Lelakiku Introvert

Lelakiku Introvert
31. Elsa mencurigai Jhon


__ADS_3

"Selly tolong bukakan pintu ruanganku, tamuku yang tampan ini sepertinya kesusahan menemukannya." Tata berbicara melalui telefon kantor kepada Selly.


"Tidak perlu."


Jhon berdiri dan bergegas pergi seraya membanting pintu. Selepas kepergian Jhon, Tata tertunduk lesu. Memikirkan apakah yang dilakukanya benar ataukah salah. Mengingat kembali masa masa bersama mereka. Tata tak mempu membendung air matanya lagi.


***


Di rumah Jhon.


"Sayang, kau sudah pulang." Elsa menyambut jhon dengan senyuman.


Jhon hanya diam dan membalasnya dengan aggukan perlahan.


Elsa mulai merasakan ada yang aneh pada Jhon. Elsa mulai duduk disebelah Jhon yang tertunduk lesu dan memijat dahinya. jhon melemparkan topi yang dikenakannya, dan melepaskan jaket yang dikenakannya ke sembarang tempat.


"Ada apa hemm?" Elsa bertanya sembari bersandar di bahu Jhon.


"Aku ingin istirahat, kau pulanglah." Ketus Jhon yang beranjak dari sofa.


"Jhon ada apa ini?"


"Aku datang kesini untuk membicarakan tentang tanggal pernikahan kita. Ada apa denganmu huh?"


"Jawab aku!!!" Elsa berteriak dan menggedor pintu kamar Jhon.


Jhon hanya diam dan tak menanggapi kemarahan Elsa. Duduk termenung mengusap penuh kesedihan cincin yang masih melingkar di jari manisnya itu.


Elsa pergi dengan membawa amarahnya. Memacu mobil dengan kencangnya, ada kekhawatiran di benaknya. wajahnya muram dan tampak seperti ingin meluapkan semua emosinya.


Elsa berhenti di pinggir jalan dekat sebuah taman. Nampak seorang pria datang masuk kedalam mobil Elsa. Elsa tak menyadari jika ada sepasang mata yang terus saja mengawaai segala gerak geriknya.


Di dalam mobil.


"Sayang"


"Hai. bagaimana hasilnya, kapan pernikahan kalian dilaksanakan?" Tanya seorangbpria yang mengenakan topi hitam itu.


"Nampaknya kita harus menahan nafas sebentar lagi, Jhon berubah sikap padaku akhir akhir ini." Ucap Elsa melepas topi dan memeluk pria itu.


"huftt...." Pria itu mengusap dan mencium kening Elsa.


"Tapi karirmu dan semua kontrakmu berjalan baik kan?" Tambah pria itu.


"Iya, semuanya masih berjalan dengan lancar. Tapi jika aku tidak segera menikah dengan Jhon maka akan semakin lama juga aku harus berpura pura mencintainya."


"Aku lelah willy."


"Bersabarlah sayang." Ucap willy menenangkan Elsa.


Willy memeluk Elsa dan menenagkanya. Mata mata yang mengintai mendapatkan engle sempurna untuk mengumpulkan bukti malam itu, termasuk bukti rekaman percakapan Elsa.


Mata mata Tata telah memasang alat penyadap di dalam mobil Elsa, Saat Elsa memarkirkan mobilnya di garasi rumah Jhon.


****


Beberapa hari kemudian Jhon pergi ke London. Sedang Tata pun berangkat ke London dengan di jemput Nino.

__ADS_1


"Mau bulan madu ya?" Tanya Nino pada Tata yang hanya menatap kearah jendela.


"Tidak."


"Lantas?" Nino penasaran


"Aku sudah resmi menjanda" Jawaban Tata membuat Nino kaget bukan kepalang.


"Apa? gila kau Ta!"


"Kenapa kalian bercerai? kalian tak cocok?"


"Kami sangat cocok dan mulai saling mencintai perasaan kami masih menggebu gebu."


"Terus?"


"Ingatkan kak, kami dulu dijodohkan?"


"Ehemmm, ceritakan selengkapnya Ta. Jangan bikin aku penasaran!" Nino mulai gemas dengan penjelasan Tata.


"Saat dulu kami menikah Jhon masih menjalin hubungan dengan pacarnya. Dan sekarang pacarnya tengah hamil." Jelas Tata.


Nino menggelengkan kepala mendengarkan penjelasan dari adiknya itu. Mereka baru menjalani pernikahan selama 3 bulan dan kini sudah bercerai. Nino memandang iba Tata.


"Tapi aku tak yakin jika itu adalah bayi Jhon." Sambung Tata melanjutkan ceritanya.


"hummm?" Nino menoleh kearah Tata.


"Aku pernah memergoki Elsa berselingkuh." ucap Tata tertunduk menatap layar ponselnya.


"Sudah, tapi dia tetap kembali dan menganggap benih yang dikandung Elsa adalah benar benar darah dagingnya." Tata mengusap cincin pernikahan yang masih tergantung dikalungnya.


"Lalu kenapa kau buru buru menceraikanya jika kau benar benar mencintainya dan tak percaya jika itu adalah bayinya?" Tanya Nino semakin tertarik mendengar cerita Tata.


