorang yang sudah di anggapnya sebagai kakak.


Tangan Jhon mengepal, dan giginya menggertak. Jhon mencoba menahan emosi dan menenangkan diri sendiri. Jhon tetap berada di posisinya dan duduk santai, meskipun sebenarnya hatinya sudah koyak.


"Bisakah, kita berteman seperti biasa?" Tanya Tata pada wajah yang kecewa dengan ucapannya tadi.


"Bisa, kita bisa berteman seperti biasa. Aku menghargai kesetiaanmu pada pacarmu." Yogi memasang senyum palsunya dan kembali duduk untuk melanjutkan riasanya yang belum terselesaikan oleh Tata.


Jhon menghela nafas panjangnya. Sepertinya dia sangat merasa lega.


****


ting tung.... ting... tung....


Sudah lewat larut malam, ini bukan waktu yang tepat untuk berkunjung. Tapi, Tata sudah tak bisa lebih lama lagi menahan sejuta tanya di dalam benaknya.


Beberapa hari ini, Jhon tidak seperti biasanya. Jhon tidak lagi mengirim pesan atau bahkan menelfon Tata, Jhon sangat mengacuhkan Tata.


Cegleek...


Jhon membuka pintu dengan wajah yang kusut, seisi apartemen sama sekali tidak tertata rapi. Wajah Jhon seperti terkejut melihat istrinya berdiri di depan pintu.


Tanpa dipersilahkan, Tata langsung masuk dan menempatkan bokongnya di sofa.


"Katakan kenapa beberapa hari ini kau menjauhiku?" Tata langsung bertanya dengan nada tinggi.

__ADS_1


Sudah cukup Tata selama beberapa hari ini menahan semuanya sendirian. Wajah Tata sangat sendu sepertinya sebentar lagi akan turun air matanya. Nafasnya sedikit tersengal sengal menahan emosi.


Jhon tidak menjawabnya dan hanya meninggalkan Tata sendirian duduk di depan Tv. Tata yang tersulut emosi karena merasa diacuhkan lantas berdiri dan mengejar Jhon memasuki kamar.


"Jelaskan ada apa dengan semua ini? Apa salahku, kenapa kau seperti ini padaku?" Tata terus mendesak Jhon.


"Aku pemenang dari pertarungan kita, aku hamil dan sebentar lagi aku akan menikah dengannya. " Elsa yang datang tiba tiba mendengar semua pertanyaan yang Tata layangkan untuk Jhon tapi tidak mendapatkan satupun Jawaban.


Jhon hanya menunduk dengan wajahnya yang lesu. Dia hanya berdiri seperti patung tanpa mengucap sepatah katapun. Membuat Tata semakin muak berada didekatnya. Tata menangis dan berlari keluar dari apartemen Jhon tanpa mau mendengarkan penjelasan apapun. Hatinya teramat hancur saat mendengar ada wanita lain yang hamil karena perbuatan suaminya.


"Baik Elsa, kau telah membangunkan sisi burukku. Mari kita mulai permainan ini. " Tata mengumpat Elsa dan berteriak sekuat kuatnya di taman.


"Kenapa harus sekarang? kenapa tidak dari dulu saat aku belum mencintaimu." Tangis Tata pecah dan semakin menjadi jadi.


POV JHON


"Maafkanlah aku Tata, mungkin ini yang terbaik untuk kita. Aku harus melupakan janjiku pada mendiang ibuku, karena aku juga harus bertanggung jawab pada janin yang ada di dalam rahim Elsa. Mau bagaimanapun Janin itu adalah darah dagingku. " Batin Jhon bergumam.


Dert... Dert...


"Hallo, iya katakan. "


"Ternyata nona Elsa sering memesan kamar di hotel kita nyonya." Ucap suara di ujung panggilan.


"Amati terus, semua resort dan hotel kita harus memasang peringatan pada setiap staf agar selalu melaporkan jika ada pergerakan dari Elsa di Hotel dan resort kita."


"Baik nyonya."


"Lakukan tugasmu dengan baik, Katakan pada seluruh staff yang ada. Mulai besok aku akan turun langsung memantau pekerjaan mereka di kantor."


"Baik nyonya."


Panggilan di akhiri.


"Elsa, bersiaplah untuk kejutan yang baru dalam hidupmu." Tata mulai membangun susi tegarnya yang beberapa saat runtuh.


****


Setelah kejadian malam itu, Tata tak pernah lagi menunjukkan wajahnya pada Jhon. Dan Tata juga tidak merias Yogi lagi, namun Tata mengirimkan perias pengganti untuk Yogi yang tak kalah memuaskan dalam merias.


Namun siang itu Tata datang dengan banyak kekuatan yang dikumpulkanya. Hatinya sudah tak rapuh lagi, meski itu hanya berlaku sementara saat ada di hadapan Jhon mantan suaminya. Tata datang ke lokasi syuting dengan diantarkan oleh sopir pribadi dan mobil mewahnya.


Penampilan Tata sudah sangat berubah kali ini, tidak seperti dulu lagi yang selalu menutupi area dadanya. Tata tampil lebih berani, Tata memotong pendek rambutnya sebahu dan mewarnai rambutnya.


Tata mengenakan Dress yang sangat membuatnya tampil memukau mata semua pria. Dres ketat berwarna peach dengan panjang rok yang hanya sebatas paha dan kaca mata hitam yang menempel menutupi matanya, serta cuting baju di area dada yang sedikit terbuka memperlihatkan kulit putih mulus yang iya punya. Sepatu heels berwana hitam di padupadankan dengan tas bermerek yang sangat mahal berwarna serasi dengan heels yang ia kenakan.


Tata berjalan dengan angkuhnya melewati Jhon dan Elsa yang tengah berbincang mesra. semua mata kru tertuju pada Tata, Tata yang menenteng menu makan siang dari hotel termwah yang dimilikinya.


"Hai, sini." Yogi mengangkat tanganya melambai pada Tata.

__ADS_1


semua kru dan tim mulai berbisik bisik membicarakan Tata.


Elsa merasa sangat kesal saat menyadari Jhon tidak berkedip saat melihat kedatangan Tata. Berbeda sungguh berbeda dari yang dulu.


__ADS_2