Lelakiku Introvert

Lelakiku Introvert
36. Lebam


__ADS_3

Tata mengecup bibir Jhon lembut. Mengusap lembut rambut pria yang malang itu, dan menatap Jhon penuh welas asih.


"Au.." Jhon merintih karena luka di bibirnya yang tak sengaja terkulum oleh Tata.


Tata tertawa kecil melihat itu menyadari kerakusannya tak bisa dibendung jika sudah menikmati bibir yang tipis manis itu.


"Maaf, kamu kok ga makan. hum?" Tata menaruh tas di meja, melepaskan setelan kerjanya dan hanya memakai dres yang ketat sebatas paha.


Melihat penampilan Tata Jhon jadi sangat yakin bagaimana mata para lelaki memandang tubuh indah itu ketika mereka bertemu. Apalagi semenjak Tata menerima semua amanah dari Kakek yang mengharuskan Tata bertemu banyak orang setiap harinya. Selalu menjaga penampilan untuk mendapat kesan terbaik dihadapan client. Tak jarang pujian dan sanjungan Tata dapatkan dari para lelaki yang menjadi clientnya itu atas paras cantik yang dimilikinya.


Tata hanya tersrnyum kecil ke arah Jhon yang masih berdiri bersandar pada dinding di sebelah washtafel. Jhon mrnghampiri Tata yang sedang mengecek ponselnya, merebut cepat ponsel Tata.


Tata sontak terkejut, bagaimana jika Jhon membaca dan mengetahui isi dari pesan pesan di ponselnya yang dikirim oleh pak Darto.


"Bisa runyam semuanya, bisa bisa Jhon berfikir jika aku sengaja mencari cari kesalahan Elsa agar Jhon tak jadi menikah dengannya. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Bagaimana caraku merebutnya?"


Tata lantas dengan sigap mendorong tubuh Jhon keranjang, dan naik di atas tubuh Jhon. ******* dan menikmati bibir yang tipis itu lagi, Tata hanya akan mengalihkan perhatian Jhon dari ponsel Tata. Leher Jhon yang menjadi sasaran Tata kali ini, meski tak berbau sesegar seperti biasanya karna kali ini Jhon belum mandi.


Benar saja Jhon mulai terangsang menikmati suguhan yang di berikan mantan istrinya itu, Tata menggeliat diatas tubuh Jhon. Hingga Jhon membalik posisi dan melepaskan ponsel yang di genggamnya. Tata menikmati permainan mereka sesaat dan mendorong tubuh Jhon sampai berdiri, Jhon hanya mengira jika Tata akan melepaskan bajunya. Tapi tidak Tata justru berlari ke kamar mandi sambil membawa ponselnya.


Di dalam kamar mandi Tata memprotes apa yang sudah di lakukanya sendiri.


"Bodohnya aku, sekarang harus apa?"


Untuk sesaat Tata hanya mamapu berdiam diri di dalam kamar mandi.


Jhon mengerutkan dahi melihat Tata yang berlari ke arah kamar mandi bahkan tanpa permisi dan menyudahi adegan yang sedang mereka lakoni.


Tata menelfon nomor Jhon dari kamar mandi, menggoda Jhon untuk segera masuk kamar mandi.


"Ah, aku harus menebusnya dengan cara ini agar dia tak curiga" Ucap Tata memantapkan diri untuk menghubungi Jhon yang ada di seberang pintu menggunakan ponselnya.


"Hallo, tuan Jhon Athaa" Ucap Tata mengawali pembicaran pada panggilannya dengan Jhon.


"Hem, ada apa?" Jhon dengan nada kesal dan wajah yang masam masih dengan kekesalan yang sama ketika sedang menikmati hal itu berdua tapi Tata menyudahinya tanpa permisi.


"Anda belum mandi kan? Butuh bantuanku untuk menggosok punggung?" Tata menggoda Jhon di ujung panggilan.


"Dasar!! ssehh..." Jhon berdecak dan menggelengkan kepala, merasa sangat heran dengan sikap Tata. Namun jhon sangat mengerti akan kode rahasia yang Tata berikan untuknya.


"Cepatlah tuan, Aku sudah menyiapkan air hangatnya. semua lilin aromatheraphy kesukaan anda juga sudah Saya siapkan" Imbuh Tata semakin membuat Jhon terpanggil untuk segera meramaikan acara di kamar mandi tersebut.

__ADS_1


Jhon masuk ke kamar mandi dengan segera, disambut oleh Tata yang hanya menggunakan handuk yang melilit tubuhnya. Senyum bahagia menyeringai di bibir Jhon, Hayalanya mulai melanglang buana membuatnya lupa akan ponsel Tata.


Sebelum Jhon masuk Tata sudah mempersiapkan diri dengan baik, ponselnya sudah bersih dari hal hal yang mencurigakan dan Tata hanya menggeletakkannya begitu saja di atas tumpukan baju yang kotor.


"Sejak kapan kamu menjadi NAKAL seperti ini?" Jhon memeluk Tata dan menatap wajahnya. Tata menyeringai kecil malu dengan apa yang sudah terjadi akhir akhir ini , ternyata semakin membuatnya tak bisa lepas dari Jhon.


"Sejak menjadi mantan istrimu." Jawab Tata berbisik dan mengecup leher Jhon.


Jhon mengerutkan dahi dan menatap Tata dalam.


"Sepertinya aku sudah tertular keNakalanmu." Tutur Tata lagi.