"Menurutmu aku harus mempertahankan pernikahan yang sembunyi sembunyi ini? jika aku bertahan, aku istri pertamanya akan berubah menjadi istri keduanya dimata masyarakat. Belum lagi karirnya yang akan hancur dengan sekandal yang akan terus muncul karena berita pernikahan kami yang sembunyi sembunyi ini. Dan bila anak itu benar benar anaknya Jhon maka hidupku akan berada seperti di neraka. Lantas apa gunanya bertahan dalam pernikahan yang seperti itu?"


"Iya aku paham sekarang, posisimu memang sangat sulit." Nino mengangguk paham.


"Aku menceraikanya karena aku sangat mencintainya." Jawaban Tata sontak membuat Nino mengacungkan jempolnya pada Tata.


"Aku bangga padamu, kau sudah benar benar dewasa sekarang." Nino mengusap kepala Tata.


"Lalu jika bayi itu terbukti bukan anaknya Jhon apa yang akan kau lakukan?" Nino kembali mengajukan pertanyaan pada Tata.


"Akan kuambil lagi cintaku." Ucap Tata singkat.


"Bagus, aku suka caramu. Aku akan membantu menjelaskan semua ini pada Kakek." Nino kembali fokus pada kemudinya.


****


"Halo kak vito, apa Kakak tau dimana Jhon sekarang?" Elsa menghubungi Vito.


"Tidak, kami tidak ada jadwal. Mungkin dia sedang ingi menenangkan diri. Banyak pekerjaan yang bermasalah akhir akhir ini. Kamu kan pacarnya harusnya tau dengan kebiasaanya yang tak ingin di ganggu siapapun saat sedang penat." Jelas Vito, malas menanggapi keluhan Elsa.


"emmm" Jawab Elsa dan mengakhiri panggilan.


"Kemana dia?, ponselnya tak aktif sedari pagi. Ada sesuatu yang jelas jelas dia sembunyikan. Aku harus mencari tau, jangan sampai hal ini menggagalkan semua rencanaku dan willy."

__ADS_1


****


"Kakek, apa kabar?" Tata memeluk Kakek.


"Dimana suamimu, kalian tidak datang bersama?" Kakek bertanya sembari menggiring Tata untuk duduk.


"Maklumlah kek, Jhon itu artist. Jadi agak sedikit susah mengatur jadwal tepat waktu, selalu ada saja daftar tambahan." Jawab Tata sambil menggenggam tangan Kakek.


"Iya Kakek mengerti, kau beristirahatlah dulu. Kau pasti sangat lelah setelah menempuh perjalanan jauh." Ucap Kakek sembari mengusap lembut jari cucunya.


"Emm...." Tata mengangguk dan berdiri meninggalkan Kakek yang tengah duduk disofa dan menatapnya pergi.


"Kemana dia, nomornya susah dihubungi." Tata mencemaskan Jhon yang tak bisa di hubungi.


Ceglek....


suara pintu terbuka, Jhon memasuki kamar mereka dan melihat Tata yang juga sedang menatap kearahnya. Tata berdiri di depan jendela dengan memakai kaus hitam dan celana pendeknya.


"Oh, kau sudah datang." Ucap tata acuh dan kembali menatap keluar jendela.


"Emmm" Jawab Jhon singkat.


Cukup lama mereka hanya saling diam tanpa berbicara Apapun. Tata lalu duduk disudut kamar dan memakai earphonenya. Memutar lagu favorit untuk mengusir penatnya.


Jhon berdiri dan menuju lemari dan hendak menata baju baju yang dibawanya. Saat membuka lemari jhon tidak mendapati sesuatu yang janggal. Namun saat hendak menutup lemari ada sesuatu yang terjatuh.


Pov Jhon


Aku membuka dan menata baju bajuku dilemari, Dan aku tidak sangaja menjatuhkan suatu barang, sebotol obat. Aku sangat terkejut membaca lebel keterangan pada botol itu, itu adalah obat penenang untuk pasien yang mengalami depresi.


"Tata, kau harus jelaskan ini."


"Apa yang sudah terjadi padamu? sebegitu berhargakah aku bagimu?"


"Maafkan aku."


Aku melihatnya duduk di sudut kamar sambil menyumpal telinganya dengan earphone. Aku tau itu hanya untuk menghibur dirinya sendiri. Aku sudah tak bisa menahan ini lagi.


Pov Author


Jhon menghampiri Tata yang tengah mendengarkan musik dengan mencabut earphone secara tiba tiba. Tata yang terkejut sontak menatap kesal ke arah Jhon.


"Apa?" Tata bertanya dengan wajah yang terkejut.


"Aku yang seharusnya bertanya. Jelaskan untuk apa benda ini?" Jhon menunjukkan sebotol obat penenang itu dan menggenggamnya erat.


Betapa terkejutnya Tata melihat benda yang selama ini disimpan rapi olehnya kini berada di dalam genggaman Jhon.


"kembalikan!" Tata berdiri dan mencoba merebut obat itu.


"Tidak sampai kau berkata jujur dan menjelaskan tentang obat ini." Ancam Jhon pada Tata.


Tata tertawa sekencang kencangnya dengan airmata yang berderai jatuh beruntun membasahi pipinya.


"Hahahahahahaha........, Kau."


"Kau mencoba menggertakku Jhon Athaa?"

__ADS_1


__ADS_2