Jhon tertawa lepas, tawa Jhon sangat berarti bagi Tata. Bagaimana tidak, wajah yang sudah babak belur itu adalah hasil karya ibunya dan sekarang putrinya harus bertanggung jawab dan mengembalikan senyumnya.


"Aku senang kau bisa tertawa lagi, Maafkan ibu ya atas semua ini. Kenapa kita saling mencintai disaat kita sudah tak bersama lagi." Ucap Tata masih dengan pelukan hangatnya untuk Jhon.


"Aku selalu bisa tertawa saat bersamamu sayang." Ucap Jhon sembari mengusap Rambut panjang Tata.


"Ibu sudah melakukan ini, aku rasa aku harus menebus kesalahanya dengan cara ini." Tata melepas kancing celana Jhon, menyadari hal itu Jhon kemudian memberi senyuman pada Tata.


"Inilah takdir kita, kita terbalik dari mereka. jika mereka berpacaran baru menikah lalu bercerai, Dan kita menikah, bercerai dan baru berpacaran." Ucap Jhon melepaskan handuk yang melilit tubuh Tata.


Tata tersipu malu mendengar ucapan Jhon, jari jemari nan lentik itu masih mengusap usap lembut bibir tipis yang manis milik Jhon. "Pacar? kita sekarang pacar?" Tanya tata penasaran dan menghentikan gerakan jarinya.


"Kau bialang akan menebus semua ini?" Jhon menunjuk lebam lebam di wajahnya.


Tata mengangguk sambil terus meraba junior Jhon. Tangan Tata tak henti hentinya berkelana di setiap jengkal tubuh mantan suaminya itu.


"Tak akan menolak meski aku minta lima kali?" Tanya Jhon pada Tata, sontak Tata menghentikan gerakan tanganya dan menatap Jhon dengan heranya.


"lima ?" Tata memperjelas maksud Jhon dengan menunjukan kelima jarinya yang mengartikan angka lima.


"Iya" Ucap Jhon yang sebenarnya hanya bercanda tapi mendapat sambutan serius dari Tata.


"Kau menantang ku huh?" Tata menatap serius Jhon dengan tatapan yang tajam.


"Iya" Pura pura serius.


"Oke, bersiaplah!" Timpal Tata yang langsung memulai permainan dengan antusias.


Dua kali permainan yang selalu di pimpin oleh Tata, mebuat Jhon kewalahan dan lemas. Tata lupa jika sedari kemarin Jhon sama sekali belum makan. Jhon hanya pasrah dan menikmati penebusan rasa bersalah Tata.

__ADS_1


" Kau selalu bisa melengkapi dan menghiburku" Jhon memuji Tata. Setelah selesai dengan Tiga kali permainan.


"Iyakah?"


Jhon mengangguk sambil memainkan busa sabun dan Tata masih bersandar di dada Jhon. Mereka masih berndam bersama di dalam Bathup.


Tiba tiba ponsel Tata berdering, rupanya ada panggilan video call dari Tara. Kepanikan seketika menyeruak, Tata langsung bergegas memakai jubah handuk dan mengangkat panggilan Tara.


"Esmeraldah, kenapa lama syekalee?"


"maafkan aku Celeste aku sedang mandi"


"Mandi di Hotel?" Tara menyadari kamar mandi yang terkesan mewah itu.


"Iya lah, kamu juga kan sering kesini. Masa ga hafal?" Ucapan Tata membuat Jhon terkejut,


"Apa maksudnya dengan sering kesini? Apa yang tetjadi selama 2 minggu kemarin?" Jhon bertanya dalam hatinya.


"Coba lihat, arahkan kamera ke sudut lain!" perintah Tara yang langsung mendapat penolakan dari Tata.


"Males ah kayak ga pernah liat aja." Pungkas Tata yang sebenarnya sangat merasa takut dan malu jika semuanya terbongkar di hadaan sahabatnya itu.


"Ya, siapa tau aja kan kamu bawa berondong gitu." Ucap Tara menggoda Tata.


"Iya aku bawa ini, mau lihat?" Tata mengarahkan kamera ke arah Jhon yang trngah menyisir rambutnya usai ganti baju.


"Hai" Sapa Jhon dengan melambaikan tangannya dari kejauhan.


"Ih habis mandi bareng ya? abis ini pasti punya dedek bayi." Goda Tara yang asal berbicara.


Jhon terkejut dan membulatkan matanya, seperti isyarat bahwa diabtak ingin Tata hamil. Tapi semua itu berbanding terbalik dengan Tata yang menerima dengan senang hati jika hal itu terjadi.


"Semoga ya" Tata tersenyum lebar menjawab celotehan Tara.


Lama mereka berbincang hingga Jhon ketiduran mendengarkan celotehan tak jelas mereka sampai Tata mengakhiri panggilan video call Tara.


Tata melihat wajah Jhon yang tertidur pulas, Wajah yang masih lebam itu kini sudah sedikit membaik. Satu pesan yang masuk ke ponsel Tata membuatnya bergegas pergi meninghalkan Jhon yang tengah terlelap.


hanya selembar notice kecil yang Tata tinggalkan di meja makan.


"Kak, jaga makanmu jaga kesehatanmu. Aku ada urusan selama dua hari ini, jangan Nakal ya. Hubungi aku jika rindu.

__ADS_1


bye: pacarmu **"


__ADS_2